Kuliner, My Review

MiABi, Mie Ayam Sehat, Otentik dan Halal

Mie ayam, siapa sih yang gak kenal dan mencicipi jenis makanan ini?Mudah juga kita temui disekitar tempat tinggal  kita. Penjaja mie ayam pun banyak menjajakan  dagangannya, mulai dari yang menggunakan gerobak dorong, kios-kios, bahkan di restoran-restoran besar pun ada yang menyajikan menu mie ayam ini. Untuk penggemar mie ayam, rasanya rela ya berburu kuliner satu ini apalagi kalo banyak yang mereferensikan kelezatannya.

Nah, pada 29 Maret lalu saya dan teman-teman dari BloggerCrony mendapat kesempatan untuk mendatangi dan mencicipi mie ayam sekaligus bertemu dan ngobrol langsung dengan owner-nya. Namanya Mie Ayam Bintaro atau lebih dikenal dengan MiABi.  Iiihh..Mau makan mie ayam aja ngapain jauh-jauh sih? Eiits..tunggu dulu,  walaupun jauh tapi mie ayam ini lain lho dari mie ayam yang lainnya.  Hehehe..cukup jauh untuk saya yang tinggal di Manggarai, tapi ternyata aksesnya mudah lho. Dari Manggarai saya menggunakan kereta commuter line jurusan tanah abang, transit di stasiun tanah abang dan berganti kereta jurusan Tanah Abang – Serpong/Parung Panjang, saya turun di stasiun Jurangmangu. Dari stasiun Jurangmangu menuju MiABi saya lanjut dengan menggunakan ojek online dan itu cukup murah hanya 4.000IDR, lokasi MiABi berada di sektor 9 Bintaro, tidak jauh dari Masjid Raya Bintaro dan di depan perumahan Puri Bintaro.

MiABi letaknya cukup strategis, beralamat di Jalan Maleo Raya, Pondok Pucung, Bintaro, Tangerang Selatan dan terlihat jelas karena letaknya di pinggir jalan. MiABi yang di Bintaro ini merupakan cabang kedua (beroperasi sejak 5 Februari 2016), yang ketiga ada di  Pasar Modern Bintaro (baru 6 bulan beroperasi) sementara pusatnya ada di Kebayoran Arcade dengan mengusung nama Batavia Restoran yang lebih dulu ada sejak September 2015.

Dok : pribadi

Berawal dari kegemaran sang owner, ibu dr. Loesi Risniawati yang penggemar kuliner. Beliau ingin memproduksi dan menyajikan mie ayam yang sehat,higienis dan halal untuk keluarganya terutama suaminya yang juga penggemar mie ayam. Berbekal ilmu kedokteran yang disandangnya, ibu Loesi ingin mie ayamnya ini menjadi mie ayam yang sehat, otentik dan halal dengan proses yang dilakukan dan diawasi sendiri oleh beliau. MiABi diproduksi sesuai kebutuhan, dengan bahan-bahan berkualitas dan komposisi yang tepat, serta tanpa penambahan zat pewarna apalagi zat pengawet. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, MiABi diproduksi dan dihidangkan fresh setiap hari, sama juga dengan bahan-bahan pendukungnya seperti ayam potong segar, dan sayur-sayurannya. Dengan dibantu oleh Anton Saputra, sang ponakan yang berpengalaman dibidang perhotelan, yang bertindak sebagai Manager di usahanya ini.

Penulis dan ibu Loesi Risniawati, owner MiABi (Dok : Novitania) 

Jenis Mie ayam MiABi teksturnya kenyal, berasa gurih dari bahan utamanya yaitu tepung,telur dan air. Menurut saya, beda dengan mie ayam pada umumnya yang lengket begitu dihidangkan. Kebetulan saat itu saya mencoba menu MiABi komplit yang terdiri dari semangkok mie ayam dengan topping irisan tumisan ayam yang lezatnya natural dari bumbu-bumbu, semangkok kecil bakso berikut kuahnya dan sebuah kerupuk pangsit sebagai pelengkap. Saya tertarik begitu mencium aroma dari kuah bakso yang terlihat bening dan segar. Begitu saya hirup kuahnya..aahh rasa gurih asli kaldunya berasa sekali, padahal saya belum menambahkan bumbu-bumbu lain. Untuk kerupuk pangsit pun bu Loesi menjelaskan dibuat sendiri juga, rasa gurih kerupuknya seperti jenis cemilan cheese stick, aroma telur dan tepung berasa sekali. Mencicipi mie ayam asli itu enaknya kalau belum kita tambahkan bumbu lain seperti saos, kecap, sambal atau garam karena disitulah kita akan merasakan originalitas mie ayam itu. Dan itu yang saya dapatkan ketika menikmati mie ayam MiABi, sangat berasa keasliannya.

MiABi komplit

Menu lain yang tersedia sangat variatif, tidak hanya mie ayam saja, tapi juga ada Nasi Uduk, Nasi Tim Ayam, Soto Betawi bahkan Mpekmpek, Singkong Thailand pun juga ada. Ada sekitar 20 varian menu di MiABi. Harganya pun cukup terjangkau berkisar antara 18.000-35.000IDR. Untuk menjaga kualitas, mie ayam dan menu lain diproduksi setiap hari agar waktu terhidang masih terjaga kesegarannya. Hampir sekitar 400 porsi mie ayam diproduksi dan apabila tidak habis tidak akan disimpan untuk keesokan harinya. Oleh sebab itu bu Loesi menjelaskan mie ayam MiABi dibuat sesuai kebutuhan setiap harinya. Dengan jam operasional mulai dari 8.00-21.00, setiap Selasa-Minggu dan lokasi strategis rasanya pas menjadi salah satu alternatif tempat makan untuk keluarga.

