Kesehatan, Uncategorized

Ngidam, Nikmati Serunya Yuuk

Ngidam untuk sebagian ibu hamil mungkin dirasa aneh atau ada yang malah biasa aja. Gak berbeda dengan pengalaman saya sewaktu hamil dulu. Oiya, saya sudah mengalami 3 kali kehamilan dan Alhamdulillah ketiga anak saya lahir dengan sehat dan selamat. 

Dari ketiga kehamilan saya itu, saya alami ngidam yang berbeda. Menurut Dr.Med.dr.Damar PrasmusintoSpOG (K) ngidam itu hal yang wajar kok untuk ibu hamil, karena dipicu oleh meningkatnya Peptida Opiod Endogen (POE). Tapi sebaiknya harus dicermati asupan nutrisi yang masuk agar janin tidak kekurangan gizi dan terbentuk dengan baik, jadi jangan asal menuruti keinginan ngidam. 

Dr.Med.dr.Damar Prasmusinto, Sp.OG(K)

Kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi Bunda dan si Kecil dapat menimbulkan resiko negatif pada saat melahirkan, seperti kelahiran prematur atau berat badan kurang. Hal itu pernah lho saya alami sewaktu hamil anak kedua. Selama trimester pertama sampai trimester ketiga saya mengalami mual muntah yang tidak berkesudahan. Duuh rasanya apa yang saya makan itu gak enak dan kalaupun masuk, gak lama pasti keluar lagi.

Hal itu sempat membuat saya khawatir, apakah janin saya ini akan terpenuhi nutrisinya. Apalagi di trimester terakhir saya sempat mengalami pendarahan dan diharuskan bedrest selama seminggu di rumah sakit. Duuh semakin gak karuan deh rasanya, ditambah lagi dokter yang menangani saya mengatakan bahwa janin saya belum cukup berat badannya untuk lahir. Jadi selama 2 bulan sebelum lahir, saya diharuskan mendapat asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendongkrak berat badan janin. 
Alhamdulillah di usia 9 bulan kehamilan dokter mengatakan bahwa saya dan janin mengalami kemajuan yang memuaskan dan janin siap untuk dilahirkan. Ternyata pengaruh sekali ya ngidam dan perubahan emosi ibu hamil ke janin yang di kandung.

Christina Natalia, Marketing Manager Nutricia Sarihusada

Sehubungan dengan ngidam tersebut, Nutricia Sarihusada akan menyelenggarakan “Festival Ngidam SGM Bunda” pada tanggal 2-3 September 2017 di Sumarecon Mall Bekasi. Seperti yang dijelaskan ibu Christina Natalia selaku Marketing Manager Nutricia Sarihusada pada acara media gathering Festival Ngidam SGM Bunda di resto Kembang Goela, 24 Agustus 2017 lalu, bahwa pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan sangat penting agar tumbuh kembang si kecil di kandungan menjadi optimal. 

Selain menerapkan pola makan seimbang, Festival Ngidam SGM Bunda menghadirkan rangkaian aktifitas edukasi nutrisi yang lengkap dan menyenangkan. Karena pada dasarnya ibu hamil itu tidak hanya mengalami kendala dikarenakan ngidamnya itu tapi juga mengalami perubahan emosi dan psikologis.

Rasa cemas dan khawatir seperti yang saya alami itu ternyata dipicu juga oleh baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berupa rasa keinginan akan sesuatu yang bisa saja bunda dapatkan, misalkan ingin makanan yang asam-asam seperti rujak. Dan ngidamnya ibu hamil itu beda-beda lho. Bahkan justru ada yang mengalami ngidam itu sang ayah, karena adanya hubungan psikologis.

Tara de Thouars, BA, M.Psi

Momen ngidam ini sebaiknya dimanfaatkan bunda untuk mengontrol emosi, dengan mengatakan apa yang dirasakan kepada pasangan. Sang ayahpun sebaiknya memberikan perhatian dan siap memberikan dukungan agar bunda menjalani kehamilan dengan rileks dan menyenangkan. Rasa nyaman bunda juga dirasakan oleh si kecil di kandungan lho, sehingga pertumbuhan sikecil bisa optimal, demikian penjelasan Tara de Thouars, BA, M.Psi seorang pakar psikolog keluarga.

Dalam rangkaian kegiatan Festival Ngidam SGM Bunda nanti, bunda diajak untuk mengikuti aneka acara seperti konsultasi seputar kehamilan dan nutrisi, talkshow perencanaan keuangan, juga kelas senam hamil, edukasi laktasi bahkan ada demo masak juga bersama Master Chef Indonesia, lengkap deh.

Rangkaian kegiatannya antara lain ada Ngidam Jajan yang menghadirkan sajian kuliner lezat dan bergizi. Juga ada Ngidam Dimanja dengan fasilitas perawatan kecantikan, relaksasi hingga terapi. Yang ditunggu-tunggu di setiap acara nih yaitu Ngidam Eksis seperti photo booth dan fashion show ibu hamil, seru ya. Tapi gak cuma itu lho, masih ada lagi yaitu Ngidam Ketemu Artis. Nah di tanggal 2-3 September nanti siapa ya kira-kira artisnya yang ada di Festival Ngidam SGM Bunda nanti? Daripada penasaran yuuk kita kunjungi sama-sama dan ikuti rangkaian acaranya.

HQ’17

Advertisements
Quds Say

Merantau, Satu Hal Yang Dulu Mustahil Saya Lakukan

Dari kecil saya tuh orangnya gampang banget mabokan. Bukan mabok dalam konteks minum-minuman keras ya, tapi mabok yang gak kuat bila berada lama-lama melakukan perjalanan dengan mobil atau bus. Gak usahlah sampai setengah hari perjalanan, terkadang baru beberapa jam aja udah gak kuat. Langsung deh, dari yang mulai tangan berkeringat dingin, kepala pusing dan perut berasa mual. Gak terhitung deh yang namanya muntah selama perjalanan.

Makanya walaupun keinginan bepergian besar, tapi kalo ingat betapa tersiksanya selama perjalanan itu bisa bikin jadi drop, bete. Mabokan itu saya alami sampai saya Sekolah Menengah Atas (SMA), walau kadarnya sedikit berkurang. Selama mabokan itu saya jarang ikut bepergian ke tempat-tempat yang harus menempuh perjalanan jauh.

Tetapi, memasuki masa akhir SMA saya sudah mulai sedikit-sedikit bepergian. Gak enak juga ya kalau teman ngajak pergi di akhir pekan saya sering menolak karena takut ketauan kalo saya ternyata mabokan. Dan saya juga gak mau merepotkan teman selama di perjalanan. 

Alhamdulillah, masa SMA merupakan masa yang indah yang saya lewati bersama teman dan juga guru. Banyak kegiatan yang saya dan teman-teman lakukan di sela-sela waktu sekolah. Kebetulan jurusan yang saya ambil waktu SMA adalah jurusan A4 (Bahasa), kalo sekarang gak ada ya. Berbagai ekstra kurikuler saya ambil, salah duanya Palang Merah Remaja (PMR) dan grup paduan suara sekolah, masih disambi juga sesekali ikut mengisi forum majalah dinding (mading) sekolah.

Menjelang akhir semester di kelas 3, banyak waktu luang tersisa. Sementara adik kelas menyiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas, sedang saya dan teman-teman menyiapkan diri untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Sering kami berdiskusi tentang perguruan tinggi mana yang akan kami pilih nanti. Disitulah sering saya dicandai teman-teman kalo saya akan tetap di Jakarta, nemenin tugu Monas biar gak ilang emasnya hahaha. Karena beberapa teman memilih untuk kuliah di luar Jakarta.

