Kuliner, Uncategorized

Menu Sambal di HokBen yang Bikin Nampol

Restoran fast food atau cepat saji makin banyak tumbuh di kota-kota besar, terutama Jakarta. Bahkan di pinggiran Jakarta seperti BoDeTaBek pun juga mulai menjamur. Berbagai aneka restoran cepat saji tersedia mulai dari menu Western maupun Asia. Tidak banyak restoran cepat saji yang mengadakan terobosan baru dengan menyandingkan menu dari dua negara. HokBen salah satu pelopor restoran cepat saji dengan menu Jepang, contohnya saja ada teriyaki, chicken katsu, yakitori, dan lain-lain. HokBen terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan berkualitas bagi pelanggannya.

Kartina Mangisi, Communications Division Head HokBen (Dok:penulis)

HokBen awal mula berdiri di Jakarta dibawah lisensi PT Eka Bogainti pada tanggal 18 April 1985, dimana restoran pertamanya berlokasi di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada tahun 1990 mulai dibuka gerai pertama di Bandung dan sampai saat ini sudah ada sekitar 25 gerai di wilayah Jawa Barat. 

Seiring berjalannya waktu gerai pertama di Surabaya pun juga dibuka pada tahun 2005, dan semakin berkembang hingga menjadi 10 store di wilayah Surabaya dan Malang. Ternyata HokBen itu restoran asli Indonesia lho dan bukan franchaise dari Jepang, seperti yang dijelaskan oleh ibu Kartina Mangisi selaku Communications Division Head HokBen di acara Blogger Gathering Jakarta pada Kamis (22/02) di HokBen, Hotel Kartika Chandra.
Pemilihan gerai HokBen di Hotel Kartika Chandra ini bukan tanpa alasan lho. Dengan lokasi yang strategis dekat pusat kota, membuat gerai HokBen KC ini selalu ramai di jam-jam makan siang yang kebetulan juga terdapat banyak perkantoran di kanan kiri dan seberang lokasi gedung.

Zaki, Store Manager HokBen KC (Dok:penulis)

Pak Zaki, selaku Store Manager HokBen KC mengatakan fasilitas di HokBen KC ini juga termasuk yang terbaik selain kemudahan aksesnya, yaitu :

  • Ruangan luas dengan kapasitas 128 kursi.
  • Terdapat outdoor private room.
  • Tersedia smoking area, hingga tidak mengganggu pengunjung lain.
  • Free wifi
  • Mushola 
  • Parkir luas

Kesibukan masyarakat yang semakin tinggi menuntut para pebisnis kuliner menerapkan layanan siap antar atau delivery service. Dengan adanya layan antar ini semakin memudahkan masyarakat yang ingin menghadirkan menu favorit mereka tanpa harus berjalan ke gerai atau ke restoran untuk memesan makanan. Begitu pula dengan HokBen, pada tahun 2007 meluncurkan layan antar  HokBen Delivery dan Call Center. Menyusul di tahun 2008 meluncurkan website HokBen dengan fitur pesan online, berbarengan juga dengan varian menu untuk anak-anak yang diberi nama Kidzu Bento.
2 tahun kemudian, di tahun 2010 HokBen kembali membuka gerainya di wilayah Jawa Tengah yang meliputi Yogyakarta, Semarang, Solo dan juga Bali. Total gerai yang ada sekarang ini sudah mencapai 150 gerai yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. 

Inovasi terus dilakukan HokBen terutama dalam hal menu. Seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia terkenal dengan kesukaannya akan sambal. Ga lengkap rasanya kalo makan nasi atau kudapan lain tanpa tambahan sambal. Aneka jenis sambal banyak kita temui sesuai dengan asal daerah masing-masing. Disinilah HokBen mengawinkan menu Jepang dengan menu Indonesia. 

Rasanya seperti apa ya?Tentu teman-teman bertanya-tanya donk, persis seperti saya. Apa iya chicken katsu cocok dimakan dengan cocolan sambal matah atau sambal bawang atau sambal ijo? Karena yang terbiasa ada ya cocolannya saos sambal instan ya. Karena penasaran, sayapun mencicipi salah satu menu di HokBen yang memang dibuat dengan padanan sambal, yaitu menu Hoka Suka.

Jasata, Activation Brand Division Head (Dok:penulis)

Seperti yang disampaikan bapak Jasata, selaku Brand Activation Division Head HokBen, ada 3 varian menu Hoka Suka, yaitu :

  1. Hoka Suka 1 yang terdiri dari yakitori grilled, kering kentang, acar kuning dan nasi putih.
  2. Hoka Suka 2 yang berisi ebi furai, kering kentang, acar kuning dan nasi.
  3. Hoka Suka 3 berisi chicken katsu, kering kentang, acar kuning dan nasi.

Ketiga menu Hoka Suka ini sudah termasuk sambal tradisional dan kita dapat memilih salah satu dari 3 jenis sambal yang ada, yaitu sambal matah, sambal bawang dan sambal ijo. Tapi kalopun kita ingin mencicipi ketiga sambal tersebut pun tetap bisa dibeli terpisah seharga Rp5000 per sachetnya.

Uniknya lagi dari menu Hoka Suka ini yaitu penambahan kering kentang dan acar kuning, yang kita tahu adalah salah satu menu asli Indonesia. Sewaktu saya mencicipi acar kuningnya…aahh ingatan saya langsung mengingat ke masakan ibu dirumah. Rasanya pas, tidak terlalu pedas dan bumbu kuningnya berasa asli cita rasa Indonesia. Jadi kalo saya lagi kangen masakan acar kuning buatan ibu, saya bisa beli di HokBen donk.

Sambal mantap HokBen (Dok:penulis)
Untuk varian sambalnya, dari ketiga jenis itu yang paling saya suka adalah sambal ijo. Wuihh pedas sambal ijonya begitu dicocol ke yakitori dan berasa di lidah saya nampol banget. Serasa makan sambal ijo di warung nasi padang..hahaha tapi dengan lauk ala Jepang.
Inovasi seperti inilah yang membuat pengalaman dalam cita rasa kuliner saya menjadi bertambah. Perpaduan yang unik antara kuliner 2 negara yang bertemu dalam satu hidangan. Walaupun demikian HokBen mengerti sekali tentang kehalalan produknya. Pada tahun 2017 HokBen resmi mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Tiada keraguan lagi ya untuk teman-teman Muslim yang ingin menikmati menu-menu di HokBen ini.

Soal harga?gak usah kuatir, harganya cukup terjangkau kok. Untuk menu Hoka Suka bervariasi mulai dari Rp49.000 – Rp58.000,- dan sudah lengkap plus kenyang. Nah..kalo masih penasaran juga, yuk langsung aja ke gerai HokBen terdekat di kotamu. Atau bisa juga kepoin dulu di media sosial HokBen atau intip disini

Blogger Jakarta bersama team HokBen (Dok:Dhevi)

HQ’18
 

Advertisements
Kesehatan, Uncategorized

1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Memberikan Nutrisi Terbaik

Menjadi seorang ibu, bukan sekedar mengandung, melahirkan dan mengurus segala pekerjaan rumah tangga. Dibutuhkan juga pengetahuan lebih mengenai gizi dan nutrisi agar kita dapat mempersembahkan nutrisi terbaik untuk keluarga tercinta. Namun terkadang masih banyak salah pengertian atau bahkan kurangnya informasi mengenai nutrisi yang baik untuk keluarga terutama untuk buah hati kita. Padahal nutrisi yang baik menjadi asupan utama untuk buah hati di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)nya.