Daftar menu MiABi

Selain makanan, ada menu minuman juga di MiABi. Menariknya, menu varian kopi yang tersedia disana itu kopinya berasal dari perkebunan mereka sendiri yang berada di Lampung, Sumatera. Jenis kopi robusta yang mereka punya dan mereka proses sendiri. Ada yang berupa minuman dingin dan ada yang panas. Sayapun ikut mencicipi salah satunya yaitu Mocca Ice Coffee Cube. Uniknya mereka buat ice cube yang berasa kopi. Jadi begitu diaduk-aduk ice cube-nya mencair dan sensasi rasa kopinya itu sangat nikmat.

Caramel Ice Coffee Cube

Puas rasanya dengan jamuan hari itu, pemilik dan kelezatan mie ayam MiABi tersaji dalam satu hidangan. Walau tempatnya tidak begitu luas namun pelayanannya memuaskan. Untuk yang tinggal di sekitar Bintaro, Pamulang, BSD patut dicoba lho menu MiABi ini. Jangan khawatir bila hari hujan atau sedang malas ke luar rumah, MiABi juga melayani pesan antar. Bahkan sudah bekerjasama dengan salah satu provider online deliver, Go Food. Mereka juga dapat kita temui di akun social media mereka di facebook dan instagram. Yuuk follow mereka. Hari menjelang siang dan kamipun menyudahi silahturahmi hari itu. Terima kasih MiABi, mie ayam Bintaro mie otentik, sehat dan halal ya MiABi. 

Dok : BloggerCrony

Instagram : @mieayambintaro_miabi

Facebook : @mieayambintaro

Facebook Page : Miabi Mie Ayam Bintaro 

HQ’17

Advertisements
My Review

Berdakwah dengan Tulisan, Majalah Ummi Tetap Eksis di Era Digital

Kemajuan internet (digital) sekarang ini tidak dapat dipungkiri memang sangat membantu kita. Komunikasi jadi semakin dimudahkan. Informasi yang kita dapatkan pun menjadi lebih cepat kita terima. Kalau dahulu mendapatkan berita terbaru hari ini, kita baca ulasannya di keesokan harinya melalui media surat kabar (koran). Tapi sekarang, berita detik ini juga bisa langsung kita ketahui di waktu yang sama, berkat adanya media online. Lalu bagaimanakah nasib media-media cetak sekarang ini yang mau tidak mau harus menerima keberadaan media online? Akankah mereka tetap bertahan? Walaupun masih ada yang bertahan sampai sekarang, namun tidak sedikit juga yang akhirnya bertumbangan alias tutup.

wp-1490833518944.jpeg
Penulis dan rekan-rekan Blogger Muslimah (Dok: grup WA Blogger Muslimah)

Dari sekian banyak media cetak yang ada, majalah Ummi majalah muslimah yang sudah ada sejak 1998 masih tetap bertahan dengan misi dakwahnya. Tentunya tidak mudah bagi majalah Ummi bisa bertahan sampai sekarang ini. Alhamdulillah pada 21 Maret lalu, saya dan teman-teman Blogger Muslimah berkesempatan untuk bersilahturahmi dengan pejuang-pejuang dakwah Islami di majalah Ummi. Kantor redaksi yang bertempat di Jalan Mede No.42A Utan Kayu, Jakarta Timur inilah mereka menebarkan informasi melalui majalah Ummi. Pertama kali saya mengunjungi kantor redaksi Ummi, kesan hangat saya rasakan. Dan memang desain kantor yang homey ini membuat saya merasa mengunjungi keluarga sendiri, terlebih sambutan tuan rumahnya. Kebetulan sekali mereka tidak sedang dalam jadwal deadline, jadi bisa berbincang-bincang santai berdiskusi. Bersyukur hari itu tim redaksi Ummi yang sebagian besar didominasi perempuan hadir menyambut dan mendampingi kami, yaitu ibu Meutia Geumala selaku Pemimpin Redaksi, mbak Ami Rizal sebagai Redaktur Pelaksana sekaligus Editor, mas Didi Muardi pemegang Redaktur, mbak Isti Muthmainnah selaku Sekretaris Redaksi, mbak Raide Reporter, dan mbak Sinta Dewi sebagai Penanggung Jawab Ummi Online.

img_20170321_133628_1.jpg

Majalah Ummi versi cetak sudah ada sejak 1989 dan dengan berkembangnya jaman, meluncurkan Ummi Online di tahun 2014. Kalau di edisi cetak naskah sebelum diterbitkan melalui proses panjang, mulai dari pemilihan judul artikel, layout, desain sampul, pemilihan model, pemotretan sampai naik cetak dibuat berdasarkan rapat keredaksian dari usul-usul yang dikumpulkan dan juga kontribusi dari para pembaca setia Ummi. Artikel di majalah Ummi sangatlah variatif, mulai dari tema keluarga, kekinian, hobbi dan tentunya artikel Islami. Dibagian sisipan juga majalah Ummi menyediakan wadah khusus untuk buah hati kita. Dari artikel-artikel tersebut tim redaksi Ummi bekerja bahu membahu memberikan info terkini kepada pembacanya, karena Ummi sendiri tidak hanya tentang profit tapi juga membawa misi dakwah yang diembannya.

Banyaknya media-media cetak yang bertumbangan sekarang inimembuat tim redaksi  berupaya lebih untuk memaksimalkan ide-ide dan kreatifitas mereka. Tidak menutup diri akan menjamurnya media-media online Ummi pun kini hadir dengan versi online. Untuk Ummi online, artikel yang ditulis tidak hanya oleh tim redaksi tapi juga kiriman dari netizen pembaca Ummi online.Tim Ummi online setiap harinya memposting 10 artikel. Beda dengan versi cetak yang memang jadwal terbitnya sebulan sekali. Namun demikian ,majalah Ummi tetap mendapat tempat tersendiri di hati para pembaca setianya.Hal itu terbukti berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh lembaga survey AC Nielsen beberapa waktu lalu bahwa majalah Ummi dibaca minimal oleh 5 orang setiap terbitnya. Hal itu menandakan bahwa pembaca setia Ummi itu ada diantara gempuran media-media online yang sekarang ini berkembang cepat bak jamur di musim hujan.