Saya sempat hanya tertawa saja membalas canda mereka. Lah naik bis ke kota aja yang dekat saya mabok, gimana kalo kuliah di luar kota yang harus menempuh perjalanan jauh dan jauh juga dari orang tua. Bisa dibilang saya termasuk dekat dengan ibu bapak saya dan tidak pernah berjauhan dengan mereka. Mungkin karena saya berasal dari keluarga besar yang terbiasa selalu berkumpul.

Tapi, sempat juga teringat omongan teman-teman ketika kami membahas hendak kuliah dimana. Ada yang hendak kuliah di Bogor, Bandung, Padang bahkan yang terjauh Makassar. Duuh..kok kayaknya asyik ya, kuliah dan tinggal di kota lain dimana kita sebagai pendatangnya istilahnya kita merantau.

Satu kota yang langsung terbersit di pikiran saya yaitu Yogyakarta. Entah kenapa dari kecil saya suka mendengarkan irama langgam gamelan Jawa, rasanya menenangkan. Dan saya juga suka istana, keraton, bahkan sering menghayal jadi putri keraton hehehe. Kebetulan memang saya terlahir dari kedua orang tua yang berasal dari kota di Jawa Tengah, yaitu Kebumen untuk kampung halaman ibu saya dan Kudus untuk Bapak saya.
Yang saya tahu ketika akhirnya memutuskan untuk memilih Yogya sebagai kota tempat saya kuliah yaitu bahwa Yogya itu kota pelajar. Pasti banyaklah pelajar-pelajar dari berbagai kota disana. Selain itu, jarak Yogya dari Jakarta juga walaupun jauh tapi masih satu pulau dengan Jakarta dan dengan kota kampung halaman kedua orang tua saya. Jadi menurut hemat saya, ya saya bisa sekalian silahturahmi ke saudara-saudara dari ibu bapak saya itu.

Ada sih rasa takut, bagaimana ya kalau seandainya saya gak betah ketika sudah berada di Yogya dan tiba-tiba homesick, kangen dengan ibu bapak, masakan ibu, cerita ibu, adik kakak. Tapi rupanya keinginan saya untuk mencoba tinggal disana semakin kuat. Apalagi biaya hidup dan biaya kuliah di Yogya lebih murah di banding Jakarta. 

Jujur, kami bukan dari keluarga berada tapi orang tua saya sangat menekankan sekali akan pendidikan, tidak peduli laki-laki atau perempuan akan mendapatkan hak yang sama soal pendidikan. Saya pun berpikir, saya ingin sekali kuliah tapi saya juga gak mau jadi memberatkan orang tua apabila biaya kuliah mahal. Oleh sebab itu pilihan saya jatuh pada perguruan tinggi negeri yang notabene biayanya tidak semahal swasta. Konsekuensinya adalah saya harus belajar benar-benar agar dapat lolos masuk ke perguruan tinggi negeri seperti yang saya inginkan. 

Ketika pengisian formulir UMPTN, saya sudah diskusikan sebelumnya dengan kakak laki-laki saya yang kebetulan sudah kuliah di salah satu PTN di Jakarta. Dia sih nyaranin saya untuk memilih PTN yang sama. Tapi saya punya pilihan sendiri, Bismillah saya memilih Yogya sebagai pilihan pertama, Jakarta sebagai pilihan kedua dan Makassar sebagai pilihan ketiga. Makassar?hahaha bukannya lebih jauh ya dari Yogya..Entah ya waktu itu saya pilih karena keromantisan sesaat. Jadi ceritanya orang terdekat saya waktu itu berasal dari kota Makassar, jadi saya berpikiran kalo saya beruntung diterima di PTN di Makassar saya masih bisa dekat dengan dia..hehehe. 

Qadarullah..Allah mengabulkan keinginan saya. Saat pengumuman UMPTN keluarlah nama saya berikut nomer peserta dan PTN yang saya tuju. Alhamdulillah..antara senang tapi juga bingung. Senang karena diterima tapi juga bingung harus jauh dari orang tua, harus mulai mandiri dan melakukan perjalanan jauh. Waah…nano-nano deh rasanya.
Respon orang tua sih ikut senang ya, walau awalnya ibu merasa ragu melepas saya. Wajar ya..saya yang kalo bepergian deket aja mabokan eh kok ini malah mau pergi jauh, lain kota pula. Tapi Alhamdulillah, pada akhirnyapun ibu ikut mendukung. 

Perjalanan itupun akhirnya saya jalani. Persiapan untuk memulai kehidupan baru di Yogya hanya 2 hari sejak pengumuman. Bergegas kakakpun memesan tiket kereta untuk ke Yogya. Mungkin saking excitednya, sepertinya tubuh sayapun mengerti dan mendukung. Selama perjalanan perasaan bercampur aduk, antara senang, gugup, meledak-ledak saking gak sabarnya ingin segera tiba di Yogya kota impian saya.

Perjalanan jauh yang saya kuatirkan selama ini tidak terjadi. Sepanjang perjalanan gak ada tuh kepala pusing, keringet dingin atau perut mual. Hal itu sempat membuat saya heran, tapi saya nikmati saja. Berawal dari perjalanan ke Yogya itulah yang akhirnya membuat saya jadi semakin berani untuk melakukan perjalanan-perjalanan berikutnya.

8 tahun saya menetap di Yogya, dan selama itu disela-sela kesibukan kuliah, juga mulai bekerja sayapun mulai melakukan perjalanan ke berbagai kota di sekitar Yogya. Bahkan perjalanan antar pulaupun juga saya lakukan. Patut saya syukuri selama perjalanan dan berkendara yang namanya mabokan itu jarang banget terjadi. Bahkan setelah Yogya pun saya masih berkesempatan untuk menetap di Bali selama 2 tahun. Ternyata kemustahilan yang saya kira tidak bisa saya lakukan itu bisa saya dobrak.

Seperti kemustahilan yang berhasil didobrak teman-teman saya di Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) yaitu mak Nurul Rahma, Maria Soraya, Yurmawita Adismal, Kania Ningsih dan mak Ike Yuliastuti. Kami berkolaborasi dalam grup KEB Blog Collaborating Rina Soemarno yang mendobrak kemustahilan yang ada di diri kita. Semoga dengan tulisan saya dan teman-teman ini dapat menginspirasi teman-teman lain. Enjoy my writing, maks.

HQ’17

Uncategorized, Workshop

Tips Cepat Membuat Content Marketing

Membuat content untuk blog itu gampang-gampang susah ya. Gampang kalo lagi pas dapat ide bagus dan mood juga lagi oke. Tapi..jadi susah kalo ide lagi entah dimana plus pas lagi moody (itu mah saya ya..hehehe), walaupun ga berlaku tuk semua orang sih. Sebenarnya ada kok tips-tips berkaitan dengan membuat content di blog terutama content marketing supaya blog kita itu rame dan pembaca jadi ga sabar untuk menunggu “what’s next” dari blog kita itu.

Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (27/08/2017) yang merupakan kolaborasi Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan CNI Indonesia. Dibuka oleh Bapak Gusti Alenda selaku Marketing Manager CNI Indonesia yang mengatakan bahwa suatu kehormatan untuk CNI Indonesia dapat berbagi ilmu dengan rekan-rekan blogger, terutama kolaborasinya dengan ISB yang sudah kesekian kalinya itu.

CNI Indonesia adalah perusahaan asli Indonesia yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu dan sudah terdaftar di Asosiasi Pengusaha Penjualan Langsung Indonesia (APPLI). Tadinya saya kira CNI itu produk luar lho..ternyata asli Indonesia dan didirikan di Bandung, Jawa Barat.