Periode kehidupan seorang bayi/anak dimulai dari 9 bulan dalam kandungan dan 2 tahun pertama setelah lahir. Inilah yang sering kali disebut sebagai The Golden Years atau Masa Emas. 1000HPK sangat penting diperhatikan, karena apabila tidak dilalui dengan baik, maka akan berakibat terhadap kecerdasan yang rendah dan kesehatan yang bersifat permanen, sulit diperbaiki dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Dampak jangka panjang kesehatan yaitu antara lain stunting pada anak dan risiko tinggi menderita Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke, diabetes, jantung dan hipertensi.

1000 HPK terkait dengan perkembangan otak, karena otak yang padat pada anak menandakan bahwa anak itu mendapatkan asupan gizi yang baik dan sehat. Sedangkan otak yang kurang padat (kosong) menandakan si anak tidak bergizi baik dan tidak sehat. Perkembangan otak anak setelah lahir masih berkembang sebelum menginjak usia 3 tahun. Itulah sebabnya nutrisi ibu hamil dan menyusui amat sangat diperlukan agar dapat mentransfer nutrisi yang baik juga ke janin dan bayi.

20180220_121416-850062294.jpg
Dr.Tirta Prawitasari, Prof.Dr. Endang L.Achadi, Dr.dr. Yustina Anie Indriastuti (Dok:penulis)

Seperti yang dijelaskan oleh ibu Prof. DrEndang L Achadi, MPH., DrPH Senin (20/02) di acara Talkshow Kesehatan bersama Nutrisi Anak Bangsa di hotel Santika TMII, Jakarta Timur bahwa masih banyaknya anak-anak Indonesia yang mengalami stunting, menandakan bahwa masih minimnya informasi mengenai asupan gizi yang terbaik di 1000 HPK.  Jumlah balita stunting di Indonesia mendapat rangking ke 5 terbanyak di dunia (prevalensi tahun 2013 sebesar 37,2%). Stunting itu apa sih? Stunting adalah tubuh yang lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh.

Penyebab stunting karena kekurangan gizi kronis dan/atau berulang, juga seringnya menderita penyakit infeksi. Sebagian besar terjadi justru di 1000 HPK yang berakibat terhambatnya pertumbuhan tulang dan organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu pentingnya pemberian nutrisi yang mencukupi pada ibu hamil dan balita agar periode 1000 HPK dapat dilalui dengan baik.

Persiapan atau upaya-upaya yang dapat dilakukan agar 1000 HPK dapat terlewati dengan baik sebenarnya mudah saja kok. Bagi calon ibu hamil upayakan tidak hamil saat usia remaja, karena pertumbuhan dan perkembangan remaja puteri belum selesai, baik itu pada tinggi badan dan panggulnya. Perhatikan status gizi yang baik, tidak kekurangan energi kronis dan tidak obesitas. Selain itu calon ibu hamil tidak anemia, pencegahannya yaitu dengan mengkonsumsi TTD yang mengandung 60mg besi elemental dan 400mcg asam folat 1 tablet setiap minggu. Tidak ketinggalan pula menerapkan pola makan bergizi seimbang, agar semua zat gizi yang diperlukan janin tersdia dalam tubuh dann menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil, apa saja yang harus dilakukan agar janin terhindar dari resiko stunting dan penyakit lainnya? Perhatikan asupan makan ibu hamil dengan pola makan bergizi dan seimbang, tidak usah berpantang selama tidak ada keluhan selama kehamilan. Perhatikan juga pertambahan berat badan selama hamil dan rutin mengkonsumsi multivitamin dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Begitu pula dengan ibu menyusui, jaga pola makan dengan gizi seimbang dan pola hidup sehat. Perhatikan kebersihan dan kesehatan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih agar terhindar dari virus ketika seusai buang air besar, sebelum menyiapkan makanan bayi dan menyusui bayi.

Begitu pula dengan bayi di usia baru lahir sampai 6 bulan yang masih memerlukan ASI eksklusif agar terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan berikan imunisasi lengkap sesuai usianya. Namun lain halnya apabila anak yang berusia 6 bulan keatas yang pastinya sudah mulai diberikan MPASI. Pastikan kita memberikan nutrisi dan gizi seimbang untuk asupan tumbuh kembangnya.

20180220_104645-1774104039.jpg
Utamakan Gizi Seimbang dalam pemberian nutrisi untuk keluarga tercinta (Dok:penulis)

Ibu Dr.Tirta Prawitasari, MSc., SpGK memaparkan bahwa Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah gizi kurang dan gizi lebih (dikutip dari Kemenkes RI,2014). 

Kalau dahulu kita mengenal jargon 4 Sehat 5 Sempurna yang hanya menekankan pada jenis makanan yang kita konsumsi ditambah susu sebagai penyempurna. Berbeda dengan sekarang dengan penerapan gizi seimbang, yaitu penekanan pada keanekaragaman makanan dalam jumlah dan proporsi tertentu serta upaya menjaga status gizi normal, ditambah dengan asupan air dan aktifitas fisik.

4 pilar utama dalam gizi seimbang yaitu karbohidrat, sayur dan buah-buahan, protein hewani dan protein nabati. Dengan panduan gizi seimbang ini diharapkan kita dapat memberikan asupan nutrisi dan gizi sesuai dengan proporsinya. Pemberian MPASI pada balita diatas 6 bulan dapat berpedoman pada gizi seimbang ini, walaupun ASI tetap diberikan. Namun terlebih lagi dalam proses pemberian MP-ASI pada balita disarankan lebih memperhatikan kebersihan, agar makanan yang disiapkan tidak terkontaminasi. Seperti tips yang diberikan oleh DR.Dr.Yustina Anie Indriastuti, M.Sc., Sp.GK yaitu:

  • Upayakan peralatan dapur dan peralatan masak terpisah dengan orang dewasa
  • Menggunakan stainless steel dan jangan menggunakan kayu, melamine, sterofom, plastik yang tidak aman.
  • Menggunakan lap sendiri, serta dicuci setiap hari.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memasak atau memberikan MP-ASI.
  • Bila memotong gunakan sarung tangan.
  • Juru masak yang diare atau tifus tidak boleh memasak masakan MP-ASI sampai dinyatakan sembuh.

20180220_100957-1403567625.jpg

Acara Health and Nutrition Discussion ini juga dihadiri oleh bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia. Beliau berharap dengan adanya diskusi ini dapat mengcounter informasi-informasi yang tidak benar seputar nutrisi anak untuk menjamin 1000 HPK yang lebih baik.

img-20180220-wa0005-850062294.jpg

 HQ’18

 

Kesehatan, Uncategorized

Pertolongan PertamaKu di Kala Nyeri Sendi dengan K-AyuArtis Oil

Berjalan kaki menuju halte bus Trans Jakarta, biasa saya lakukan bila cuaca mendukung (di pagi hari atau ketika tidak turun hujan deras). Walaupun jarak yang saya tempuh dari rumah menuju halte tidak terlalu jauh, tapi kalau sambil membawa tas ransel dipunggung dengan berat yang lumayan rasanya juga cukup membuat nyeri di bahu. Biasanya sih saya ga terlalu perhatian banget dengan nyeri otot di bahu dan terkadang di leher juga. Yahh..paling sebentar istirahat aja, nyerinya akan hilang. Memang sih beberapa kali saya ngediemin aja tuh nyeri otot bahu dan leher yang saya rasa, tapi beberapa hari ini kok rasa nyerinya ga bisa hilang hanya dengan tiduran aja. “Duuh…ini gak bisa dibiarin nih”, pikir saya. Ada rasa takut juga donk kalau nyeri yang saya rasakan ini lama-lama jadi bertambah parah.