Dari apa yang dijelaskan oleh ibu Meutia bahwa kontributor di majalah Ummi dan Ummi online tidak terbatas dari kalangan redaksi saja tapi juga menerima artikel-artikel dari pembacanya, yang tentu saja melewati proses editing. Para pembaca yang tertarik untuk mengirimkan artikelnya dapat menulis sesuai rubrik yang mereka inginkan dan yang tersedia di majalah Ummi dan Ummi Online. Tergelitik juga kami, Blogger Muslimah untuk mendapatkan tips dari rekan redaksi Ummi agar tulisan yang kita kirimkan dapat layak terbit. Menurut mbak Sinta ada beberapa poin yang harus kita perhatikan supaya artikel yang kita tulis dapat menarik minat pembaca dan layak terbit,yaitu:

  • untuk artikel yang diterbitkan secara online, tulislah artikel yang menjadi trending topics atau happening sekarang ini. Tema yang dipilihpun usahakan yang dekat dengan keseharian, misalnya tips membersihkan pakaian dari noda tinta yang membandel. Berbeda dengan media cetak, di media online judul artikel yang berupa angka ditulis dengan angka bukan huruf, misalnya “7 Tempat Wisata Air Terjun Terindah di Jawa Tengah”.
  • sedangkan untuk artikel yang akan diterbitkan di media cetak, tulislah artikel sesuai rubrik yang tersedia dan banyak pembacanya tapi jarang dilirik oleh penulis lain, sehingga kemungkinan untuk diterbitkannya mempunyai kesempatan besar.

Jadi tertarik ya untuk bisa menulis artikel di majalah Ummi dan Ummi online, apalagi ibu Meutia pun menantang kami, Blogger Muslimah untuk mengirimkan artikel yang nantinya akan diterbitkan. Sayapun sempat kepikiran dan berencana untuk men-challenge diri sendiri untuk menulis artikel kekinian untuk Ummi online. Semoga ya..Tinggal cari moment dan event yang pas dan yang sekiranya tidak menyimpang dari rubrik yg ada di Ummi online. Banyak ya ilmu yang saya dapat hari itu di kunjungan ke redaksi Ummi. Bukan hanya tali silahturahmi terjalin tapi juga mendapat transfer ilmu yang Subhanallah berguna sekali. Semoga kedepannya majalah Ummi tetap hadir dengan informasi-informasi yang bermanfaat dan berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan jaman. Terima kasih juga untuk Blogger Muslimah yang sudah memberi saya kesempatan mendapatkan ilmu dan teman-teman baru yang memotivasi saya untuk menulis dan menyampaikan informasi yang berguna di kemudian hari, seperti yang kita ketahui “Sampaikanlah, walau hanya 1 ayat”

wp-1490833415515.jpeg
rekan-rekan Blogger Muslimah dengan rekan redaksi Majalah Ummi (Dok: grup WA BM)

img_20170321_154603.jpg

 

HQ’17

My Review

Soft Launch “Marcha and Aunty” 11 March 2017

Ki-ka : Marcha Sharapova Rusli dan Yovita Lesmana

Keberhasilan brandMajoli Family” di ranah fashion tidak begitu saja membuat Yovita Lesmana, Desainer dan Owner Majoli Family yang juga Putri Indonesia Daerah Banten 2010 berpuas diri. Menjawab keinginan para pelanggan dan penggemar Marcha Sharapova Rusli-ponakannya ini, Yovita kembali hadir dengan brand terbarunya yaitu “Marcha and Aunty“. Kedekatan mereka berawal dari kegemaran Marcha akan squishy (dan Yovita sering membawa oleholeh squishy untuk Marchahingga seringnya mereka ngobrol ringan tentang fashion yang akhirnya memutuskan untuk membuat #fashionbrand sendiri. Mereka ingin agar pelanggan Majoli Family dan fans Marcha dapat menikmati kreasi mereka. Dengan desain sederhana, bahan berkualitas dan dengan harga bersaing namun tidak menghilangkan ciri khas baik itu Yovita maupun Marcha, mereka ingin bahwa tante dan ponakanpun pun juga bisa kembaran bajunya.

Marcha Sharapova Rusli
Sebagian koleksi squishy Marcha

Soft Launching Marcha and Aunty digelar pada 11  Maret 2017 bertempat di Artotel,Thamrin Jakarta Pusat ini dihadiri juga oleh 5(orang) pemenang Give Away #marchasharapovabirthday Di Instagram @marcha.sharapova.rusli. Gadis cantik kelahiran 4 Maret 2007 in memang terlihat bakat fashionnya sejak kecil, dimulai dari membuat sketch fashion untuk squishy. Juga senangnya mengomentari apa yang dikenakan sang aunty, Yovita membuat Yovita memutuskan untuk mewujudkan passion Marcha di fashion.

Sebagian desain Marcha and Aunty yang dihadirkan di soft launch.

Produk #MarchaandAunty didesain untuk anak-anak mulai usia 2-12 tahun, dengan desain Basic dan Seasonal item dengan warna-warna pastel lembut khas squishy seperti  hijau toska, baby pink, biru muda. Harga yang ditawarkan juga cukup bersaing, yaitu mulai dari 199.000 IDR untuk baju anak dan 279.000 IDR untuk baju dewasa. Dengan melakukan promo di media sosial Instagram, Yovita ingin agar #MarchaandAunty dekat dengan para penggemarnya. Tidak hanya menghadirkan foto-foto desain terbaru, tapi juga menghadirkan tips-tips ringan seputar fashion.

