Kesehatan, Uncategorized

Berikan Penanganan Tepat Agar Indonesia Merdeka Diare

Siapa sih yang anaknya ga pernah ngalamin diare? Pasti pernah ya, walau cuma sekali atau dua kali. Anak-anak saya pun begitu juga pernah ngalamin diare. Diare itu apa sih ya? Penyebabnya apa dan bagaimana pencegahan dan penanganannya?

Menurut data Riskesda 2013, menyebutkan bahwa 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Waahh..ternyata hampir tidak ada anak yang tidak pernah kena diare ya. Dengan data tersebut, tentu dibutuhkan penanganan yang tepat ya, supaya tidak berdampak buruk bila dibiarkan berlarut-larut.

Aah.. Cuma diare aja, paling sebentar juga sembuh. Masih ada lho yang mengatakan seperti itu ketika si kecil mengalami diare. Sebaiknya jangan ya teman, karena diare yang tidak ditangani dengan tepat dapat berpengaruh ke tumbuh kembang anak lho, salah satunya berat badan anak.

Pada Selasa, 22 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan hadir pada Kampanye Edukasi #IndonesiaMerdekaDiare yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada di Kembang Goela Resto, Jakarta. Dihadiri oleh ibu Nabhila Chairunnisa, Brand Manager Digestive CareSariHusada, ibu Dr.Ariani Dewi Widodo, Sp.A, ibu Maria Melisa, Head of Brand SGM Bunda dan Cindy Charlota, public figure mom.

Diare itu sebenarnya salah satu penyakit umum yang diderita anak, yaitu kondisi dimana penderita mengalami BAB (Buang Air Besar) lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair. Penyebab umumnya adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.  Tapi penyebab terbanyaknya adalah Rotavirus, dan sebagian anak yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah keadaan saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, diantaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase itu berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna itulah yang akhirnya tidak dapat diserap menyebabkan diare semakin berat, kembung dan feses (tinja) berbau asam.

Diare pada anak ga bisa dianggap sepele ya, karena diare termasuk penyebab kematian pada anak nomer 2 tertinggi di Indonesia (WHO 2012). Resiko lain dari diare juga dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, anak juga beresiko lebih pendek ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya, bahkan anak yang sering terkena diare itu beresiko memiliki IQ lebih rendah.
Oleh sebab itu, orang tua terutama ibu harus lebih memperhatikan asupan nutrisi anak ketika diare agar tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi. Ada 5 hal penting yang harus ibu lakukan ketika anak mengalami diare, yaitu:

  1. Untuk anak yang masih mendapatkan ASI, teruskan pemberian ASI karena ASI adalah yang terbaik
  2. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit, juga tambahan zinc
  3. Konsultasikan ke tenaga medis
  4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan anak
  5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

Penanganan dirumah pada anak saat diare boleh saja dilakukan, namun apabila terlihat kondisinya semakin parah atau tidak membaik ya sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk penanganan lebih intensif. Kapan sih anak harus dirangani dokter atau ahli medis segera?

  • Bila BAB sangat sering dengan feses yang sangat cair
  • Muntah berulang-ulang
  • Tampak sangat haus atau lemas tidak dapat minum lagi
  • Buang air kecil sedikit, pekat atau tidak ada
  • Feses bercampur darah
  • Tidak tampak membaik dalam 3 hari

Asupan nutrisi yang baik saat dan setelah diare sangat penting agar anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya. Pemberian susu pada anak ketika diare sebenarnya diperbolehkan, agar jangan susu encer. Karena apabila kita memberikan susu encer, si anak tidak akan mendapat nutrisi sebagai pengganti cairan yang hilang ketika diare. Jadi sebaiknya tetaplah berikan nutrisi yang cukup untuk mempercepat proses pemulihan fungsi usus normal yaitu mencerna, menyerap dan memberikan energi.

PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) dan PT Sarihusada General Mahardhika (Sarihusada) berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada anak pada awal kehidupan. Nutricia dan Sarihusada secara aktif bekerjasama mberikan edukasi dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia.

Untuk mengkampanyekan #IndonesiaMerdekaDiare Sarihusada mengeluarkan video tentang edukasi mengenai diare yang dapat kita lihat melalui channel Youtube bersama Prof Nutri. Ada 4 video mini seri yang telah dibuat Sarihusada, yaitu:

  1. Episode 1: Dampak Diare
  2. Episode 2: Kenali Diare
  3. Episode 3: Jenis Diare
  4. Episode 4: Hal Penting Hadapi Diare

Diharapkan dengan adanya informasi penting mengenai penanganan dan pencegahan diare pada anak menjadi pengingat bagi ibu saat anaknya mengalami diare. Dan penanganan yang tepat dapat menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal dan menjadi generasi bangsa yang bebas dari diare.

Ibu Nabhila Chairunissa, Dr.Ariani Dewi Widodo, Sp.A, Cindy Charlotta

Facebook : Nutrisi Untuk Bangsa

Instagram : @nutrisibangsa

Twitter : @Nutrisi_Bangsa

HQ’17

Advertisements

4 thoughts on “Berikan Penanganan Tepat Agar Indonesia Merdeka Diare”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s