Bpk Gusti Alenda, mas Niko Riansyah dan mbk Ani Berta

Dilanjutkan oleh sambutan mbak Ani Berta, selaku founder ISB yang berharap agar kita dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang diberikan dan menerapkannya baik oleh pihak CNI Indonesia dan juga oleh mbak Haya Aliya Zaki nanti. Oiya, khusus mengenai tips dari mbak Haya, saya tulis terpisah di artikel berikutnya.

Adalah mas Niko Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI Indonesia yang kali ini memberikan Tips Cepat dalam Membuat Content Marketing. Paparan mas Niko itu saya rangkum menjadi sebagai berikut:

  • Read alot, in order to write well

Menurut mas Niko, sebagai seorang blogger kita harus banyak banyak membaca. Karena dari membaca itulah kita mendapatkan wawasan tentang apa yang akan kita tulis, selain juga mengasah kemampuan kosakata kita. Ada banyak situs yang membuat content marketing yang bagus yang dapat kita jadikan acuan, seperti: Content Marketing International, Coppy Blogging, Hubspot, dll.

  • Identify, then understand your target audience

Usahakan dalam membuat content itu kita sudah tahu target pembaca kita. Jadi apa yang kita tulis itu memang benar-benar bermanfaat dan mengena. Setelah mendapatkan target pembaca yang kita inginkan, maka cobalah posisikan diri kita sebagai pembaca yang membutuhkan content yang mereka cari. Dengam memahami kebutuhan mereka, maka kita dapat dengan mudah membuat mereka untuk stay lebih lama di blog kita.

  • Look for relevant content, continuosly

Jadikan content blog kita itu content yang relevant, yang saling berhubungan, berkesinambungan. Sehingga pembaca akan terus menanti apa nih kelanjutan (what’s new) dari blog kita tersebut.

  • Publish free, long-term content

Buat blog kita itu mudah diakses tanpa harus registrasi terlebih dahulu. Karena kalau blog kita susah diakses bagaimana google dapat menandai content kita. Otomatis mengurangi pengunjung dan pembaca blog kita.

  • No copy paste

Wah..say Big No lah untuk copy paste. Content yang bagus itu haruslah hasil karya asli si penulis, bukan dari mengcopy paste karya orang lain. Practice makes perfect, semakin sering berlatih pasti.akan menghasilkan content terbaik daripada mengambil jalan pintas mengcopy punya orang lain.

  • Be creative and unique

Jadilah content writer yang kreatif dan unik, yang membedakan dari content-content yang lain. Sebaiknya punya ciri khas yang menjadi keunikan tersendiri.

  • Use social media to inform, distribute and converse

Jadikan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan content-content yang ada di blog kita. Melalui sosial media juga tulisan-tulisan kita jadi terbaca oleh target pembaca kita yang memang membutuhkan content yang tepat dengan mereka. 

  • Outsource as needed.

Sebagai media penyebaran atau pengenalan produk, sosial media juga diperlukan. Tenaga buzzer pun sekarang juga banyak diperlukan sebagai salah satu outsourcing penyebaran atau pengenalan produk.

  • Measure, quantify, adjust

    Lakukan tolok ukur sudah sesuai targetkah content yang kita buat itu kena ke pembaca. Tolok ukurnya bisa kita lihat dari pengunjung yang datang dan membaca content kita.

    Semoga dengan tips cepat membuat content marketing ala mas Niko dari CNI ini dapat membuat saya dan teman-teman jadi lebih mengerti bagaimana membuat content yang menarik tapi juga mempunyai keunikan tersendiri.

    Terima kasih CNI Indonesia untuk ilmu bloggingnya yang bermanfaat ini. Yang mau kepoin akun media sosial CNI Indonesia, yuk cekidot disini.

    http://www.cniindonesia.com

    Facebook : CNI Indonesia

    Twitter : @cni_id

    Instagram : CNI Indonesia

    Uncategorized, Workshop

    Tips Haya Aliya Zaki Menang Lomba Blog

    “Yaah dia lagi, dia lagi yang menang. Dia deket sih ma juri dan panitianya tuh, saya mah apa sih cuma blogger baru”. Pernah donk ya kita dengar ucapan begitu saat mendengar pengumuman suatu lomba blog atau kita sendiri yang pernah ngucapinnya? Itu yang negatifnya, jangan lah ya.. Justru sebaiknya kita harus berpikiran positif dan semakin termotivasi . Kalo kata mbak Haya kejar tuh, yang menang lomba blog itu tulisannya seperti apa. Siapa tau kita malah jadi dapat ilmu dari tulisannya itu.

    Untuk dapat memenangkan suatu lomba blog ternyata ada kiat-kiatnya lho. Kali ini bersama CNI Indonesia dan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), saya berkesempatan mengikuti workshop dengan tema “How to Win Blogging Contest” pada 27 Agustus 2017 lalu. 

    Seringkali saya merasa pesimis kalo mau ikut lomba blog, entah karena penyelenggaranya ataupun karena pesertanya yang sudah senior. Duuh, padahal setiap blogger pantas mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba blog ya. Selain mengasah kemampuan menulis juga mendapatkan pengalaman dari lomba itu sendiri juga pastinya tergiur hadiahnya ya.

    Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berkolaborasi antara CNI Indonesia dan ISB, menghadirkan mbak Haya Aliya Zaki sebagai narasumbernya. Seorang momblogger, content writer juga pemenang berbagai lomba blog dan juri di berbagai lomba penulisan. Jam terbangnya udah tinggi banget deh.

    Haya Aliya Zaki,momblogger, content writer.

    Mbak Haya pertama kali ikut lomba blog itu karena ajakan mbak Ani Berta, founder ISB. Beliau pikir masa’ sih lomba blog aja hadiahnya kece-kece banget, ada gadget, uang berjut-jut, jalan-jalan yang rasanya ga mungkin. Mbak Haya pun mulai lah ikut lomba blog. Jatuh bangun saat ikut lomba blog pun pernah mbah Haya rasakan.

    Pada suatu lomba pernah ada peserta yang tulisannya itu copy paste dari tulisan mbak Haya dan dia menang. Duuhh..kayak apa ya kecewanya, sayangnya waktu itu mbak Haya ga berani ngomong apa-apa hingga beberapa lama ke penyelenggara. Namun akhirnya mbak Haya ngomong ke penyelenggara bahwa si pemenang sudah meng-copy paste dari tulisannya berikut bukti-buktinya. Kejadian itu menjadi pelajaran tersendiri untuk mbak Haya.

    Namun dari itu semua sudah banyak pencapaian yang mbak Haya dapatkan. Salah satunya yaitu memenangkan lomba blog yang hadiahnya berupa jalan-jalan ke Singapura. Semoga dengan sharing tips ini menjadi motivasi dan penyemangat saya juga teman-teman untuk mengikuti ajang lomba blog dan membuat konten artikel yang menarik.