Filosofi motif garis-garis yang ada di desain Marcha and Aunty ( Dok: Helena Mantra)

Ada keunikan tersendiri mengenai #MarchaandAunty ini, yaitu terdapatnya suatu filosofi menarik yang ingin ditampilkan Yovita di brand ini. Adanya garis-garis di bagian bawah baju produksi #MarchaandAunty merupakan interpretasi Yovita akan terjadinya proses yang sedang dijalani Marcha, yang bergerak dinamis naik menuju puncak. Yovita berharap apa yang mereka kerjakan untuk brand #MarchaandAunty ini membawa aura positif untuk masyarakat. Pesan moralnya adalah dampingi dan support anak-anak kita untuk kegiatan yang positif, bahkan media sosial pun bisa menjadi wadah mereka berkreasi. Bahkan untuk produksi #MarchaandAunty  yang dikerjakan di Bandung banyak melibatkan anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan berbakat. Karena Yovita yakin masih banyak anak-anak muda Indonesia yang cerdas, berbakat, patut diapresiasi dan diberi kesempatan.

Untuk Marcha sendiri, walaupun punya banyak aktifitas, tapi tetap menomorsatukan pendidikan. Pendidikan tetaplah yang terpenting buat Marcha, tapi kegemarannya masih dapat disalurkan tanpa mengganggu aktifitas sekolah. Kedua orang tua Marcha dan keluarga besar yang merangkul dan memberikan support until kegiatan Marcha-lah hingga Marcha bisa mewujudkan cita-citanya di dunia fashion bersama sang aunty, Yovita.

Brand #MarchaandAunty ini resmi diluncurkan di Jakarta dan Surabaya tanggal 12 Maret, dimana Surabaya tempat Marcha bermukim. Walaupun untuk proses produksi ditangani oleh Yovita, tapi untuk desain Marcha juga berperan penting. Produk #MarchaandAunty sendiri bisa langsung kita update di akun media sosial resminya yaitu di Instagram dan Line.

Only Sweet Café yang datang khusus membawa produk squishy mereka langsung dari Singapura

Di soft launch ini juga Marcha menggandeng sebuah toko squishy terkenal dari Singapura yaitu Only Sweet Café  yang banyak menjual squishy berkualitas. Saya yang hadir bersama rekan-rekan dari Blogger Crony dan sempat memegang langsung koleksi Only Sweet Café merasakan teksturnya yang lembut dan harum. Pantas saja ya banyak anak-anak menggemari benda satu ini, termasuk putri saya hehehe. Info terakhir nih bahwa Marcha akan membuat squishy juga dengan profil dirinya. Iihh.. jadi gak sabar juga ya seperti apa. Kita tunggu sama-sama ya sambil cek ricek instagram @marchaandaunty.

Penulis dengan salah satu desain #MarchaandAunty
Rekan-rekan Blogger Crony, fans Marcha berfoto bersama Marcha dan Yovita di akhir soft launch #MarchaandAunty

Official Line : auntymarcha

Instagram : @marchaandaunty

My Review

Karena #HALALituharusTOTAL, Sudah Sepantasnya Total Almeera Menjadi Detergen Halal Pertama di Indonesia 

Ketika berbicara tentang Halal, banyak orang yang secara reflek pasti menghubungkan dengan makanan dan atau minuman. Sebagai muslim/muslimah sudah seharusnyalah apa yang kita konsumsi itu halal sesuai dengan syariat Islam dan #HalalituHarusTotal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Halal /ha-lal/ adalah sesuatu hal yang diijinkan (tidak dilarang) berdasarkan syariat Islam”. Menurut Wikipedia “Halal /ha-lal/ also spelled hallal or halaal, is object or action which is permissible to use or engage in, according to Islamic Law. The term covers and designates food and drink as well as matters of daily life”.

Semakin berkembangnya pengetahuan manusia, maka pemahaman halalpun kini semakin meluas tidak hanya untuk makanan atau minuman tapi juga di kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang menginspirasi PT Total Chemical Loka mengeluarkan produk inovasi terbarunya.

Total Almeera,fashion care detergent. Detergen halal pertama di Indonesia

Bertempat di Bebek Bengil Restoran, Jakarta Pusat tanggal 15 Maret 2017 PT Total Chemical Loka resmi meluncurkan produk detergen halal pertama di Indonesia yaitu Total Almeera. Di acara launching tersebut, pihak PT Total Chemical Loka mengundang media dan juga blogger yang mayoritas berhijab. Alhamdulillah, beruntungnya saya dan rekan-rekan dari blogger Wajah Bunda Indonesia dapat menghadiri launching Total Almeera hari itu.

Ki-ka : ibu Fera, Manajer Marketing Total Almeera dan Bapak F Gunawan, Deputi CEO Total Almeera

Pentingnya produk halal dikehidupan sehari-hari, membuat PT Total Chemical Loka terdorong untuk berinovasi meluncurkan produk Total Almeera. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak F Gunawan, Deputi CEO PT Total Chemical Loka bahwa, “Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai hampir 250 juta yang mayoritas Muslim . Hal ini menjadi potensi besar dalam penerapan aspek halal dalam dunia bisnis. Dan tidak sedikit produk yang menggunakan predikat halal menjadi alternatif pilihan konsumen”. PT Total Chemical Loka sendiri sejak 2005 sudah memproduksi detergen berlabel umum dan di tahun ini, 2017 memunculkan inovasi terbarunya.
Pemilihan nama Almeera pada Total Almeera menurut saya terdengar lembut dan elegan. Seperti kata Bapak Gunawan bahwa pemilihan nama Almeera dipikirkan masak-masak bersama timnya.  “Almeera” sendiri dalam bahasa Arab berarti putri raja atau wanita cantik. Seperti yang kita ketahui bahwa detergen itu umumnya Wangi, Bersih,dan Busanya banyak. Namun selain dari semua itu,Total Almeera mempunyai kelebihan tambahan yaitu :

  1. Sudah resmi dinyatakan Halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tersertifikasi A yang berarti Excellent (terbaik). Proses sertifikasi inipun berjalan lancar,yang umumnya bisa berlangsung 3(tiga) bulan tapi untuk Total Almeera kurang dari itu. Pihak MUI takjub dan terkesan sekali karena kelancaran proses itupun didukung oleh tim Total Almeera yang berperan aktif mengupayakannya.
  2. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim Total Almeera ke sejumlah ibu-ibu baik dari golongan SEC C-B, umumnya mereka memberikan respon positif. Total Almeera selain membersihkan dengan total (maksimal), wanginya juga memberikan rasa adem (sejuk). Mungkin karena kehalalannya itu,jadi ibu-ibu yang menggunakan Total Almeera merasa nyaman bahwa pakaian yang mereka cuci bersih dari kotoran yang membawa najis.

