Keuangan, Uncategorized

PRUmedical network, Kemudahan Berasuransi di Prudential

Hidup sehat tentunya menjadi keinginan kita semua. Dengan kesehatan yang prima tentu saja kita dapat beraktifitas dan berkarya. Namun apabila kesehatan mulai menurun dan kita jatuh sakit, diharapkan kita juga mempunyai payung perlindungan kesehatan, asuransi contohnya. Dengan mempunyai asuransi kesehatan, tentunya kita akan lebih tenang mengenai urusan pembiayaan tapi juga urusan rumah sakit lainnya apabila ternyata kita dianjurkan untuk rawat inap.

Banyak asuransi kesehatan yang ada di Indonesia, salah satunya yaitu dari Prudential Indonesia. Pada bulan November lalu, tepatnya pada Kamis (16/11) yang berlokasi di Prudential Center, Kota Kasablanka Lt.15, Jakarta Selatan meluncurkan produk terbarunya yaitu PRUmedical network. Apa sih PRUmedical network itu? Yaitu jaringan rumah sakit rekanan perusahaan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudental Indonesia dalam mendapatkan perlindungan rawat inap. Layanan tersebut saat ini tersedia di 42 rumah sakit yang dikelola oleh Siloam, Mayapada, Mitra Keluarga dan Royal Taruma di seluruh Indonesia.

Peresmian PRUmedical network ini dihadiri oleh Jens Reisch selaku President Director of Prudential Indonesia, Dr.Andreas Tjandra Wiryawan, VP selaku Operation Solution Centre dan juga ibu Lusy Widhyasari seorang nasabah Prudential.  Selain itu juga hadir ibu Nini Sumohandoyo selaku Corporate Marketing Communication & Sharia Director, Prudential Indonesia dan Nick Holder selaku Chief Operation Officer, Prudential Indonesia. Seperti yang dipaparkan Jens Reisch, bahwa PRUmedical network diluncurkan untuk dapat memberikan layanan eksklusif bagi nasabah Prudential Indonesia sejak masuk, selama perawatan, hingga keluar dari rumah sakit. “Kami senang dapat bermitra dengan empat rekanan kami, yang tidak saja merupakan penyedia jasa kesehatan terkemuka dengan jaringan yang luas di Indonesia, tapi juga memiliki kesamaan misi untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik kepada nasabah kami yang menjalani rawat inap, sehingga pasien dan keluarganya dapat dengan tenang fokus pada pemulihan diri”, ujar Jens Reisch.
Terkadang terbersit keraguan, apakah asuransi yang sudah kita pilih itu dapat memberikan jaminan ketersediaan kamar bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Bersama PRUmedical network, nasabah mendapatkan apa yang seharusnya mereka terima.  Dengan diperkuat oleh PRUhospital friend dan PRUhospital line yang sudah terlebih dulu ada menjadi keunggulan produk Prudential Indonesia. PRUhospital friend adalah petugas perwakilan Prudential yang khusus ditempatkan untuk membantu proses administrasi nasabah Prudential Indonesia saat menjalani rawat inap.

Sedang PRUhospital line yaitu layanan alternatif , berupa saluran telepon khusus yang tersedia bagi petugas rumah sakit terkait untuk langsung mengontak Prudential dalam memastikan agar kebutuhan rawat inap pasien dapat terpenuhi, khusus di rumah sakit yang belum memiliki PRUhospital friend. Jadi nasabah tidak perlu repot-repot mengurus segala urusan administrasinya.

Sejumlah manfaat utama PRUmedical network juga dapat dinikmati oleh nasabah Prudential Indonesia selain dua layanan tersebut diatas, yaitu:

  1. Jaminan ketersediaan kamar rawat inap, dimana pasien berhak untuk mendapatkan fasilitas peningkatan kelas kamar rawat inap apabila kelas kamar yang sudah ditentukan tidak tersedia, dan pasien cukup membayar sesuai dengan harga kamar awal.
  2. Fasilitas tambahan bagi keluarga pasien sebagai dukungan perlengkapan selama masa rawat inap pasien, seperti kupon makanan dan/atau minuman dan pemberian fasilitas lain untuk mendukung kenyamanan saat menemani pasien.