20180221_142456634920577.jpg
Pegel-pegel dan nyeri sendi di leher setelah berlama-lama mengetik bisa diatasi dengan K-AyuArtis Oil nih (Dok:penulis)

Kebetulan waktu itu sempet dibahas tuh di grup WA tentang nyeri sendi ini. Saya  menyimak dan sesekali menimpali apa yang temen-temen obrolin. Nyeri sendi itu apa sih? Nyeri sendi adalah rasa sakit pada bagian tubuh yang menghubungkan tulang dengan tulang, menyebabkan pergerakan dan kualitas hidup penderitanya menjadi terganggu. Nyeri sendi dapat berlangsung singkat atau lama. Tingkat keparahan sakitnya juga bervariasi, mula dari ringan, menengah hingga berat.  Beberapa gejala yang biasanya menyertai nyeri sendi antara lain merah dan bengkak di daerah sendi, sensasi hangat saat disentuh, dan demam itupun berbeda-beda pada setiap orang.

Penyebab nyeri sendi biasanya karena adanya cedera antara tulang dan tulang di dalam tubuh seperti pada bursa, ligamen, tendon, tulang rawan dan tulang-tulang sekitar sendi lainnya. Penyebab nyeri sendi juga bisa dikarenakan menurunnya kekebalan tubuh, kecelakaan hingga patah tulang yang efeknya baru terasa setelah berbulan-bulan. Duuh…rasanya pasti gak enak banget ya, dan pastinya juga mengganggu aktifitas kita sehari-hari.

Nyeri sendi banyak dianggap remeh oleh si penderita, padahal bukan melulu menggangu aktivitas saja, nyeri sendi juga bisa timbulkan penyakit sekitar sendi antara lain Osteoarthritis (OA) juga Arthritis gout (pirai). Bahkan sebuah penelitian di Finlandia yang menyurvei sekitar 12.000 pria dan juga 35.000 wanita ditemukan bahwa pria yang menderita radang sendi berisiko lebih tinggi terkena penyakit leukimia atau kanker darah. Sementara itu, perempuan dengan radang sendi tidak mengalami risiko signifikan. Tapi walaupun demikian, kita juga gak bisa begitu aja meremehkannya ya.

Banyak langkah yang dilakukan untuk melakukan pencegahan dimulai dengan cara yang paling mudah, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, memilih asupan konsumsi yang tepat, mengontrol berat badan hingga melakukan olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten. Namun, untuk mengobati nyeri sendi dengan cara yang mudah, ternyata kini kita dapat melakukannya dengan produk dari K-LINK yaitu K-AyuArtis Oil.

K-AyuArtis Oil adalah minyak gosok yang dibuat menggunakan sistem obat tradisional yang dikenal sebagai Ayurveda. Minyak ini sangat mudah menembus ke dalam kulit, memberikan efek menenangkan dan sensasi hangatnya terasa sampai beberapa lapisan kulit, membuat pasien dengan nyeri sendi merasa nyaman. Tadinya saya pikir K-AyuArtis Oil ini sama seperti minyak gosok yang ada di pasaran. Karena penasaran sayapun mencoba juga K-AyuArtis Oil ini di leher dan bahu saya yang sering terkena nyeri sendi. Saya hanya mengoleskan di beberapa tempat saja, ketika mencium aromanya terasa lembut dan hangat.

ayu artis oil 3-263846446..jpeg
Cukup oleskan saja K-AyuArtis Oil di tempat nyeri sendi, lalu digosok-gosok dengan lembut

K-AyuArtis Oil ini dapat digunakan setiap saat lho, kapanpun diperlukan. Caranya cukup oleskan tipis merata di area yang nyeri dan gosok dengan lembut, manfaatnya akan segera terasa oleh jaringan sendi pada tubuh kita. Awalnya memang belum terasa, tapi perlahan rasa hangat itu menjalar ke titik nyeri. Penasaran dengan manfaat K-AyuArtis Oil ini, ternyata cukup banyak lho, yaitu:

1. Mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi

2. Memperbaiki gerakan sendi

3. Mengurangi kekakuan sendi, karena hilangnya massa jaringan sendi

4. Membantu meringankan nyeri punggung dan linu panggul

5. Meredakan nyeri yang disebabkan keseleo

Namun perlu diperhatikan juga ya teman, bahwa K-AyuArtis Oil ini tidak cocok untuk anak-anak berusia di bawah 2 tahun, dan tidak boleh digunakan langsung di bawah lubang hidung atau di area sensitif tubuh lainnya.  Karena seperti yang kita ketahui kulit mereka masih terlalu halus dan sensitif, kuatirnya tidak kuat dengan efek hangat dari bahan-bahan K-AyuArtis Oil ini.

ayu artis oil 1-263846446..jpeg

K-AyuArtis Oil juga meningkatkan sirkulasi darah ke area sekitar jaringan sendi, memaksimalkan nutrisi yang dibutuhkan di daerah sambungan sendi sehingga sel-selnya dapat diperbaiki dan diregenerasi untuk membantu meningkatkan massa jaringan sendi di area nyeri sendi. Selain itu bahan-bahannya juga jelas tertera di kemasannya, yaitu : • Camphora 25% • Menthol 20% • Minyak Eucalyptus Polybractea 15% • Minyak Peppermint 6% • Minyak Eugenia Caryophyllata 5% • Minyak Cinnamomum Tamala 2%.

Nah.. kalau mau membelinya dimana ya? Kebetulan waktu itu saya belinya langsung di K-Store di gedung pusat K-Link di Jalan Gatot Subroto. Lho kok K-Link sih? Iya, karena K-AyuArtis Oil itu merupakan produk kesehatan dari K-Link yang merupakan MLM Syariah terbaik di Indonesia. Tapi kalo mau beli online juga bisa kok, bahkan lagi ada paket hemat nih, yaitu PAKET COMBO AyuArtis Oil khusus untuk member K-Link. Harga K-AyuArtis Oil ini cukup affordable kok, sesuai dengan manfaat yang kita dapatkan. Tertarik kan, sekalian aja bergabung yuk? Dengan membeli Paket Combo AyuArtis Oil, teman-teman akan mendapatkan antara lain:

  • GRATIS 1 BOTOL AyuArtis Oil untuk setiap pendaftaran member baru melalui form ini
  • Mendapatkan CASHBACK Rp. 20.000,- untuk rekruter dari AyuArtis Oil.
    CASHBACK ditransfer ke rekening rekruter setiap minggunya
  • Harga Voucher SK Online Rp. 80.000,- yang bisa diperoleh di stockist terdekat atau http://www.k-net.co.id
  • Berlaku mulai : JANUARI – JUNI 2018
20180221_142342-263846446.jpg
Sejak ada K-AyuArtis Oil udah ga kuatir lagi deh dengan nyeri sendi (Dok;penulis)

Makanya teman, saya jadi semakin aware bahwa nyeri sendi itu gak bisa dianggap remeh. Dan saya mulai membiasakan diri untuk menjalankan hidup sehat dan apabila nyeri sendi melanda, saya sudah tau apa yang harus saya lakukan yaitu mengoleskannya dengan K-AyuArtis Oil ini yang setia di dalam tas saya kemanapun saya pergi.