Sebagai Fashion Care Detergent, kehalalan Total Almeera didukung oleh pemilihan bahan dasarnya yang alami yang merupakan hasil turunan dari minyak bumi yang berfungsi mengangkat kotoran dan membersihkan pakaian secara total dan terjamin kehalalannya oleh MUI.

Setelah Bapak Gunawan menjelaskan panjang lebar mengenai Total Almeera, pasti donk kami yang hadir ingin tahu berapa sih harganya dipasaran dan mudah gak ya mendapatkannya? Untuk produk halal ini, PT Total Chemical Loka mengeluarkan 2(dua) jenis yaitu berupa powder (bubuk) dan liquid (cair) dengan kemasan sebagai berikut :

  • Total Almeera powder (bubuk) kemasan 900gr dengan harga jual 17.500IDR.
Total Almeera powder 900gr
  • Total Almeera powder (bubuk) kemasan 500gr dengan harga jual 9.500IDR.
  • Total Almeera powder (bubuk)  kemasan praktis sekali pakai (rencengan) 50gr dengan harga jual 1000IDR.
Total Almeera powder 50gr
  • Total Almeera liquid (cair) kemasan 800ml dengan harga jual 18.000IDR.
Total Almeera liquid 800ml
  • Total Almeera liquid (cair) kemasan praktis sekali pakai (rencengan) 40ml dan 15ml dengan harga jual 1000IDR dan 500IDR.

Untuk pemasarannya, Total Almeera sudah ada di supermarket-supermarket dan pasar tradisional seperti di Carrefour, Lulu, Giant. Jadi diharapkan ibu-ibu tidak usah kuatir akan susah untuk membeli produk ini karena PT Total Chemical Loka mengerti bahwa #HALALituharusTOTAL, Total dalam pembuatan, Total dalam pendistribusian dan penjualannya ke masyarakat.

Kalau Total Almeera sebagai produk PT Total Chemical Loka yang berlabel halal pertama di Indonesia, lalu bagaimana dengan produk-produk PT Total Chemical Loka lainnya yang sudah ada dipasaran sebelumnya? Apakah akan disertifikasi halal juga? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh salah seorang rekan blogger di sesi tanya jawab. Menurut Bapak Gunawan untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan bahwa produk-produk PT Total Chemical Loka lainnya akan didaftarkan juga ke MUI, walaupun pemilihan bahannya memiliki kesamaan dengan yang ada di Total Almeera.

Selain tanya jawab juga beberapa dari kami yang hadir diminta untuk memberikan testimoni perihal iklan (TVCommercial) yang sempat ditayangkan dan sudah mulai tayang di beberapa stasiun TV Nasional. Menarik. Menurut saya TVC Total Almeera yang menampilkan sosok seorang ayah dengan putrinya yang sedari kecil dirawat dan menjelang dewasa dimana ada adegan yang menampilkan sang anak yang mulai mengacuhkan sang ayah,namun dengan kesadarannya kembali untuk mendekatkan diri dan meminta maaf dari sang ayah. Kedekatan ayah dan anak ditampilkan sangat natural,hingga terasa menyentuh dan mengingatkan kita untuk perhatian terhadap orang tua kita dan kembali dekat dengan keluarga sesibuk apapun kita.

Ki-ka : ustadz Aa Hadi, artis Chece Kirani yang juga istri ustadz Aa Hadi, Bapak F Gunawan, Ibu Fera

Diakhir acara yang dihadiri oleh media dan 30 (tigapuluh) blogger yang mayoritas berhijab,menampilkan juga ustadz Aa Hadi dengan tauziahnya yang menentramkan. Beliau mengatakan bahwa pentingnya melaksanakan ibadah itu dengan baik sesuai tuntunan. Ibadah tidak hanya terkait dengan Sang Pencipta, Allah SWT namun juga hubungan dengan orang tua, pasangan, sesama makhluk Tuhanpun termasuk ibadah juga. Ibadah harus diawali dengan selain bersih hati juga bersih sesuatu yang kita pakai hingga khusyuk dalam beribadah. “Bila kita ingin beribadah dengan baik dan khusyuk,kita juga harus dalam keadaan bersih dan halal lahir batin”. Bila tidak, maka ibadah kita tidak lengkap, tidak sempurna halalnya karena #HALALituharusTOTAL, total dalam beribadah. Karena halal itu tidak hanya tentang makanan dan minuman tapi juga sesuatu yang kita pakai dan kita gunakan sehari-hari seperti Total Almeera yang menginginkan konsumennya merasa nyaman dengan kehalalan produknya,karena #HALALituharusTOTAL.

Seluruh tim Total Almeera dan ustadz Aa Hadi beserta istri

Apa yang dikatakan ustadz Aa Hadi begitu mengena sekali. Saya jadi semakin tahu bahwa pentingnya melaksanakan ibadah itu dengan hati bersih dan pakaian bersih juga halal. Aah… pengen deh buru-buru nyobain cuci baju dengan Total Almeera. Alhamdulillah lagi, PT Total Chemical Loka membagikan goodiebag yang berisi produk Total Almeera lengkap dari yang bubuk sampai yang cair.