    Nah..untuk itulah mbak Haya berbagi ilmu bagaimana sih cara kita memenangkan suatu lomba blog dengan jujur dan berkualitas, bukan hasil copy paste karya orang lain. Poin-poin tips dari mbak Haya, saya rangkum sebagai berikut:

    • Passion, kenapa passion? Sama lah kalo kita mau makan,pakai baju, pasti kita pilih makanan/baju yang kita suka. Begitu juga dengan mengikuti lomba blog, pilih yang kita suka, dan yang kita mengerti.
    • Nama blog, what is a name? Tentulah penting. Gak mau donk tiba-tiba ada nama blog yang misalkan saja bernama upilkudotcom sedangkan dia bermaksud untuk mengikuti lomba blog yang brandnya brand kuliner. Itu sama aja menjatuhkan diri sendiri ya. Pilihlah nama blog yang sesuai dengan brand diri, tidak harus dotcom (TLD)kok, yang penting contentnya bagus dan menarik.
    • Tampilan blog juga harus bersih, pakai aja warna putih warna yang ramah untuk mata. Jangan terlalu banyak widget, iklan pop up yang malah mengganggu pembaca untuk membaca artikel kita. Buat seminimalis mungkin dan gunakan font yang jelas, gak usahlah pake font yang berukir-ukir yang malah bikin pusing liatnya.
    • Tema, perhatikan baik-baik tema yang dilombakan, apakah berhubungan dengan brand atau tidak.
    • Penyelenggara lomba. Seperti yang kita ketahui, lomba blog diadakan salah satunya untuk menambah citra positif brand penyelenggara. Maka pastikan brand tersebut bersih dan tidak sedang dalam suatu kasus atau tersangkut kasus.
    • Jurinya siapa? Penting lho kita tahu juri suatu lomba blog itu, karena kita bisa melihat dari selera mereka, misalkan ada yang suka storry telling.
    • Cermati peraturan lomba, perhatikan panjang kata yang kita gunakan, banner brand yang harus kita tempelkan di blog, backlink juga keyword. Perhatikan baik-baik keyword yang sering ditampilkan brand penyelenggara lomba di akun sosial media mereka. Oleh sebab itu kita harus follow akun sosmed mereka untuk mendapatkan informasi itu.
    • Riset, lakukan riset sederhana supaya kita dapatkan informasi yang faktual. Googling itu termasuk riset juga lho, jadi gak harus wawancara narasumber. Riset yang kita lakukan agar konten yang kita buat itu kita kuasai permasalahannya. Konten bisa berupa tulisan, foto-foto, infografis dan video. Cari konten yang paling kita kuasai. Referensi dari buku, jurnal, link web resmi dan institusi juga bisa kita lakukan untuk mendukung riset tersebut. Untuk referensi wikipedia, mbak Haya tidak merekomendasikan karena wikipedia bisa diedit infonya oleh siapa saja. Jadi dikuatirkan infonya kurang valid.
    • Blogwalking, mbak Haya menyarankan blogwalking ke sesama peserta lomba dimaksudkan bukan untuk mencuri ide, tapi untuk melihat apa yang sudah disentuh oleh si pemilik blog. Jadi kita bisa mengira-ngira oohh ternyata dia mengupas dari segi kualitasnya, misalkan, maka kita dapat menyentuh sisi lainnya.
    • Softselling. Walaupun sedang mengikuti lomba, sebaiknya gunakan kalimat pembuka yang menarik. Pembaca membutuhkan informasi dari konten yang menarik, yang membantu pembaca memecahkan masalah atau mencari solusi yang persuasif, natural dan personal. Jangan terlalu fokus pada menjual yang berlebihan. Lebih bagus lagi kalau kita bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, atau bisa juga pengalaman orang lain sebagai user experience. Hindari penyebutan nama brand yang berulang-ulang hampir di tiap paragraf. Jangan lupa juga tidak boleh menyebutkan nama kompetitor apalagi sampai membandingkan. Jatuhnya jadi seperti black campaign.
    • Rumus 5W+1H berlaku juga kok dalam blogging. Rumus tersebut membantu kita menyusun step by stepnya.
    • Editing, penting lho editing ini. Terkadang karena diburu deadline kita tidak begitu memperhatikan proses editing. Perhatikan tanda baca, karena salah tanda baca bisa berarti lain. Gunakan kalimat pendek, maksimal 14 kata 2 baris dan gunakan kalimat aktif. Selain itu juga hindari penggunaan jargon-jargon, singkatan yang tidak berhubungan dan juga typo.
    • Deadline. Perhatikan deadline, jangan sekali-kali melakukan posting artikel yang masih mentah hanya karena supaya linknya keluar sesuai deadline. Mbak Haya menegaskan sekali karena itu termasuk curang, dimana artikel yang masih mentah sudah dipublish, lalu baru diedit sedemikian rupa hingga akhirnya menjadi artikel yang mulus.
    • Share ke sosial media dan jangan lupa mention si penyelenggara. Jangan lupa tetaplah berinteraksi walau artikel sudah dipublish. Ajak pembaca untuk berinteraksi dengan menjawab komen-komen mereka.

      Last but not least, dari paparan tips yang mbak Haya sampaikan, kita harus banyak membaca. Baca baca dan baca, karena dengan membaca tulisan kita menjadi berwarna. Menang atau kalah adalah suatu keputusan, tapi jangan jadikan kemenangan sebagai patokan, tapi keinginan dan proses yang kita jalani itulah yang terpenting. Yang mau intip blognya mbak Haya, yuuk cekidot di http://www.hayaaliyazaki.com dan http://www.ceritamelalak.com

      Winning isnt everything, but wanting to win is.    – Vince Lombardi

      Penulis dan mbak Haya Aliya Zaki, Terima kasih ilmunya mbak.

      HQ’17

      Film, Uncategorized

      “An Inconvenient Sequel: Truth to Power” Ajakan Al Gore Untuk Memikirkan Perubahan Iklim Dunia

      Isu perubahan iklim global dan dampaknya belakangan ini semakin gencar dihembuskan. Berbagai negara dengan alasannya masing-masing ada yang menanggapi positif dengan isu perubahan iklim global, tidak sedikit yang menanggapi negatif.

      Momentum Kesepakatan Paris 2015 yang berhasil dibubuhkan untuk memerangi perubahan iklim sudah sepatutnya kita dukung. Karena isu perubahan iklim itu bukan hanya melibatkan satu negara tapi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

      Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat menggagas film An Inconvenient Truth pada tahun 2006. Tahun 2017 ini beliau merilis kembali film dokumenter terbarunya yaitu “An Inconvenient Sequel: Truth to Power”. Adalah The Climate Reality Project Indonesia bekerjasama dengan Paramount Pictures mengadakan pemutaran perdana film tersebut di Epicentrum XXI, Jakarta pada 21 Agustus 2017.

      The Climate Reality Project Indonesia yang didirikan tahun 2009 organisasi nirlaba dengan Amanda Katili Niode PhD sebagai Manager, yang merupakan bagian dari The Climate Reality Project yang didirikan tahun 2006 oleh Al Gore yang membantu warga di seluruh dunia menemukan kebenaran dan mengambil langkah penting untuk mewujudkan perubahan.

      Al Gore dalam film An Inconvenient Sequel: The Truth to Power ini menceritakan perjuangannya berkeliling dunia melatih pejuang-pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional. Begitu banyak momen yang mengharukan juga yang menginspirasi saat beliau mengejar gagasan inspirasional bahwa walaupun berisiko tinggi, bahaya perubahan iklim dapat diatasi dengan akal dan semangat manusia. 

      Kegigihan Al Gore di film yang pertama membuahkan hasil dengan adanya momentum Kesepakatan Paris 2015. Namun semua usaha itu masih harus diperjuangkan lagi seperti yang beliau ungkapkan di film keduanya. Kegigihan beliau berkeliling dunia melatih pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional.

      Pemanasan global itu nyata adanya, begitu banyak peristiwa-peristiwa alam yang menandakan pada perubahan iklim itu sendiri.  Penyebab utamanya adalah manusia dan pengaruhnya sangat dahsyat jika tidak kita sikapi. Tanpa kita sadari krisis iklim itu isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang.

