Uncategorized

“embara embun mimpi”, Sebuah Duet Antologi 101 Haiku 

Menulis puisi seperti pada jaman sekolah dasar dulu sering saya lakukan. Puisi yang saya kenal pun masih sebatas puisi dengan irama a-b, a-b atau mungkin a-b-c, a-b-c. Tidak banyak yang saya tahu tentang puisi dengan irama lain, atau bahkan mungkin puisi yang menyatu dengan ilustrasi/gambar.

Adalah buah karya I Gusti Made Dwi Guna (yang selanjutnya saya singkat Guna) dan Ira Diana yang berjudul “embara embun mimpi: Antologi 101 haiku” yaitu kumpulan puisi haiku yang bercerita tentang kesederhanaan, kesunyian, dan ketenangan. Sebelum berbicara tentang karya mereka tersebut, saya sempat bingung dan bertanya-tanya apa sih puisi haiku itu.

Haiku adalah puisi pendek yang menggunakan bahasa sensorik untuk menangkap perasaan atau gambar. Inspirasinya kerap berasal dari elemen alam, momen indah, atau pengalaman mengharukan. Puisi haiku semula dikembangkan oleh pujangga-pujangga Jepang, namun sekarang sudah banyak diadaptasi oleh negara-negara lain, juga Indonesia.

Uniknya dari buku antologi 101 haiku ini adalah bahwa tidak hanya puisi haiku yang ditulis oleh Ira Diana dan Guna, tapi juga menampilkan ilustrasi/gambar buah karya Guna yang disebut haiga. Haiga adalah sebuah karya seni dimana lukisan digabung dengan haiku atau prosa haikai. Jadi dalam buku ini menampilkan puisi sekaligus ilustrasi/gambar yang walaupun begitu tidak ada sangkut pautnya.

Terdapat 101 haiku yang ditampilkan dalam buku antologi ini, yaitu 50 haiku pertama ditulis oleh Guna, 50 haiku kedua ditulis oleh Ira Diana dan 1 haiku pembuka ditulis oleh mereka berdua. Sementara keseluruhan ilustrasi dalam buku ini dikerjakan oleh Guna dengan menggunakan tinta Cina.

Pada Sabtu (20/01) lalu bertempat di PDS HB Jassin, Komplek Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, menjadi momen peluncuran sekaligus bedah buku “Antologi 101 haiku: embun embara mimpi”. Hadir dalam acara tersebut yaitu ibu Rita Jassin, mewakili kepala PDS HB Jassin dengan pembicaranya yaitu Bapak Narudin dan Bapak Yusuf Susilo Hartono.

Secara keseluruhan buku Antologi 101 haiku ini sangat menarik, karena tidak banyak penulis haiku di negeri kita. Namun dalam buku ini justru memadukan karya 2 penyair yang berbeda yang justru malah semakin memperkaya puisi haiku. Guna dan Ira Diana berhasil menyatukan perbedaan pantun dan syair dalam puisi haiku ini.

Apalagi tampilan bukunya yang sengaja didesain dalam ukuran lebih kecil dari ukuran buku pada umumnya. Nah kalo penasaran dengan keseluruhan isi puisi haiku ini, bisa langsung dipesan baik itu melalui email atau langsung ke kontak seperti yang tertera di gambar di bawah ini.

 

HQ’18

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s