Keesokan harinyapun saya mencoba Total Almeera. Kebetulan sekali stok sabun cuci saya habis, maka bermanfaat sekali goodiebag Total Almeera ini. Pertama-tama cucian saya rendam dengan air yang diberi Total Almeera cair 1 sachet ukuran 40ml kurang lebih 1 jam karena jenis pakaiannya tebal dan berbahan jeans. Proses pencucian sendiri seperti biasa saya kucek dan terkadang disikat, tergantung jenis bahan. Selesai mencuci saya lihat air bekas rendaman keruh,  waah… berarti kotoran yang ada di pakaian terangkat ya karena adanya Total Almeera. Pembilasan saya lakukan 2(dua) kali untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi bekas busa atau kotoran yang tertinggal di pakaian. Kebetulan saya mencuci dengan cara konvensional alias masih menggunakan tangan bukan dengan mesin cuci. Yang saya rasakan, tangan saya tidak merasa panas walaupun cukup lama bersentuhan dengan detergen Total Almeera dan tetap berasa halus tidak licin. Untuk proses penjemuranpun saya lakukan tidak terpapar langsung matahari. Sampai diproses penjemuran saya masih mencium wangi lembutnya Total Almeera. Namun setelah pakaian kering ada beberapa yang hilang wanginya tapi buat saya tidak masalah, mungkin karena begitu kering saya lupa mengangkatnya dari jemuran. Secara keseluruhan menurut saya Total Almeera cocok untuk saya karena tidak membuat tangan saya panas (memunculkan alergi) dan pakaian pun bersih dan yang pastinya halal. Sepertinya saya akan beralih ke Total Almeera karena #HALALituharusTOTAL.

http://www.totalchemindo.com

Twitter : @TotalAlmeera

Instagram : @TotalAlmeera

Fans Page : Total Almeera

Link TVC : https://youtu.be/Wz-wX5FoR8

Link Instagram : https://www.instagram.com/p/BRLw7XdgGS1/

HQ’17

Film

Ketika “Ular Tangga” Bukan Lagi Jadi Permainan Biasa 

Film thriller atau horror sebenarnya bukan jenis film favorit saya. Butuh effort tersendiri untuk berani menonton jenis film tersebut hehehe 😂. Mencoba keberuntungan dan uji nyali waktu pertama kali saya memutuskan untuk ikut mendaftar event nobar film “Ular Tangga ” yang diposting oleh BloggerCrony Community. “Aah.. Gak ada salahnya sekali-sekali nonton film thriller buatan Indonesia, lepas sebentar dari comfort zone sekalian uji adrenalin..hehe “,dalam hati saya berkata.

Film yang dibintangi oleh Shareefa Danish,  Vicky Monica,  Ahmad Affandy,  Alessia Cestaro,  Randa Septian,  Fauzan Nasrul, Yova Gracia ini diproduksi oleh PT Lingkar Film dan disutradarai oleh Arie Azis yang seperti kita ketahui banyak memproduksi film bergenre sama seperti “Suster Ngesot” yang sempat booming di kancah perfilman Indonesia. Film ini juga diproduseri oleh Tommy Soemarni yang usianya baru 14tahun (jadi produser termuda). Wow.. Saya umur 14tahun buat apa ya..? Main bekel dan lompat tali ma teman-teman ☺ .

Sekilas melihat posternya yang suram berefek misteri, membuat saya penasaran untuk menontonnya. Apalagi ada permainan ular tangga yang kotaknya seperti dalam film Hollywood “Jumanji”. Tapi jauh berbeda jalan ceritanya walau menurut saya ada kemiripan di temanya yaitu tentang permainan yang membawa petaka.

Film dibuka dengan adegan Vicky Monica sebagai Fina, mahasiswi cantik yang memiliki indra keenam, yang bermimpi mendapat pertanda buruk akan menimpa teman-temannya. Fina sempat melontarkan kekhawatirannya tentang rencana hiking mereka ke Bagas, kekasihnya (diperankan oleh Ahmad Affandy). Tetapi Bagas tidak mengindahkan bahkan tidak suka ketika tahu Fina masih membaca buku “Dream”nya Sigmund Freud “Kamu tuh terpengaruh buku ini, makanya mimpipun kamu terlalu dipikirin”,sambil berlalu Bagas mengambil buku “Dream” yang Fina bawa.

Hiking yang memang sudah mereka rencanakanpun tetap dijalankan. Fina, Bagas, dan keempat sahabat mereka lainnya (Martha, William, Dodoy dan Lani) pun mulai berangkat dengan dipandu oleh Gina, diperankan oleh Shareefa Danish. Alur cerita mulai bergulir, efek misteri mulai teraba disini. Sesampai di lokasi Gina sang pemandu sempat menegaskan kepada mereka untuk menuruti apa yang dikatakannya untuk tidak meninggalkan jejak di hutan dan tidak mengambil apapun dari sana. Peta pendakian pun sudah diserahkan dengan catatan untuk tidak melanggar jalur yang sudah ditentukan. Namun kecerobohan terjadi yang akhirnya membawa malapetaka bagi mereka. Dimulai dari jalur yang mereka langgar hingga membawa mereka kesebuah rumah tua dan penemuan permainan ular tangga yang terpendam dibawah tanah di sebuah pohon tua. Di sinilah awal petaka dimulai.

img_20170307_175549.jpg
Papan Ular Tangga

Dari penemuan papan permainan ular tangga inilah, satu persatu temannya menghilang setelah mencoba memainkan permainan itu, termasuk kekasihnya Bagas. Misteri berlanjut dengan munculnya tokoh 2(dua)gadis kecil dan nenek penunggu pohon besar, yang berhubungan dengan papan permainan ular tangga. Finapun semakin merasa bersalah, terlebih mendengar cerita dibalik papan permainan ular tangga itu. Akankah teman-temannya kembali? Yang menarik lagi siapakah Gina itu sebenarnya? Apa hubungannya dengan Nenek penunggu pohon besar? 