      Selain film An Inconvenient Sequel: The Truth to Power ini, Al Gore juga sekaligus meluncurkan buku dengan judul yang sama. Penelitian dari para ilmuwan terkemuka diseluruh dunia, juga pengalaman berdasarkan pengamatan pribadi didukung foto-foto yang mendokumentasikan pemanasan global tersebut.

      Pemutaran film ini diharapkan dapat membuka mata hati dan kepedulian masyarakat juga akan pentingnya isu perubahan iklim ini. Dan sudah seharusnya kita menciptakan gebrakan seputar isu tersebut. Dunia bukan hanya punya segelintir orang atau negara, dan menjadi tugas umat manusialah untuk menjaga dan peduli akan keberlangsungannya, bukan dengan mengeksploitasinya.

      Fight like your world depends on it

      http://www.inconvenientsequel

      Facebook : @An Inconvenient Truth

      HQ’17

      Kesehatan, Uncategorized

      Berikan Penanganan Tepat Agar Indonesia Merdeka Diare

      Siapa sih yang anaknya ga pernah ngalamin diare? Pasti pernah ya, walau cuma sekali atau dua kali. Anak-anak saya pun begitu juga pernah ngalamin diare. Diare itu apa sih ya? Penyebabnya apa dan bagaimana pencegahan dan penanganannya?

      Menurut data Riskesda 2013, menyebutkan bahwa 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Waahh..ternyata hampir tidak ada anak yang tidak pernah kena diare ya. Dengan data tersebut, tentu dibutuhkan penanganan yang tepat ya, supaya tidak berdampak buruk bila dibiarkan berlarut-larut.

      Aah.. Cuma diare aja, paling sebentar juga sembuh. Masih ada lho yang mengatakan seperti itu ketika si kecil mengalami diare. Sebaiknya jangan ya teman, karena diare yang tidak ditangani dengan tepat dapat berpengaruh ke tumbuh kembang anak lho, salah satunya berat badan anak.

      Pada Selasa, 22 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan hadir pada Kampanye Edukasi #IndonesiaMerdekaDiare yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada di Kembang Goela Resto, Jakarta. Dihadiri oleh ibu Nabhila Chairunnisa, Brand Manager Digestive CareSariHusada, ibu Dr.Ariani Dewi Widodo, Sp.A, ibu Maria Melisa, Head of Brand SGM Bunda dan Cindy Charlota, public figure mom.

      Diare itu sebenarnya salah satu penyakit umum yang diderita anak, yaitu kondisi dimana penderita mengalami BAB (Buang Air Besar) lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair. Penyebab umumnya adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.  Tapi penyebab terbanyaknya adalah Rotavirus, dan sebagian anak yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa.

      Intoleransi laktosa adalah keadaan saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, diantaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase itu berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna itulah yang akhirnya tidak dapat diserap menyebabkan diare semakin berat, kembung dan feses (tinja) berbau asam.

      Diare pada anak ga bisa dianggap sepele ya, karena diare termasuk penyebab kematian pada anak nomer 2 tertinggi di Indonesia (WHO 2012). Resiko lain dari diare juga dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, anak juga beresiko lebih pendek ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya, bahkan anak yang sering terkena diare itu beresiko memiliki IQ lebih rendah.
      Oleh sebab itu, orang tua terutama ibu harus lebih memperhatikan asupan nutrisi anak ketika diare agar tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi. Ada 5 hal penting yang harus ibu lakukan ketika anak mengalami diare, yaitu:

      1. Untuk anak yang masih mendapatkan ASI, teruskan pemberian ASI karena ASI adalah yang terbaik
      2. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit, juga tambahan zinc
      3. Konsultasikan ke tenaga medis
      4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan anak
      5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

      Penanganan dirumah pada anak saat diare boleh saja dilakukan, namun apabila terlihat kondisinya semakin parah atau tidak membaik ya sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk penanganan lebih intensif. Kapan sih anak harus dirangani dokter atau ahli medis segera?

      • Bila BAB sangat sering dengan feses yang sangat cair
      • Muntah berulang-ulang
      • Tampak sangat haus atau lemas tidak dapat minum lagi
      • Buang air kecil sedikit, pekat atau tidak ada
      • Feses bercampur darah
      • Tidak tampak membaik dalam 3 hari

      Asupan nutrisi yang baik saat dan setelah diare sangat penting agar anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya. Pemberian susu pada anak ketika diare sebenarnya diperbolehkan, agar jangan susu encer. Karena apabila kita memberikan susu encer, si anak tidak akan mendapat nutrisi sebagai pengganti cairan yang hilang ketika diare. Jadi sebaiknya tetaplah berikan nutrisi yang cukup untuk mempercepat proses pemulihan fungsi usus normal yaitu mencerna, menyerap dan memberikan energi.

      PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) dan PT Sarihusada General Mahardhika (Sarihusada) berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada anak pada awal kehidupan. Nutricia dan Sarihusada secara aktif bekerjasama mberikan edukasi dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia.

      Untuk mengkampanyekan #IndonesiaMerdekaDiare Sarihusada mengeluarkan video tentang edukasi mengenai diare yang dapat kita lihat melalui channel Youtube bersama Prof Nutri. Ada 4 video mini seri yang telah dibuat Sarihusada, yaitu:

      1. Episode 1: Dampak Diare
      2. Episode 2: Kenali Diare
      3. Episode 3: Jenis Diare
      4. Episode 4: Hal Penting Hadapi Diare

      Diharapkan dengan adanya informasi penting mengenai penanganan dan pencegahan diare pada anak menjadi pengingat bagi ibu saat anaknya mengalami diare. Dan penanganan yang tepat dapat menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal dan menjadi generasi bangsa yang bebas dari diare.

      Ibu Nabhila Chairunissa, Dr.Ariani Dewi Widodo, Sp.A, Cindy Charlotta

      Facebook : Nutrisi Untuk Bangsa

      Instagram : @nutrisibangsa

      Twitter : @Nutrisi_Bangsa

      HQ’17

      Seni Budaya, Uncategorized

      Menapaki Betawi dalam Lukisan Sarnadi Adam

      Karya seni di Indonesia sangat beragam, mulai dari seni musik, seni suara, seni tari, seni lukis, bahkan seni pertunjukan. Banyak sudah seniman-seniman kita yang telah melanglang buana dan terkenal dengan hasil karyanya. 

      Sebut saja Bagong Kussudiardjo dengan seni tari dan pertunjukannya, Idris Sardi dengan seni biolanya, tak terhitung penyanyi kita yang juga terkenal misalnya Ruth Sahanaya, Raisa, KD, Titi DJ, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan seni lukis ada maestro pelukis Affandi yang karyanya disejajarkan dengan maestro pelukis kenamaan dunia lainnya.

      Sarnadi Adam, pelukis Betawi yang juga dosen UNJ

      Keanekaragaman suku di Indonesia juga menghasilkan banyak seniman yang berbakat dengan menampilkan ciri khas kedaerahannya. Adalah seniman asli Betawi yaitu Sarnadi Adam yang kali ini menggelar pameran hasil karyanya dari tanggal 20-25 Agustus 2017. 

      Suatu kehormatan bagi saya dan rekan BloggerCrony dapat menghadiri acara peresmian pembukaan pameran karya beliau. Berkolaborasi antara Aston Marina Ancol dan Merpati Training Center dalam rangka memeriahkan hari kelahiran Indonesia ke 72, pameran lukisan Sarnadi Adam diselenggarakan di lobby hotel Aston Marina Ancol yang didukung juga oleh Women Radio.