K-AyuArtis Oil:

Isi: 1 botol berisi 10 ml

Harga : Rp86.000,- untuk wilayah A dan Rp91.000,- wilayah B (member diskon 20%)

No Registrasi: POM QI 114 608 991

Pesan Online:  www.k-net.co.id

HQ’18

 

Uncategorized

Pemberdayaan Umat di Zona Madina Bersama Dompet Dhuafa

Keberadaan mini market di berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya sudah sering kita temui. Tidak jarang jarak mereka terlihat berdekatan antara satu brand franchise dengan brand yang lainnya. Dan diantara mereka juga sering terdapat warung dan toko tradisional yang juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Saya sendiripun beberapa kali berbelanja di mini market tersebut yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk saya berbelanja di warung dan toko tetangga di sekitar tempat saya tinggal.

Kehadiran mini market memang tidak bisa dipungkiri lagi. Keberadaan mereka tentu membantu dalam hal penyediaan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar juga peluang kerja. Nah.. Dompet Dhuafa pun juga ternyata mempunyai program bisnis yang memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan membuka salah satu mini market yang berada di area Zona Madina yang terletak di desa Jampang, Parung, Bogor, Jawa Barat yang diberi nama DayaMart. Zona Madina merupakan salah satu kawasan pemberdayaan umat yang berkonsep kawasan tumbuh terpadu berdasarkan tata nilai Islam yang tujuannya untuk memberdayakan masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal. Salah satu bentuk nyatanya yaitu dengan hadirnya DayaMart.

DayaMart Dompet Dhuafa di desa Jampang ini merupakan DayaMart yang ke 7, dimana 6 sebelumnya sudah terlebih dulu ada di Sumatera Barat. Dengan dibukanya DayaMart di desa Jampang, Parung ini, diharapkan dapat membantu warga sekitar dalam memajukan usaha dengan konsep sosial bisnis. Karena di mini market DayaMart ini masyarakat dapat menitipkan hasil karyanya untuk dijual disana. Seperti yang sudah dilakukan oleh salah satu penerima kartu member DayaMart yang produk UMKMnya sudah tersedia di DayaMart. DayaMart menjadi wadah bagi peserta UMKM dalam memasarkan produk-produk mereka. Jadi selain berbelanja kita juga berbagi dan beramal.


Unit bisnis Dompet Dhuafa DayaMart ini berbeda dengan unit bisnis lainnya. Walaupun menjual aneka kebutuhan sehari-hari seperti yang kita temui di mini market- mini market lainnya, di DayaMart kita tidak akan menemui produk-produk rokok, minuman beralkohol juga alat kontrasepsi kondom. Karena DayaMart selain berbisnis juga mengusung konsep sosial yang mengedukasi masyarakat akan hidup sehat.
DayaMart pertama di pulau Jawa ini, pada Jumat (09/02) resmi dibuka oleh Bapak Iwan Ridwan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise dan dihadiri oleh tokoh masyarakat desa Jampang, Parung, Bogor. Seperti pesan Bapak Iwan, bahwa keberadaan DayaMart ini diharapkan dapat membantu kaum miskin dalam memberdayakan usaha mereka dalam wadah yang mereka juga ikut merasakan kepemilikannya. Berbeda dengan ritel-ritel lainnya, di DayaMart masyarakat dibina dan hingga akhirnya mereka dapat mandiri, dan keuntungan dari usaha ini dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

Di Zona Madina Dompet Dhuafa ini juga selain sebagai salah satu tempat pemberdayaan masyarakat, juga terdapat unit sekolah unggulan, area pusat bisnis UMKM, mesjid, rumah susun sederhana, sarana olah raga, dan lain sebagainya. Bahkan di area ini juga akan dibangun tempat peristirahatan guest house bagi wisatawan yang berkunjung ke area wisata outbound dan area wisata lainnya.

Salah satu tempat wisata yang saya dan teman-teman Blogger kunjungi yaitu tempat pembudidayaan ikan hias yang bernama Situ Lengkong Barang. Namun sebelumnya kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Kampung Inggris atau Jampang English Village (JEV). JEV ini merupakan perkampungan biasa, bedanya di JEV ini masyarakat dapat belajar bahasa Inggris, bukan saja untuk anak-anak tapi juga untuk seluruh masyarakat. Disini kita diajak untuk belajar bahasa Inggris dengan cara yang fun tapi edukatif dan itu gratis lho. Walaupun begitu mereka mengadakan kursus yang berbayar juga untuk yang ingin lebih mendalami bahasa Inggris atau lebih meningkatkan level berbahasanya.

 

Jampang English Village dikelola oleh relawan-relawan yang bukan saja berasal dari penduduk sekitar tapi juga dari daerah lain seperti Makasar. Sewaktu kami berkunjung kesana, kebetulan sekali kami sempat melihat mereka sedang mempraktekkan bahasa Inggris dalam bentuk lagu. Sangat interaktif ya, jadi tidak membosankan belajarnya. Berhubung hari menjelang sore dan kami masih harus menuju ke lokasi pembudidayaan ikan, maka kunjungan ke JEV berakhir hari itu dan kamipun bergegas menuju lokasi situ Lengkong Barang.

Lokasi pemberdayaan ikan yang akan kami kunjungi tidak begitu jauh dari JEV. Beraneka ikan hias seperti ikan mas koki, cupang, koi, dan masih banyak lagi, juga ikan yang dapat dikonsumsi ada di tempat pembudidayaan ikan air tawar ini. Dikelola oleh peternak dan warga sekitar yang didampingi dan dibina oleh Dompet Dhuafa, tempat pembudidayaan ikan ini menjadi berkembang dan mulai banyak dikenal. Hasil produksi mereka bukan saja dijual ke daerah-daerah disekitar JaBoDeTaBek melainkan juga ke luar pulau Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, harapannya sih mereka ingin hasil usaha ini bisa sampai dieksport ke luar negeri.

Mereka membudidayakan ikan-ikan tersebut dalam tambak-tambak yang bersekat dengan jaring-jaring di danau seluas kurang lebih 14 hektar. Dalam pengerjaan ini, mereka membentuk kelompok-kelompok yang didampingi oleh pendamping ahli dari Dompet Dhuafa. Dari jumlah sekitar 97 kepala keluarga yang tergabung dalam program pendampingan pembudidayaan ikan ini, mereka sudah dapat menikmati hasil usahanya sekitar 4-5 juta tiap 3 bulannya.