Antusiasme penonton Ular Tangga 

Akhir film Ular Tangga ini menurut saya menarik karena tidak mudah tertebak. Sound effect pun mendukung jalan cerita, walau terkadang ada backsound lagu yang menurut saya kurang pas. Penasaran? Yuuk tonton keseruan dan ketegangannya di bioskop-bioskop kesayangan kalian. 

Penulis dengan Athiyah Shahab dan Khadijah Shahab, pemeran gadis kecil di film Ular Tangga

HQ’17

My Review

Antara Mitos dan Hoax yang Harus Diperhatikan 

img_20170223_191913_1.jpg

Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat di tunggu-tunggu dan diidam-idamkan oleh pasangan suami istri. Tidak terlepas apakah mereka baru menikah atau bahkan sudah lama. Apabila sedang hamil rasa bahagia pastilah dirasa,namun seringkali ada rasa galau yang dialami dalam menjalani masa-masa kehamilan seputar mitos yang ada. Berbicara tentang mitos,sebenarnya tidak jauh berbeda dengan hoax yang terjadi dan berkembang di sekitar kita terutama hoax di media sosial. 

Terkait dengan hal tersebut diatas, saya mendapat kesempatan dari Indonesia Social Blogpreneur (ISB) untuk menghadiri seminar “Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan” yang diselenggarakan oleh Obsat Beritagar.id yang bekerjasama dengan RS Mayapada dan Beranda Kitchen sebagai tempat berlangsungnya seminar tersebut. 

Ki-Ka : Kartika Susanti, Rahne Putri, dr Yuslam Edi, SpOG, Kinaryosih, Kristin Amelina

Seminar dibuka oleh Kristina Amelina dari Obsat yang menjelaskan bahwa seminar Obsat ini merupakan yang ke 109. Menghadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing, malam itu suasana seminar semakin menarik dengan kehadiran artis cantik Kinaryosih yang juga sedang mengandung 7(tujuh) bulan. 

Mitos dan fakta seputar kehamilan memang terkadang sulit dibedakan. Sebaiknyalah kita mengkonsultasikannya ke dokter spesialis kandungan. Seperti yang dijelaskan oleh dr Yuslam Edi,SpOG  dari RS Mayapada ada beberapa mitos yang ada diseputar kehamilan,diantaranya:

  • Mengkonsumsi kacang hijau dan air kelapa hijau agar sang buah hati memiliki rambut lebat dan kulit yang putih bersih. Padahal faktanya warna kulit dan warna rambut itu didapat berdasarkan genetika (keturunan) dan bukan karena banyak mengkonsumsi makanan tersebut, walaupun boleh-boleh saja minum air kelapa hijau asalkan tidak berlebihan. Karena air kelapa hijau juga mengandung zat elektrolit yang dapat menggantikan cairan tubuh. 
  • Wanita hamil tidak boleh makan daging kambing. Padahal faktanya daging kambing justru lebih baik dari pada daging sapi karena daging kambing lebih banyak mengandung nutrisi dan rendah lemak dibanding daging sapi. 
  • Jangan menambah MSG (Monosodium Glutamate) atau penyedap rasa dalam masakan. Faktanya MSG dibutuhkan oleh otak untuk energi asalkan sesuai takaran yang dianjurkan dan tidak berlebihan, karena kelebihan mengkonsumsi MSG dalam masakan apabila terjadi penumpukan akan mengakibatkan kanker. 

Berbagai mitos di seputar kehamilan memang seringkali membuat para wanita hamil menjadi bingung. Jika mitos saja terkadang tidak benar, kitapun seharusnya juga berhati-hati dengan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoax). 

Seperti yang dikatakan oleh Kartika Susanti dari Turn Back Hoax dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia)bahwa pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini membuat masyarakat dengan mudahnya menyebarkan berita-berita atau informasi yang seringkali tidak benar. Ada jurus 6P yang dapat kita lakukan untuk menepis hoax, yaitu :

  1. Perhatikan hati, seringnya kita menyebarkan info yang belum tentu kita tahu kebenarannya dikarenakan sedang sedih, senang atau gembira. Misalkan kita mendapat info tentang tiket penerbangan murah,tanpa mencek terlebih dahulu karena senangnya. 
  2. Potong rantai,maksudnya STOP menyebarkan kembali info yang kita terima tanpa kita tahu kebenarannya. 
  3. Periksa sumber, jangan langsung percaya, jadilah pembaca aktif dengan mencari sumber berita yang kita terima. 
  4. Periksa redaksi, jangan terkecoh dengan berita yang tersusun rapi dan gaya bahasa menarik. Lakukan verifikasi isi berita dengan mencari sumbernya. 
  5. Pakai akal sehat, seringnya berita-berita yang menyebarkan kebencian banyak tersebar, gunakan akal sehat kita apakah memang layak untuk disebarkan kembali. 
  6. Perhatikan apa yang dishare, jangan langsung percaya. 

     Senada dengan Kartika, begitu pula dengan Rahne Putri seorang Blogger dan Influencer bahwa hoax banyak yang datang justru dari keluarga sendiri. Jadi kita juga harus lebih berhati-hati memilah-milah informasi yang kita dapatkan walaupun  dari orang yang kita percaya tetap harus diperiksa kembali kebenarannya. Seperti yang pernah dialami oleh artis cantik Kinaryosih yang pernah terjebak hoax tiket liburan murah. 

    Pada intinya, mitos di seputar kehamilan selama masih dalam batas kewajaran boleh saja dilakukan tapi yang terpenting yaitu agar wanita hamil jangan stress,jalani kehamilan sesantai mungkin agar sang janin juga merasakan dan konsumsi makanan bergizi. 