Pelayanan rumah sakit yang efisien, nyaman dan berkualitas semakin meningkat sesuai kebutuhan. Oleh sebab itulah yang melatarbelakangi Prudential menghadirkan inovasi melalui berbagai layanan dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. PRUmedical network merupakan wujud nyata komitmen Prudential Indonesia dalam melayani 2,4juta nasabahnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ke-42 rumah sakit di Indonesia yang tergabung dalam PRUmedical network adalah seperti yang tercantum di gambar berikut:

Dengan menggandeng rumah sakit-rumah sakit tersebut diatas, Prudential Indonesia berharap dapat memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya. Untuk informasi layanan Prudential Indonesia kita dapat mengaksesnya melalui akun media sosial.

Facebook : Prudential Indonesia

Instagram : @id_prudential

HQ’17
 

 

Advertisements
Uncategorized

Holding BUMN Terjamin dan Aman

Beberapa waktu lalu saya membaca berita terkait mengenai beberapa perusahaan milik negara yang menjadi holding company, misalnya saja PT Tambang Batubara dan PT Semen Gresik. Dari berita tersebut ada semacam kekhawatiran bahwa perusahaan milik negara yang menjadi holding company itu lama kelamaan akan menjadi milik swasta atau bahkan dijual ke negara lain. Penasaran donk saya akan berita-berita tersebut, nah kebetulan sekali pada hari Selasa (5/12) Forum Merdeka Barat 9 mengadakan Diskusi dengan tema “Mengapa perlu Holding BUMN?”.

Diskusi ini mengambil tempat di Ruang Serbaguna Abdulgani, gedung Depan Kemkominfo, Jl. Medan Merdeka no.9, Jakarta Pusat yang menghadirkan narasumber Bapak Isa Rachmatawarta selaku Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Bapak Agung Wiharto selaku Corporate Secretary PT Semen Indonesia dan Ibu Wianda Pusponegoro selaku Staf Khusus Mentri BUMN.

Apa sih Holding BUMN itu? Perusahaan induk atau holding company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokkan perusahaan ke dalam induk perusahaan, dimungkinkan terjadinya peningkatan atau penciptaan nilai pasar perusahaan (market value creation). Jadi pembentukan Holding BUMN adalah aksi korporasi biasa yang tidak perlu dikuatirkan.
Perusahaan BUMN yang sekarang ini sudah memulai menjadi holding company yaitu di bidang industri pertambangan dan semen. Menurut Bapak Agung, Semen Indonesia lah BUMN yang pertama kali melakukan holding, melakukan IPO di bursa saham dan menjadi multi national company. Hingga 1974, hanya ada 3 perusahaan semen yang menguasai pasar yaitu Semen Padang, Semen Gresik dan Semen Tonasa. Namun karena produksinya semakin turun, kalah cepat dengan swasta karena pemerintah tidak punya modal untuk menambah pabrik.

Dengan holdingisasi Semen Indonesia inilah menjawab pertumbuhan konsumsi domestik diatas 6% pertahun, sektor konstruksi meningkat pesat. Lalu dengan menambah kapasitas produksi dengan cepat, meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat dan meningkatkan efisiensi logistik dan distribusi, memperkuat dan memperluas daerah pemasaran nasional serta memuaskan sumber daya perseroan pasar perusahaan inti. Itulah hasil holdingisasi Semen Indonesia sekarang ini, bahkan di tahun 2013 Semen Indonesia terbesar se Asia Tenggara dari segi kapasitas.

Lalu apa sih tujuan dibentuknya holding BUMN industri pertambangan? Diantaranya yaitu:

  • meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan
  • meningkatkan pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara
  • meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi
  • meningkatkan kandungan lokal
  • meningkatkan efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan

Justru dengan adanya holding BUMN tambang ini, posisi pemerintah akan lebih kuat ketika berhadapan dengan kekuatan swasta dan asing yang besar.