Dari area pembudidayaan ikan ini, ternyata juga menjadi daya tarik wisata atau destinasi Agrowisata bagi masyarakat dan juga instansi, bahkan murid-murid sekolah. Dengan adanya destinasi agrowisata pembudidayaan ikan ini, para pengunjung juga dapat menikmati sensasi menangkap ikan langsung dari tambak. Tentunya ini menjadi pengalaman yang tidak dapat mereka jumpai di tempat wisata lainnya ya. Sayangnya sewaktu saya dan teman-teman berkunjung kesana, cuaca sedang tidak mendukung alias hujan turun. Suatu saat nanti kami pasti akan kembali lagi untuk bersama-sama menikmati sensasi menangkap ikan di sana hehehehe.

img-20180209-wa0014550934589.jpg

Terima kasih untuk Dompet Dhuafa yang telah membawa kami para bloggers mengenal tentang Zona Madina. Next time kayaknya kami harus kesini lagi ya. Tuk yang mau info lebih detil lagi tentang Zona Madina bisa klik ke sini dan akun instagramnya di @zonamadina_dompetdhuafa.

img-20180209-wa0007550934589.jpg
Bersama Bapak Iwan Ridwan dan pengurus di pemberdayaan ikan hias

 

HQ’18

 

 

Kuliner, Uncategorized

Buat Mie Mudah dan Sehat Hanya 5 Menit dengan Re-Noodle

Siapa yang suka makan mie? Nahh.. pasti hampir sebagian besar teman-teman menyukai jenis makanan satu ini ya. Termasuk saya dan keluarga saya, cuma terkadang saya suka agak ragu kalo setiap hari makan mie. Ragu apakah mie yang saya konsumsi itu jelas bahan-bahannya. Karena banyak ditemukan di pasaran bahan-bahan tambahan berbahaya pada mie yang dijual, yaitu:

  1. Air abu – kansui – garam alkali
  2. Pengental adonan
  3. Pengawet makanan
  4. Emulsifier/pelembut
  5. Pewarna industri berbahaya
  6. Pengawet berbahaya

Nah, bahan-bahan seperti itu yang sering kali membuat saya merasa miris dan khawatir apabila membeli mie di pasaran.

Pengennya sih bikin mie sendiri dengan bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya bahan-bahan yang berkualitas. Pernah pada suatu pameran produksi makanan, saya melihat demo membuat mie dengan alat/mesin. Wah..kelihatannya mudah dan praktis lho. Tapi melihat harganya duuh jadi mundur teratur deh..hehehe. Mahal boo, secara itu mesinnya buatan luar negeri.

Re-Noodle (Dok:instagram readboyshop)

Nah, ternyata mesin pembuat mie itu ada yg buatan Indonesia lho. Adalah PT Readboy Indonesia yang sebelumnya telah berhasil mempopulerkan mesin pembuat roti, yaitu Re-Bread. Kali ini mereka juga memproduksi mesin pembuat mie dengan nama Re-Noodle. Bentuk mesinnya praktis dan mudah digunakan, harganya juga cukup affordable kok.

Penulis dengan ibu Jenny Widjaja, CEO PT Readboy Indonesia (Dok:penulis)

Saya dan rekan-rekan Blogger berkesempatan hadir di acara Cooking Class di showroom mereka yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Disambut ramah para petugas dan juga ibu Jenny Widjaja selaku CEO PT Readboy Indonesia yang didampingi chef Andrian serta chef Dwi. Kedua chef ini yang mendemokan pembuatan mie sehat dengan bahan baku premium dan sayuran segar sebagai pewarna alaminya.
Re-Noodle ini merupakan mesin pembuat mie yang praktis dan juga sangat mudah dan murah. Hanya mencampurkan bahan dasar seperti tepung terigu, air dan telur. Apabila ingin memberikan warna, cukup membuat pewarna alami, seperti yang didemokan chef Andrian dan chef Dwi yaitu menggunakan selada untuk warna hijau, buah naga merah untuk warna merah muda, charcoal (arang bambu) untuk warna hitam.

Re-Noodle yang menghasilkan mie sehat hanya 5 menit (Dok:penulis)

Selain itu dengan menggunakan mesin Re-Noodle ini dapat menampung 600gram terigu yang menghasilkan kurang lebih 5-7 porsi mie. Nah, cukup murah kan? Berbagai jenis mie dapat dibuat dengan menggunakan Re-Noodle ini, karena tersedia 7 macam cetakan, termasuk cetakan penne/macaroni dan kulit pastel/gyoza. Kita jadi dapat membuat aneka olahan mie sehat yang murah juga praktis ya.
Sewaktu saya melihat demo pembuatan mie dengan mesin buatan luar negri itu, sempat saya tanya ke petugasnya. Bagaimana dengan wattnya, sempet kaget juga sewaktu mereka menyebutkan daya listrik yang terpakai untuk menggunakan mesin itu. Re-Noodle ini pun tadinya saya kira juga akan memakan daya listrik yang tinggi, eh tapi ternyata nggak lho teman. Dengan Re-Noodle ini kita bisa hemat listrik kok, karena biaya listrik untuk sekali pemakaian yang menghasilkan 7 porsi mie ini hanya Rp46,- , lebih hemat daripada penggunaan rice cooker.

Mie tomyam Re-Noodle (Dok:penulis)

Bahkan kalaupun kita membeli mie instan, kalau dihitung-hitung membuat mie dengan Re-Noodle masih lebih murah sekitar Rp1100,- sedang mie instan perbungkusnya antara Rp2200 – Rp15.000,-. Belum lagi kita tidak mengetahui bahan-bahan tambahan apa yang terkandung di dalamnya, bila kita membeli mie instan.
Selain hemat, mudah, dan tentunya lezat dan sehat, membuat mie dengan Re-Noodle juga tidak repot. Karena Re-Noodle menyediakan fitur Fuzzy Logic, yaitu fungsi otomatis pada mesin yang berhenti bila adonan terigu sudah habis dalam wadah. Juga fitur Down Force, yaitu menghasilkan mie langsung keluar dari cetakan ke bawah sehingga mie tidak akan saling menempel dan lengket. Dan wadah serta perlengkapannya juga mudah untuk dibersihkan.

Mie hijaunya enaak lho (Dok:penulis)

Nah..bagaimaan teman-teman, tertarik ga dengan mesin Re-Noodle ini? Untuk lebih lengkapnya bisa kok kunjungi akun media sosialnya di Facebook Fan Page Readboy Shop, di instagram @readboyshop dan twitter @rbshopid. Atau kalau mau langsung pesen juga bisa kok di sini. Oiya..kalau teman-teman membeli Re-Noodle ini akan mendapatkan bonus Buku Resep Re-Noodle dan timbangan digital gratis. Tuhh..yuk ah yang mau bikin mie sehat hanya 5 menit, cuuss ke Readboy Indonesia aja.

HQ’18

Kuliner, Uncategorized

Roti Sehat Rumahan dengan Re-Bread

“Rottii… rottiii.. hangat…”, teriak tukang roti menawarkan roti dagangannya setiap pagi di gang-gang sekitar tempat tinggal saya. Kalau di tempat teman-teman pasti ada juga ya penjual roti. Untuk sarapan, roti merupakan salah satu alternatif menu yang keluarga saya konsumsi setiap pagi, selain nasi goreng, nasi uduk, bubur ayam dan jenis-jenis menu sarapan lainnya.

Pernah ada kejadian sewaktu membeli roti di salah satu toko kue, saya lihat di tanggal kadaluarsanya masih beberapa hari lagi dan produksinya tertera sudah sekitar 3 hari lalu. Tapi saya perhatikan kok rotinya masih bagus ya.. gak ada jamurnya. Menurut sepengetahuan saya kalau roti yang lebih dari 3 hari biasanya akan mulai keluar jamurnya. Nah dari situ saya mulai curiga dan penasaran, kok bisa ya rotinya awet dalam jangka waktu yang lama.