    Beranda Kitchen, tempat terselenggaranya seminar

    #turnbackhoax  #mayapadahospital #obsat #mitosdanfaktaseputarkehamilan 
    HQ’17

    My Review

    FINTECH:”What and How to Embrace It”

    Berkembangnya teknologi di berbagai bidang saat ini membawa begitu banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan juga dimotori oleh pergeseran kebutuhan masyarakat agar dapat mengakses berbagai layanan secara lebih mudah, cepat dan aman. Begitu pula dengan bidang keuangan,berbagai layanan berbasis teknologi informasi telah hadir. Alhamdulillah di kesempatan kali ini saya mendapat undangan melalui komunitas Blogger Crony untuk menghadiri seminar edukasi FINTECH : What and How to Embrace It” yang diselenggarakan oleh IndonesiaX, di Mercantile Athletic Club, gedung WTC, Jakarta pada tanggal 27 Februari 2017.

      Indonesia X adalah organisasi non profit yang menawarkan platform Massive Open Online Courses (MOOC) dengan berbagai topik program studi online menarik dari dosen perguruan tinggi terbaik serta manajemen eksekutif perusahaan ternama baik dari dalam maupun luarnegeri, seperti Bapak Rhenald Kasali, Prof Dr Emil Salim, Budianto Andreas Nawawi,MA dan masih banyak lagi.

      Ibu Lucy M Pandjaitan, Presiden Direktur dan CEO Indonesia X

      Seperti yang dikatakan ibu Lucy M Pandjaitan selaku Presiden Direktur dan CEO Indonesia X bahwa “Indonesia X itu terfokus pada pengembangan edukasi dan pelatihan online berkualitas tinggi di Indonesia. Tujuan kami adalah untuk memperluas akses masyarakat kepada pendidikan dan ketrampilan hidup yang berkualitas melalui sebuah platform kursus online terbuka secara besar-besaran (MOOC) dengan perangkat sistem manajemen belajar atau Learning Management System  (LMS) .  

      Jadi masyarakat dapat belajar tanpa harus hadir di kelas,cukup dengan registrasi dan belajar secara online tanpa dikenakan biaya. LMS didesain khusus untuk masyarakat Indonesia yang disajikan dalam bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat kepada pelatihan bersertifikat dan pendidikan terbaik. Ada beberapa alasan mengapa memilih kursus di Indonesia X yaitu :

      • didukung oleh universitas peringkat tertinggi di Indonesia dan perusahaan terbaik, jadi materi kursusnya juga yang terbaik
      • pengajarnya adalah profesor terbaik dari mitra atau manajemen perusahaan yang bermitra dengan Indonesia X
      • seluruh materi kursus dapat diakses melalui website dan kita dapat memilih untuk mendapatkan sertifikat jika lulus ujian online.
      Bapak Dr Sugeng, Deputi Gubernur Bank Indonesia

      Salah satu peran serta Indonesia X dalam mengedukasi masyarakat yaitu dengan menyelenggarakan seminar FinTech ini. FinTech (Financial Technology) adalah layanan keuangan yang berbasis teknologi informasi,misalnya: Fintech payment, perbankan, pasar modal, perkoperasian, dan lain-lain seperti yang dijelaskan oleh Bapak Dr Sugeng selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam pidato sambutan di seminar Fintech kali itu.

      Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dimoderatori oleh Bapak Tri Joko Santoso selaku Kepala FPSB Indonesia ini juga menampilkan narasumber dari berbagai praktisi antara lain :

      1. Junanto Herdiawan,Head of Bank Indonesia Financial Techmology Office
      2. Hendrikus Passagi,Senior Executive Researcher,Department of Strategic Policy Development,OJK
      3. Eddi Danusaputro,President Director and CEO Mandiri Capital Indonesia
      4. Ryu Kawanu Sullawan,Co-Founder and CEO Midtrans
      5. Adrian Gunadi,Co Founder and CEO Investree
      6. Bari Arijono,Founder and CEO Digital Enterprise Indonesia
      img_20170227_094017_1.jpg
      Moderator dan Narasumber yang mengisi seminar FinTech

      Seminar ini juga diisi dengan sesi mini workshop yang dibagi menjadi 3(tiga) kelas yaitu:

      1. Peer to Peer Lending and Payment oleh Bapak Adrian dan Bapak Ryu Kawanu
      2. Regulation oleh Bapak Hendrikus Passagi dan Bapak Junanto Herdiawan
      3. Venture Capital oleh Bapak Eddi Danusaputro
      img_20170227_114607.jpg
      Bapak Adrian Gunadi menjawab pertanyaan di sesi Peer to Peer Lending and Payment

      Dari data Indonesia Fintech Survey 2016 menunjukkan bahwa 78% dari pelaku Fintech di Indonesia memulai usahanya di 2015. Di 2016 terdapat 142 perusahaan yang bergerak di 4 kategori yaitu:

      1. Deposit,Lending and Capital Raising
      2. Payments,Clearing and Settlement
      3. Investment and Risk Management
      4. Market Provisioning

      Diantara kategori tersebut Fintech Payment and Lending memiliki pangsa terbesar yaitu 74%. Hal ini menandakan bahwa Fintech berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum. Diharapkan tranformasi sektor keuangan melalui Fintech ini bisa menjadi momentum untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman,efisien,dan mudah serta memperhatikan kepentingan nasional,perlindungan konsumen dan perluasan akses.

      img-20170227-wa0001.jpg
      Ki-Ka : Bpk Tri Djoko Santoso, Bpk Adrian Gunadi, Bpk Ryu Kawano Sullawan, Ibu Lucy M Pandjaitan, Bpk Eddi Danusaputro, Bpk Hendrikus Passagi, Bpk Junanto Herdiawan

       Seminar dan sesi mini workshop ditutup pukul 13.00 WIB dan peserta dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang dan pengambilan sertifikat. 

      Sertifikat Seminar FinTech yang didapat atas nama penulis

      http://www.indonesiax.com

      HQ’17