Ibu Wianda Pusponegoro, Staf Khusus Mentri BUMN

Keputusan pemerintah untuk membentuk holding company ini juga tidak sembarangan. Pembentukan holdingisasi BUMN ini tidak merubah BUMN itu sendiri, hanya statusnya saja yang menjadi anak perusahaan dibawah induk BUMN. Tidak ada perubahan pengelolaan dan kewenangan apapun, termasuk pelepasan aset. Jadi tidak benar kalau perusahaan BUMN yg telah menjadi holding BUMN akan satu persatu dilepas asetnya. Menurut ibu Wianda lewat peleburan BUMN sejenis inilah kapasitas dari masing-masing SDM di anggota holding BUMN bisa meningkat dengan cara rotasi organis di sekitar mereka. Tata kelola yang baik itu pasti, good corporate dan akuntabilitas harus diterapkan pada setiap BUMN.

Hal tersebut bahkan sudah diputuskan oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung pada 10 Juli 2017 bahwa holding BUMN tidak bertentangan dengan Undang Undang BUMN. Holdingisasi tidaklah sama dengan privatisasi, karena privatisasi bertujuan salah satunya adalah memperluas kepemilikan masyarakat. Namiun dalam holdingisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2A Ayat 2 (PP Nomor 72 Tahun 2016), kepemilikan saham masih ditangan negara melalui BUMN induk. Dalam prakteknya, holdingisasi beberapa BUMN sudah pernah dilakukan pemerintah terhadap beberapa BUMN yang sejenis.
Sebenarnya seberapa pentingkah dibentuk Holding BUMN industri pertambangan itu? Seperti yang kita ketahui, sumber daya cadangan mineral kita sangat lah melimpah ruah. Apabila kita produksi sendiri tentunya akan menghasilkan keuntungan yang besar. Namun sayangnya sumber produksi kita dikuasai oleh asing/swasta. Dengan holding BUMN dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam mineral dan batu bara yang selama ini belum diproduksi secara optimal. Selain itu juga adanya keterbatasan kemampuan pendanaan BUMN Pertambangan untuk melakukan investasi. Dengan holdingisasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dana yang ada dari BUMN2 yang di holdingisaasi ini. Skala BUMN Pertambangan juga relatif rendah dibandingkan perusahaan tambang domestik maupun regional. Selain itu juga karena masih fokus pada satu komoditas, BUMN pertambangan saat ini masih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

Pemerintah ingin BUMN kita kuat dan besar, oleh sebab itu holding BUMN memungkinkan untuk kearah itu. Holding BUMN juga tidak menghilangkan kontrol negara, baik secara langsung melalui saham dwi warna maupun tidak langsung melalui PT Inalum. Anak perusahaan holding BUMN tetap diperlakukan sama dengan BUMN untuk hal-hal yang sifatnya strategis. Perubahan nama dengan hilangnya “Persero” tidak memberikan konsekuensi hilangnya kontrol negara dan kewenangan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai tahapanpun juga dilakukan dalam pembentukan holding BUMN yang kesemuanya itu dilakukan untuk meningkatkan manfaat dan daya saing global.

Manfaat holding BUMN bagi masyarakat yaitu sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan industri pendukung dan ikutannya secara luas. Kesempatan yang terbuka dengan keberadaan BUMN ini akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan menciptakan multiple effect dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sekitar daerah operasi holding BUMN tersebut.
  2. Meningkatkan kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKNL) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
  3. Terciptanya lapangan usaha dari ekspansi holding. Pengembangan usaha dari holding dan peningkatan nilai tambah dari produk yang dihasilkan dapat mendorong masyarakat untuk menciptakan industri-industri baru yang berkaitan dengan komoditas yang terkait dengan BUMN disekitar lokasi.
  4. Mendorong efisiensi harga dari bahan tambang. Dengan peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan, maka diharapkan barang yang tadinya harus diimpor dapat diperolah dari produsen lokal, dengan harga bahan baku dan biaya yang lebih efisien, harga produk yang ditawarkan akan menjadi makin kompetitif.

Itulah sebabnya mengapa pemerintah ingin mengholdingisasi BUMN yang ada, karena pemerintah ingin BUMN kita kuat dan besar, serta dapat bersaing di pasar global.

HQ’17