Sejak kejadian itu, saya selalu extra hati-hati dalam membeli roti atau kue-kue baik di toko roti atau di penjaja roti. Bukan jaminan lho bahwa toko kue atau roti yang bermerk akan memperhatikan tanggal kadaluarsa produk mereka. Dan sayapun mulai berandai-andai kalau saja ada mesin pembuat roti yang praktis dan hemat, wah pasti akan sangat membantu sekali para ibu-ibu atau penggemar roti untuk membuat sendiri roti dan kue.

photogrid_1518433486864460498510.jpgPucuk dicinta ulam tiba, ibarat kata gayung bersambut. Beberapa hari lalu, tepatnya pada hari Jumat, 2 Februari saya mendapat undangan untuk menghadiri Cooking Class bersama rekan-rekan blogger di showroom PT Readboy Indonesia yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Duuh seneng banget donk.. apalagi ternyata disana tuh ada produk/mesin pembuat roti, persis seperti yang saya angankan, namanya Re-Bread.

Acara dimulai pukul 10 pagi bersamaan dengan jam operasional showroom. Tapi karena excited-nya, saya tiba di lokasi pukul 9 pagi.. hehehe. Yah daripada terlambat kan bisa-bisa saya dapat duduk dibelakang, makanya saya datang pagi-pagi. Biar gampang tuk icip-icip juga sih…hehehe. Setiba di lokasi saya disambut ramah oleh mbak penjaga showroom dan diminta untuk mengisi buku tamu.

photogrid_1518433711385393601967.jpg
Aneka roti dan masakan lainnya yang menggunakan Re-Bread (Dok:penulis)

Sambil menunggu teman-teman yang lain, sayapun melihat-lihat situasi showroom sambil mengambil beberapa foto. Surprised… di meja sudah tersedia beberapa macam hidangan, yang tadinya saya kira itu dummy lho. Eh ternyata itu semua hasil masakan dengan menggunakan mesin Re-Bread. Karena penasaran, sayapun mencium hasil masakan yang ada di meja tersebut. Eh benar lho…duuhh aromanya jadi bikin saya lapar, maklum dari rumah tadi belum sempet sarapan. Apalagi disana juga saya lihat ada aneka roti dan kue, juga ayam bakar, bahkan bubur kacang hijau, selai dan yoghurt strawberry. Wahhh… semuanya enyak-enyak hehehe

Jam 10 pagi acara dibuka dengan sambutan oleh ibu Jenny Widjaja selaku CEO PT Readboy Indonesia. Ternyata ibu Jenny juga pernah mengalami pengalaman membeli roti yang hampir sama dengan saya. Sejak kejadian itulah tercetus ide pembuatan mesin Re-Bread agar beliau dapat menghidangkan roti dan kue-kue juga aneka masakan yang sehat, lezat dan bergizi untuk keluarga tercinta. Mesin ini selain praktis, juga mudah dalam pengoperasiannya, yaitu membuat roti hanya dengan satu jari.

 

Ibu Jenny Widjaja, CEO PT Readboy Indonesia (Dok:penulis)

Dengan menggunakan Re-Bread ini kita tidak perlu repot-repot menguleni atau bahkan membanting-banting adonan rotinya. Kebayang kan seandainya kita mau buat roti sekilo aja, kalo pake tangan kita harus menguleni, membanting supaya kalis, belum lagi menunggu proses profingnya. Tapi dengan Re-Bread proses mencampur, menguleni, fermentasi dan memanggang dilakukan dalam satu mesin. Semua petunjuk ada dalam mesin Re-Bread, kita tinggal gunakan satu jari kita saja.

Wahh.. kalo pake Re-Bread kan pasti makan listriknya besar ya?Duuh..gak usah kuatir deh, seperti yang diperagakan chef Andrian dan chef Dwi, mesin ini cukup hemat listrik kok. Dalam pembuatan roti hanya membutuhkan biaya Rp275,- beda dengan kalau kita menanak nasi dengan rice cooker. Dengan Re-Bread selama proses fermentasi ada jeda (menggunakan self timer), sehingga pemakaian listriknya menjadi rendah.

20180202_1045521222475264.jpg
Chef Dwi dan Chef Andrian dari Readboy Indonesia (Dok:penulis)

Selain memeragakan pembuatan roti, chef Andrian dan chef Dwi juga mendemokan pembuatan selai strawberry. Hasilnya tentu saja lebih sehat dan lebih enak karena dibuat dengan buah asli. Bahkan untuk penggemar pasta pun bisa juga lho membuat makaroni schotel dengn Re-Bread ini. Caranya mudah, kita hanya mencampurkan saja semua bahan ke dalam wadahnya dan tekan tombol sesuai dengan jenis makanan yang akan kita buat, hanya dengan satu jari saja. Duuhh.. jadi mupeng ya, membantu banget kalau kita terburu-buru menyiapkan sarapan untuk keluarga.

Keunggulan Re-Bread antara lain :

  1. Pelopor breadmaker pertama di Indonesia.
  2. Re-Bread Gold dengan desain terbaru berteknologi Eco Back, Self Timer dan hemat listrik.
  3. Dengan Self Timer ini kita dapat mengatur waktu matang sesuai dengan yang kita inginkan.
  4. Membuat roti yang lebih sehat tanpa pengawet dan menggunakan bahan-abahan alami sesuai keinginan dan selera kita.
  5. Praktis,tidak repot. Cukup masukkan seluruh bahan, kemudian tekan tombol Start, dan roti akan matang dalam satu alat yang berfungsi untuki mengadon, fermentasi dan memanggang.
  6. Re-Bread Gold bahkan tidak hanya untuk membuat roti saja, tapi juga kreasi lain seperti selai buah, yoghurt, makaroni schotel, dll.
  7. Re-Bread Gold juga didesain dengan material terbaik, plastik dengan Food Grade dan anti panas.
  8. Hemat listrik, lebih hemat dan sehat daripada membeli roti dan kue di toko-toko kue.
photogrid_15184955248831222475264.jpg
Re-Bread (Dok:instagram @rbshop.official)

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, sudah sepantasnyalah Re-Bread mendapatkan respon positif dari konsumen. Karena dengan Re-Bread membantu kita menyiapkan makanan sehat yang lezat dan bergizi di rumah kita sendiri. Apalagi dengan harga yang bersaing, cukuplah kiranya Re-Bread menarik hati para penggemar kuliner terutama penyuka roti dan kue-kue. Untuk teman-teman yang penasaran dengan  produk Re-Bread ini bisa lho diintip di RBShop Indonesia. Atau meluncur deh ke sosial media Readboy Indonesia di Fan Page Facebook, @rbshopid di twitter dan @readboyshop di instagram.

img_20180203_121546_6861222475264.jpg

 

 

HQ’18

 

 

Kuliner, Uncategorized

Sehat Berawal dari Rumah dengan Re-Rice

Beberapa pekan belakangan ini banyak ibu-ibu yang mengeluhkan kenaikan harga beras. Masih mending ya kalau beras yang dibeli dengan harga mahal dari biasanya itu sesuai juga dengan kualitasnya. Tapi pada kenyataannya kualitas berasnya menurun, tidak seperti biasanya. Hal itu juga saya alami ketika saya membeli beras di warung dekat rumah. Biasanya saya membeli beras dengan harga Rp9000 per liter, tapi hari itu pemilik warung bilang udah gak ada lagi harga sekian. Ya sudahlah, saya pikir dengan harga Rp11.000 yang saya beli, saya akan mendapatkan kualitas beras yang lebih bagus tapi ternyata mengecewakan.