      Aston Marina Ancol adalah salah satu hotel naungan Archipelago International, yang beroperasi sejak 2008. Berlokasi di jantung Jakarta Utara yang berdekatan dengan pusat rekreasi air dan pantai, menjadi Aston Marina sebagai tempat yang nyaman seperti rumah sendiri. 

      Dengan fasilitas lengkap dan service prima, Aston Marina Ancol menggandeng Merpati Training Center (MTC) dalam mendukung apresiasi seni anak bangsa. MTC yang diresmikan tahun 1995 oleh Mentri Perhubungan didirikan untuk memfasilitasi kebutuhan training internal tapi juga perusahaan penerbang lain. Seperti yang dikatakan bapak Alfandi Yuniar Luthfi selaku Direktur Utama Merpati bahwa MTC bangga jadi bagian perhelatan pameran lukisan Sarnadi Adam ini.

      Sarnadi Adam, putra asli Betawi kelahiran Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan 27 Agustus 1956 ini menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Seni Rupa Indonesia dan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Beliau merasa terharu sekaligus bangga bisa ikut mengharumkan nama Indonesia juga tanah kelahirannya ke kancah seni lukis dunia.

      Bapak Sarnadi Adam dan Bapak Oesman Sapta Odang diantara pejabat undangan

      Karena seperti yang dikatakan Bapak Oesman Sapta Odang, Ketua Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta dalam sambutan peresmiannya, bahwa pemerintah dalam hal ini DPD DKI Jakarta mendukung seniman lokal untuk berkreasi dan berkarya. Tidak banyak pelukis Betawi di Indonesia dan sudah sepatutnya kita ikut merasa bangga dan mengapresiasi karya mereka.

      Sudah banyak karya-karya Sarnadi Adam yang dipamerkan ke berbagai negara seperti Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Belgia, Luxemburg, New York, New Jersey dan Boston. Bahkan lukisan beliau banyak di koleksi di berbagai lembaga maiupun perseorangan, seperti di Dewan Kesenian Jakarta, Bentara Budaya, Museum Jakarta, Bank Indonesia, gubernur bahkan presiden.

      Aktif melukis tidak menghalangi aktifitas beliau sebagai dosen di jurusan Seni Rupa, Universitas Jakarta. Beliau aktif dan konsisten menyelenggarakan dan mengikuti pameran yang bertujuan pengangkatan eksistensi diri dan bentuk pertanggungjawaban diri sebagai seniman.

      Pameran lukisan Sarnadi Adam ini juga dimaksudkan untuk pelajaran bagi masyarakat terutama generasi muda. Tema yang dihadirkan tidak jauh dengan keseharian masyarakat Betawi pada jamannya. Sarnadi Adam sangat detail menembak sisi seni kehidupan masyarakat Betawi.

      Warung dikampung Rawa Simprug
      Kondangan

      Menatap masa depan

      Ada sekitar 26 lukisan dengan tema berbeda, mulai dari penari Betawi, perkampungan Betawi, kehidupan nelayan masyarakat Betawi juga tradisi Betawi seperti kondangan. Sisi religiuspun juga tidak lepas dari tangkapan beliau dengan menghadirkan lukisan Kabah yang saya interpretasikan sebagai wujud kerinduan dan keberserahan pelukis kepada Sang Pencipta.

      Saya memang bukan pengamat seni profesional, tapi kebetulan juga saya suka melukis dan suka lukisan. Menjadi ketertarikan sendiri bagi saya akan lukisan beliau yang sebagian besar menampilkan sosok perempuan, terutama penari asli Betawi dengan kostumnya yang berwarna merah kuning.

      Pameran lukisan beliau ini berlangsung hingga 25 Agustus 2017 mendatang. Untuk peminat dan penikmat seni lukis yuuk hadiri pameran ini. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi pelukis-pelukis yang dapat menyelengarakan pameran hasil karyanya.

      HQ’17

      Kuliner, Uncategorized

      Oleh-oleh Kekinian, Lapis Bogor Talubi

      Berkunjung ke kota Bogor, gak afdol ya kalo gak nyobain aneka kuliner disana. Ada berbagai macam kuliner yang pengennya sih dicobain semua..hehehe. Tapi kayaknya gak mungkin ya kalo berkunjungnya cuma sebentar.

      Nah..beberapa hari lalu saya sempet main-main nih ke Bogor. Ga lama sih karena kebetulan ada suatu urusan. Sepanjang perjalanan, biasanya sih saya cek email atau buka akun sosmed. Ketika saya buka akun instagram saya, ada banyak tuh berseliweran foto-foto teman yang bertema kuliner. Duuhh..baru liat fotonya aja udah ngiler gimana liat aslinya ya.

      Mata saya tertumbuk pada satu foto yang menurut saya menarik, yaitu foto kue lapis kekinian. Warnanya eye catching banget dan terlihat menggugah selera. Penasaran donk saya langsung buka akun siapa ya si empunya foto itu. Ternyata itu adalah salah satu produk unggulan dari Bika Bogor Talubi yaitu Lapis Kekinian Talubi.

      Saya pikir mumpung di Bogor nih, kayaknya oke juga kalo saya mampir ke toko lapis kekinian itu. Tapi begitu saya cek agenda saya, ternyata saya tidak bisa berlama-lama di Bogor karena masih ada janji dengan teman di Jakarta. Duuhh.. padahal pas lagi ke Bogor ya..kan bisa sekalian tuh mampir ke toko lapis itu.

      Akhirnya setelah selesai urusan, saya pun kembali ke Jakarta. Masih penasaran donk dengan lapis kekinian Talubi itu, sayapun ceki-ceki instagramnya lagi. Ternyata mereka mengeluarkan produk Special Edition Kemerdekaan bertema 17an, yaitu Lapis Kekinian Merah Putih. 

      Lapis Kekinian Talubi itu ada 5 (lima) varian rasa, yaitu Talas Original, Red Velvet Vanila, Talas Green Tea, Talas Oreo dan Talas Coklat. Dengan tampilan lebih unik, tekstur lebih lembut dan tentunya membuat jadi ketagihan. Sayapun penasaran nih pengen coba. Ternyata walaupun mereka mempunyai 3 (tiga) outlet yaitu di Jl Padjajaran dan Jl Sholeh Iskandar, Bogor juga di Jl Raya Gadog, Puncak, mereka juga melayani layan antar. 

      Wahh..pas banget donk ya, jadi yang pengen nyobain Lapis Kekinian Talubi bisa langsung order dan diantar sampai kerumah. Soal harga pun menurut saya cukup affordable loh, dengan IDR25.000 untuk semua varian rasa. Sayapun mencoba 3 variannya, yaitu Talas Original, Talas Coklat dan Merah Putih. Gak usah khawatir mereka mengirimnya dengan jasa pengiriman JNE Yes yang sehari sampai.

      Lapis Kekinian Talas Coklat

      Begitu lapis kekinian tiba, sayapun penasaran pengen buru-buru nyobain. Yang saya suka dari lapis kekinian talas coklat yaitu teksturnya beneran lembut lho.. Begitu dipotong terlihat teksturnya yang lembut, yang ditengahnya terdapat lapisan pastry yang renyah dengan coklat yang double sedouble-doublenya. Rasa manis di lapis kekinian talas coklat ini pas, gak bikin enek.

      Lapis Kekinian Talas Original

      Gak jauh berbeda dengan yang rasa talas original. Jenis lapis kekinian ini rasanya pun menurut saya tidak terlalu manis dan cocok untuk selera saya. Dengan warna kuning krem muda menurut saya memang menampilkan warna aslinya.