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai salah satu makanan pokok. Bahkan ada beberapa orang yang kalo belum makan nasi berarti belum makan, hehehe. Padahal bisa jadi dia baru saja makan semangkok mie, yang nota bene sama-sama karbohidrat. Hayyoo.. siapa yang suka begitu.. hehehe.

Selama ini kita percaya bahwa nasi merupakan salah satu olahan dari beras yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat, protein, berbagai mineral dan vitamin. Padahal faktanya, ada banyak kandungan gizi yang hilang dalam proses pengolahan gabah menjadi beras. Dulu saya pernah melihat proses pengolahan gabah sewaktu saya kuliah di Jogjakarta. Petani disana mengerjakan pengolahan gabah masih dengan menggunakan peralatan sederhana, namun ada juga yang menggunakan mesin perontok gabah.

Ternyata proses pengolahan gabah menjadi beras itu banyak menghilangkan kandungan gizi yang bermanfaat, seperti vitamin B1, B3, B6, mangan, fosfor, zat besi dan asam lemak esensial lainnya. Nah, penurunan kualitas beras yang akhir-akhir ini terjadi kemungkinan karena proses pengolahan gabah menjadi beras yang tidak benar itu. Memprihatinkan sekali ya, apalagi beras yang dijual di pasaran itu kebanyakan beras curah. Yah.. walaupun merk dan jenis beras tidak menjadi jaminan, bisa saja kita memilih beras yang kita sangka bagus dan berkualitas ternyata berasnya sudah dioplos. Atau mungkin saja sudah diberi pemutih, pewangi yang mengandung bahan berbahaya, duuh ngeri ya. Banyaknya pedagang-pedagang yang nakal dalam menjual produknya, tentu membuat saya juga kaum ibu lainnya merasa prihatin sekali.

 

Sehubungan dengan adanya penurunan kualitas beras tersebut, lalu solusinya apa ya? Bagaimana kita, saya dan ibu-ibu yang lainnya bisa mendapatkan beras dengan kualitas bagus, segar dan menyehatkan? Nah, kebetulan sekali pada tanggal 2 Februari lalu, saya mendapat kesempatan untuk bertandang ke showroom PT Readboy Indonesia yang berlokasi di Kelapa Gading. Bersama rekan-rekan blogger lainnya, kami mendapat kehormatan untuk menghadiri launching produk terbaru mereka, yaitu Re-Rice Live Rice Maker.

Wahh.. produk apa ya itu? Kalau mendengar nama PT Readboy Indonesia, saya sih teringatnya dengan produk Re-Bread dan Re-Noodle mereka yang populer. Karena kebetulan juga kakak saya pengguna produk Re-Bread tersebut untuk membuat roti juga kue-kue. Re-Rice Live Rice Maker itu ternyata salah satu produk terbaru yang berfungsi sebagai mesin penggiling padi yang didesain khusus untuk penggunaan rumah tangga demi mendapatkan beras hidup yang segar dan sehat. Kenapa beras hidup ya?

Beras hidup yaitu beras yang dihasilkan dari proses menggiling gabah menggunakan Re-Rice Live Rice Maker yang secara khusus akan memproses hingga beras masih memiliki kulit ari/bekatul. Jadi beras yang dihasilkan tersebut masih terdapat nutrisi yang kita butuhkan secara keseluruhan. Dengan menggiling beras sendiri di rumah, tentu beras yang kita dapatkan akan terjamin kualitasnya. Selain segar dan sehat, juga bebas dari zat kimia berbahaya seperti pemutih, pengawet, pewarna, pewangi, dan sebagainya.

Tapi, apa gak ribet ya menggiling beras sendiri dirumah, apalagi kalo yang saya tahu kan mesin penggiling beras itu besar dan berat. Eh ternyata, Re-Rice Live Rice Maker itu bentuknya agronomis  dan cukup menarik kok, bahkan hemat ruangan juga, beratnya saja hanya 8kg. Selain itu cara penggunaannya juga cukup mudah lho, instruksi penggunaannya jelas tertera didalamnya. Hanya dengan mengandalkan jari saja kita sudah dapat mengoperasikan mesin Re-Rice Live Rice Maker ini.

photogrid_1517625287501955439792.jpg
Ibu Jenny Widjaja, CEO PT Readboy Indonesia (Dok:penulis)

Menurut ibu Jenny Widjaja, CEO PT Readboy Indonesia, “Salah satu gaya hidup sehat adalah memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting dalam tubuh. Beras dengan kualitas bagus haruslah menjadi pilihan utama kita agar manfaat beras terserap dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian kita. Beras hidup dan segar didapatkan dengan proses penggilingan sesaat sebelum kita mengolahnya menjadi nasi. Daya simpannya pun juga tidak dalam jangka waktu lama, kurang lebih 3-4 minggu saja apabila sudah dikupas kulitnya (dipisahkan dari sekamnya). Karena apabila disimpan dalam jangka waktu lama, maka beras itu akan mati dan tidak segar lagi.”

Berbeda dengan beras yang kita beli dipasar atau supermarket, dimana kita tidak mengetahui kapan proses penggilingan itu berlangsung dan sudah berapa lama tersimpan di gudang sebelum dilempar ke pasaran. Dengan kita menggiling sendiri gabah menjadi beras, tentu kita akan mendapatkan beras dengan kualitasnya.

Dalam penjelasannya tersebut, ibu Jenny juga memperlihatkan cara menggunakan mesin Re-Rice Live Rice Maker dan hasil dari penggilingan tersebut. Melihat hasilnya tersebut dan membandingkan dengan beras yang saya bawa dari rumah, jelas sekali perbedaaannya. Beras yang dihasilkan dari mesin Re-Rice Live Rice Maker terasa kasar, berserat menandakan bahwa kulit ari/bekatulnya masih menempel.

Berikut 10 alasan mengapa kita harus menggiling beras sendiri, yaitu:

  1. Kita sekeluarga mengkonsumsi beras hidup, fresh karena langsung digiling sesaat ketika hendak dikonsumsi.
  2. Beras Live Rice yang digiling sendiri lebih terjangkau.
  3. Nasi dari beras hidup lebih wangi, nikmat dan bergizi.
  4. Bebas dari beras oplosan yang tidak layak untuk dikonsumsi.
  5. Terhindar dari resiko beras berpemutih, pengawet, boraks, pewangi, dan lain-lain.
  6. Beras hidup masih terdapat kulit ari/bekatul, penuh serat dan mikronutrisi yang bermanfaat.
  7. Sangat cocok untuk bayi, anak-anak, dewasa dan lansia karena mudah dicerna.
  8. Aman bagi penderita diabetes dan program diet, karena tinggi akan serat dan rendah kadar gula.
  9. Terdapat enzim anti oksidan, memperbaiki metabolisme dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  10. Proses penggilingan yang mudah dan cepat (3-7 menit).