      Edisi Special Kemerdekaan, Lapis Kekinian Merah Putih

      Nah..kalo yang edisi spesial ini yaitu Lapis Kekinian Merah Putih. Berhubung bulan Agustus adalah bulan lahir negara kita NKRI, maka Lapis Kekinian dari Bika Talubi Bogor ini menggelar edisi kemerdekaan. Bolu vanila yang digulung dengan lembaran pastry di tengah, dihiasi taburan manisnya gula putih bubuk dan red velvet cookies dibagian lainnya dengan rasa vanila. Rasanya lembut, apalagi makannya ditemani secangkir teh/kopi hangat di sore hari bersama keluarga. Waahh… pasti nikmat ya.

      Ga nyesel deh udah order dan nyobain 3 varian lapis kekinian Talubi itu. Kapan-kapan mau deh cobain varian lainnya. Karena Bika Talubi Bogor ini juga menjual aneka cemilan lain. Sayangnya saya kok ga menemukan yang varian keju ya. Moga-moga kalo ada kesempatan ke outletnya mau request yang varian keju atau durian kali ya…hahaha.

      Untuk lebih lengkapnya bisa kok cek-cek di media sosialnya. 

      Kalo ada yang enak, ngapain beli yang mahal??

      Bika Bogor Talubi

      Buka : 07.00 – 22.00 setiap hari

      Jl. Padjajaran 20 M, Bogor

      Jl. Sholeh Iskandar 18B, Bogor

      Jl. Raya Gadog, sebelah Vimala Hills, Puncak, Bogor

      Instagram : @bikabogor

      HQ’17

      Kesehatan, Uncategorized

      Psoriasis Tidak Menular dan Bisa Disembuhkan 

      Sewaktu kecil, saya punya teman yang sebagian kulit wajahnya terlihat merah menebal seperti flek-flek. Saya dan teman-teman merasa kasihan melihatnya. Seringkali saya melihatnya menutupi wajahnya dengan. Terkadang ada beberapa teman yang suka meledek. Saya bisa ikut merasakan kegundahan hatinya.

      Awalnya saya tidak tahu termasuk penyakit kulit apakah yang menimpa teman saya itu. Tadinya saya pikir sejenis tanda lahir/tompel (birthmarks). Tapi teman saya bilang kalau lingkaran merah di pipinya itu berasa panas, perih dan gak enak sekali. Apalagi temen saya itu perempuan, saya merasakan sekali rasa sedihnya ketika ada yang mengolok-olok dia karena bercak merah di pipinya itu. Ternyata itu sejenis psoriasis, penyakit kelainan pada kulit.

      Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menghadiri Press Conference peluncuran obat untuk penderita psoriasis dari Novartis. Tanggal 16 Agustus 2017, bertempat di Conference Room, Hotel Westin, Jakarta saya beserta rekan-rekan media dan blogger mendapatkan pengetahuan baru tentang psoriasis dan penyembuhannya.

      dr.Danang Tri Wahyudi, SpKK, spesialis kulit RS Dharmais

      Jadi, apa sih sebenernya psoriasis itu?Berbahayakah? Menularkah? Seperti yang dijelaskan oleh dr.Danang Tri Wahyudi Sp.KK(K), spesialis kulit dari RS Dharmais dan Dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa Psoriasis adalah penyakit autoimun umum yang tidak menular. 

      Plak psoriasis adalah bentuk paling umum dari penyakit ini dan pada kulit terlihat ruam merah yang timbul dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit atau disebut psoriasis palmoplantar, diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis.
      Pasien dengan psoriasis bukan hanya menanggung rasa gatal, kering dan menyakitkan tapi juga seringkali menimbulkan stress karena merasa malu dan ditolak di lingkungan atau bahkan keluarga. Seperti video testimoni drg Rio Suwandi yang mengalami beban mental yang berat bahkan beberapa kali mencoba untuk bunuh diri karena penyakitnya ini. Psoriasis juga bahkan diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya seperti diabetes, jantung dan depresi.

      Penyebab psoriasis tidak diketahui, tetapi faktor genetik dan kelainan imunologi dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu stress psikologik, konsumsi alkohol, merokok, sinar matahari, infeksi bakterial, trauma fisik dan adanya gangguan metabolisme.

      Psoriasis di Indonesia menyebar dari Sabang sampai Merauke dan biasanya dimulai pada usia 10-30 tahun, dibawah usia 15 tahun biasanya ada riwayat psoriasis dalam keluarganya. Jadi psoriasis bisa terkait dengan genetik, pria dan wanita dapat menderita penyakit ini.
      Pasien psoriasis harus menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosa klinis yang akurat dengan mempelajari pengalaman pasiennya. Kalau dulu obat yang harus digunakan pasien itu berupa salep atau krim yang harus dioleskan setiap harinya. Dan itu seringkali juga membuat pasien merasa bosan karena aktifitas jadi terganggu.

      Adalah Novartis Indonesia yang kini meluncurkan secukinumab, pengobatan baru bagi pasien psoriasis di Indonesia untuk mendapatkan kondisi kulit yang lebih baik. Secukinumab adalah obat biologis – protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi.

      Hadirnya secukinumab di Indonesia diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pengobatan untuk peningkatan hasil pengobatan yang lebih baik, juga kendali untuk penyakit psoriasis itu sendiri. Dengan metode PASI (Psoriasis Area and Severity Index) yaitu metode untuk menentukan hasil dari studi klinis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik dan tebalnya plak psoriasis dan sebarannya di permukaan tubuh. 

      Skor PASI yang meningkat mengindikasikan perbaikan kondisi psoriasis pasien untuk mendapatakan kondisi kulit yang hampir bersih atau bersih. Pengobatan baru ini diharapkan dapat memberikan kulit yang bersih hingga 90%, seperti yang dijelaskan Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia

      Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia

      Novartis adalah penyedia solusi layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan kebutuhannya yang terus berkembang. Berkantor pusat di Basel, Swiss menawarkan pengobatan yang inovatif, produk generik dengan harga efisien, pengobatan biosimilar dan perawatan mata. 

      Novartis Indonesia berkomitmen selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan dalam hal ini Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) melalui JKN maupun pasar komersial demi meringankan beban sosial maupun ekonomi yang diakibatkan penyakit psoriasis ini. 

      Dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati,MM., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Indonesia

      Langkah-langkah pencegahan dan pengendalianpun juga dilakukan pemerintah yang meliputi:

      • Penyusunan buku Pedoman Penanggulanagan Psoriasis di fasilitas kesehatan tingkat pertama, guna meningkatkan dan memperkuat manajemen deteksi dini dan tata laksana faktor risiko pada psoriasis.
      • Promosi kesehatan yang dilakukan melalui kegiatan advokasi sosial, pemberdayaan masyarakat dan informasi melalui media.
      • Kemitraan yang dilakukan lintas sektor dan lintas program dengan prinsip kesamaan kepentingan, kejelasan tujuan, kesetaraan dan transparansi di bidang kesehatan.

      Dengan Secukinumab ini diharapkan pasien psoriasis mendapatkan tingkat harapan kesembuhan yang tinggi dan kulit normal yang diidam-idamkan. 

      http://www.novartis.com

      http://www.twitter.com/novartis

      HQ’17

      Kuliner, Uncategorized

      Dengan So Good, Kreatifitas Tercipta di Hidangan Kita

      Kreatifitas dalam memasak ternyata juga diperlukan lho, supaya apa yang akan kita hidangkan untuk keluarga tercinta ada variasinya. Namun terkadang saya suka bingung mau masak apa ya.. atau kalopun sudah ada bahannya juga bingung mau diolah seperti apa. Memang sih ada berbagai resep yang bisa saja kita cari melalui buku resep atau searching di internet. Dari berbagai info yang suka saya search itu beberapa diantaranya adalah resep-resep tradisional khas Indonesia.

      Dan beberapa waktu lalu saya kebetulan melihat postingan teman-teman blogger tentang kreasi masakan mereka, waahh…kreatif sekali lho. Selidik punya selidik ternyata mereka sedang ikut kompetisi lomba masak yang di sponsori oleh So Good. Lomba kreasi masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good itu sudah berlangsung sejak 14 Juni 2017 lalu. Lomba itu diikuti oleh ibu-ibu di seluruh Indonesia termasuk para blogger. Adapun lomba tersebut yaitu lomba kreasi Ayam Potong dan/atau Siap Masak memakai produk unggulan So Good.

      Hebatnya dari lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good itu berhasil mengumpulkan hampir 800an resep hasil kreasi para peserta. Wuiihh..keren-keren dan kreatif sekali ya para pesertanya. Dari lomba tersebut para peserta memperebutkan hadiah berupa uang tunai dan paket produk unggulan So Good.

      Ibu Any Astuti, Marketing Manager dan Bapak Hartony Ho, Brand Manager PT So Good Food (Dok:penulis)

      Pada Rabu, 9 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan menghadiri pengumunan pemenang lomba masak So Good yang dibagi menjadi 2 kategori di restoran Kopi Kalyan, Cikajang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hadir di acara tersebut yaitu Ibu Any Astuti selaku Marketing PT  Food, Bapak Hartony Ho selaku Brand Manager PT So Good Food juga Chef handal yang juga sebagai Juri di lomba itu yaitu Chef Ari Galih.

      Chef Ari Galih (Dok:penulis)

      “Resep-resep yang masuk sebanyak hampir 800 resep ini menandakan bahwa ibu-ibu sekarang sangatlah kreatif, berinisiatif tinggi dan ingin menyajikan masakan yang praktis namun juga sehat, bergizi tinggi dan seimbang untuk keluarga tercinta. Dan diharapkan dari ajang lomba ini para peserta menjadi inspirasi bagi ibu-ibu lain di Indonesia untuk menyajikan masakan yang penuh gizi seimbang tapi juga mengundang selera karena kreatifitas masakan yang mereka sajikan” ujar ibu Any Astuti.

      Adapun unsur-unsur penilaian yang menjadi acuan dalam lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good ini yaitu:

      1. Aspek dalam memberikan keunikan dan kreatifitas yang tajam
      2. Dapat memberikan/menghadirkan keotentikan/keorisinalitasan resep
      3. Menampilkan keseimbangan dalam pemilihan bahan dengan produk yang digunakan
      4. Kreasi masak yang ditampilkan adalah masakan yang memiliki unsur kesegaran dan kepraktisan dalam proses pembuatan masakannya
      5. Kreasi masakan itu sangat praktis dan dapat dipraktekkan oleh ibu-ibu yang lain dengan mudah

      Seperti yang dikatakan bapak Hartony Ho, bahwa tujuan awal diadakannya lomba masak ini yaitu agar para ibu dapatberkreasi dalam menyajikan masakan untuk keluarga tercinta dengan menggunakan bahan berkualitas tinggi dari So Good dan bahan pendukung lain yg mengandung protein dan gizi yang tinggi, hingga akhirnya dapat menginspirasi ibu-ibu lain untuk terus menghidangkan masakan praktis yang lezat dengan gizi seimbang.

      Tidak jauh berbeda dengan ibu Any dan Bapak Hartony, begitu pula Chef Ari Galih sepakat mengatakan bahwa proses pemilihan pemenang ini sangatlah menyita waktu dan pikiran. Karena apa? Karena dari sekian ratus resep yang masuk dan terpilih itu semuanya menampilkan resep-resep yang menarik dan menunjukkan bahwa para peserta itu mengerti akan masakan yang bergizi dan protein seimbang juga pemasukan unsur tambahan yang justru mendukung. Bahkan Chef Galih sampai bingung memilih saking bagusnya. Namun pilihan harus tetap ditentukan dari yang terbaik.

      Adapun para pemenang dari lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good adalah:

      1. Kreasi Masak So Good Ayam Potong

      Pemenang I : Enni Faizah dari Yogyakarta dengan kreasi Mangut Ayam Daun Pepaya

      Pemenang II: Ridha An Nisa dari Pati, Jawa Tengah dengan kreasi Garang Asem Enoki So Good Gondorasih

      Pemenang III : Alexandria Keny dari Kendal, Jawa Tengah dengan kreasi Arsik Ayam Bumbu Combrang

      1. Kreasi Masak So Good Siap Masak

      Pemenang I : Chika Afandi dari Medan dengan kreasi Bakso Penyet So Good Laksa Spesial

      Pemenang II : Yutakanayuta dari Malang dengan kreasi Balado Terung Gulung Isi Chicken Stick Premium

      Pemenang III : Setianingsih Sumaryo dari Jakarta dengan kreasi Chicken Wing Mie Titi

      1. Kategori Blogger
      Sumber : Blogger Perempuan
      Sumber : Blogger Perempuan

      Dijelaskan oleh Bapak Hartony bahwa So Good sangat cermat dalam menggunakan teknologi dalm pemrosesan semua bahan-bahan protein untuk produk-produk mereka. Adalah teknologi IQF (Individual Quick +) yaitu teknologi proses pembekuan individu dalam waktu 45 menit pada suhu -35°C sehingga mengunci 4 kualitas, yaitu Segar, Gizi, Rasa dan Bersih. Kualitas kesegaran So Good Ayam Potong ini terlihat dari warna dagingnya yang berwarna merah muda, kenyal, tidak amis dan praktis langsung diolah, tidak perlu dipotong-potong dan dicuci lagi.

      Untuk chicken nugget dan sejenis, semua produk pilihan berprotein tinggi So Good telah melewati proses pemasakan pada suhu 170°C selama tidak kurang dari 3 menit. Kemudian langsung dibekukan cepat untuk menjamin dan menjaga kesegaran, kelezatan, dan nutrisi kandungan daging olahannya. Jadi walaupun terbilang sebagai kategori frozen food, cita asli dari daging pada nugget, sosis, bakso dan tiap produk kategori siap masak So Good akan tetap terasa dan terjaga.

      Produk chicken nugget dan sosis So Good
      Produk bakso So Good

      Jadi kita gak perlu kuatir dengan mutu dan kualitas dari produk So Good baik itu yang Ayam Potong maupun yang Siap Masak. Karena So Good selalu hadir membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga dan menginspirasi para ibu dalam menghidangkan masakan yang bergizi dan penuh kreasi, maka So Good pun juga akan meluncurkan program khusus untuk Ibu Indonesia. Informasi mengenai program tersebut nantinya dapat kita ketahui melalui website So Good.
      Bahkan akan diluncurkan “alat” yang akan membantu perkembangan kognitif anak karena banyak stimulasi yang akan terjadi juga memberikan benefit lain berupa eratnya hubungan kasih antara ibu dan anak.

      Usai penyerahan hadiah kepada pemenang, Chef Ari Galih mengadakan demo masak kreasi dari pemenang yaitu Bakso Penyet So Good Laksa Spesial dan Mangut Ayam Daun Pepaya. 

      Bakso Penyet So Good Laksa Spesial
      Mangut Ayam Daun Pepaya (Dok:penulis)

      Kreasi hasil lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good dapat di lihat di http://www.sogood.com

      Facebook : So Good Indonesia

      Instagram : @so_good_id

      Twitter : @sogoodid
      HQ’17