Mesin penggiling beras Re-Rice Live Rice Maker produk PT Readboy Indonesia ini bertujuan untuk membantu masyarakat sehingga dapat mengkonsumsi makanan yang sehat, fresh, dengan bahan-bahan alami secara praktis dan lebih hemat. Dengan demikian kualitas hidup menjadi lebih bertambah manfaatnya. Nah.. buat yang berminat dengan produk Re-Rice Live Rice Maker ini bisa langsung order melalui RBShop Indonesia. Atau bisa juga tuh kepoin media sosialnya @rbshopid di twitter, @readboyshop di instagram dan Readboy Shop di Fan Page Facebook.

img_20180202_095517_5611136597761.jpg

 

HQ’18

 

 

 

 

 

Sosial, Uncategorized

25 Tahun Dompet Dhuafa, Kuatkan Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat

25 tahun tentu bukanlah kurun waktu yang tidak sedikit, apalagi untuk suatu yayasan yang bergerak dibidang kemanusiaan. Dompet Dhuafa mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).

Yayasan Dompet Dhuafa resmi berdiri dengan akta Nomor 41 tanggal 14 September 1994, pada tanggal 10 Oktober 2001 resmi dikukuhkan Lembaga Zakat Nasional (Lembaga Amil ZAKAt) oleh Departemen Agama Republik Indonesia, berdasarkan SK Mentri Agama RI Nomor 439 tahun 2001. Saat ini Dompet Dhuafa memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri, 5 cabang di luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh, 11 unit bisnis yang sebagian besar pertumbuhannya merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal.

Dalam pergerakannya ini, Dompet Dhuafa terus berupaya berkontribusi dengan melakukan pengembangan dan menguatkan potensi lokal. Pada Selasa (30/01)lalu, bertempat di Gado Gado Boplo, Menteng, Dompet Dhuafa menggelar Laporan Kinerja Dompet Dhuafa 2017, Public Expose 2018 dengan mengundang media dan blogger. Program-program Dompet Dhuafa mulai dari tahun 1989 sampai sekarang telah banyak dilakukan, yaitu mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah.Dengan visi agar terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan. Dompet Dhuafa juga menjalankan misi dan mengusung nilai-nilai lembaga berupa Islami, Universal, peduli, Inovatif, Responsif, Amanah dan Profesional.

20180130_133040942237323.jpg
Bapak Mukhlis, Bapak Fadhil, Bapak Iwan Ridwan, Bapak Imam Rulyawan, Mbak Mariana (Dok:penulis)

Acara Public Expose DD 2018 ini menghadirkan drg. Imam Rulyawan, MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Iwan Ridwan sebagain Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise, Yudha Abadi selaku Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Fadhil Setiawan selaku pendamping program DD Green Horti Mojokerto dan bapak Mukhlis sebagai Direktur PT Pachira Group yang juga pakar agro bisnis. Acara semakin menarik berkat panduan moderator mbak Mariana Suci Swastika dan MC mbak Dea dari DD.

Menariknya, yayasan Dompet Dhuafa ini menerapkan sinergi internalnya yaitu memaksimalkan konsep bisnis dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise, seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya. Bukan itu saja DD Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis social enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha. Disamping itu juga menciptakan nilai-nilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

photogrid_1518070608452-1713498484.jpg

Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa hingga tahun 2017 sebesar 1.682.895 jiwa dan layanan yang tersebar di 33 Provinsi di Indonesia. Bukan itu saja, bahkan penerima manfaatnya pun juga sampai ke luar negeri yaitu sebesar 26 negara berupa 82.882 jiwaq dan layanan. Walaupun Dompet Dhuafa berbasis syariat Islam, tapi penerima manfaat dan juga donatur-donaturnya tidak hanya dari kaum muslim dan muslimah saja tapi juga dari non muslim yang memang membutuhkan dan mempercayakan dananya untuk diwakafkan melalui Dompet Dhuafa.

Dengan penguatan potensi lokal, Dompet Dhuafa cukup berhasil mengembangkan unit-unit bisnisnya antara lain berupa pengembangan jaringan unit bisnis Dayamart, yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikan diarahkan untuk Dhuafa. Dalam bidang agro wisata juga telah terbentuk program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya di daerah Subang, Jawa Barat. Petani didampingi untuk dapat mengolah pertaniannya juga hasil tani dengan sebaik mungkin hingga hasilnya dapat dipasarkan tidak hanya berupa hasil mentah tapi juga yang telah diolah. Misalnya hasil tani buah nanas, yang juga dibuat selai atau sirup hingga tidak hanya memanfaatkan hasil tani tapi juga mengolah dan menyerap tenaga kerja didalamnya.

Program Mustahik to Muzakki menjadi salah satu program dari karya masyarakat mandiri untuk para petani, nelayan dan pengusaha UMKM dengan cara pendampingan. Dengan program MtoM ini diharapkan yang awalnya menjadi Mustahik atau penerima manfaat dapat bergerak maju menjadi pemberi manfaat pada sekelilingnya (Muzakki).

Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengembangkan social hospital network, yaitu rumah sakit yang berbasis wakaf untuk melayani dhuafa. Telah berdiri 5 rumah sakit berbasis wakaf yang ada yaitu Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu, Rumah Sakit Aka Medika Sri Bawono, lampung Timur, Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayidah, Jakarta Timur, Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, Serang dan Rumah Sakit Lancang Kuning, Riau. Bukan itu saja, Dompet Dhuafa juga menyediakan dan menyalurkan tenaga kemanusiaan tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Tenaga-tenaga relawan Dompet Dhuafa turut membantu korban-korban di daerah bencana dan menyalurkan bantuan. Bukan itu saja program Dakwah DD juga menebarkan manfaat hingga ke pelosok dengan Corps Dai Dompet Dhuafa atau Cordofa.

Setelah bidang ekonomi dan kesehatan, Dompet Dhuafa juga menjalankan program pendidikan melalui Smart Ekselensia Indonesia, yaitu sekolah menengah dengan jenjang SMP dan SMA bebas biaya dan berasrama dengan program percepatan sistem kredit semester dan pendidikan kepemimpinan. Diharapkan dengan program ini, akan menghasilkan SDM yang berkarakter dan berkompetensi global menuju Indonesia Berdaya. Adapun penerima manfaat dari program pendidikan ini yaitu sebesar 22.071 jiwa dimana presentasi kelulusan mereka pada PTN periode 2013-2017 yaitu sebesar 83,84%. Jadi untuk mereka yang mengalami kesulitan masalah biaya pendidikan, ga perlu kuatir lagi ya. Dompet Dhuafa dengan program pendidikan ini berusaha membantu anak-anak Indonesia meraih mimpi melalui jenjang pendidikan di program ini.

Indonesia sebagai salah satu negara yang tingkat kesenjangannya no 4 tertinggi didunia, yaitu dimana dengan jumlah penduduk miskin sebesar 25,68juta jiwa dan 23,92 juta jiwa belum tersentuh dan harus dibantu (sumber data: BPS 2017). Berdasarkan data tersebut Dompet Dhuafa berusaha membantu pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sampai tahun 2017 sebesar 340,78M dan berhasil menyalurkan ke 1,76 juta jiwa. Baru 6,5% dari 93,5% penduduk yang membutuhkan. Namun Dompet dhuafa yakin dengan 5 pilar Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah dapat menjadi pondasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

photogrid_1518070786394942237323.jpg
 

HQ’18