Sosial, Uncategorized

25 Tahun Dompet Dhuafa, Kuatkan Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat

25 tahun tentu bukanlah kurun waktu yang tidak sedikit, apalagi untuk suatu yayasan yang bergerak dibidang kemanusiaan. Dompet Dhuafa mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).

Yayasan Dompet Dhuafa resmi berdiri dengan akta Nomor 41 tanggal 14 September 1994, pada tanggal 10 Oktober 2001 resmi dikukuhkan Lembaga Zakat Nasional (Lembaga Amil ZAKAt) oleh Departemen Agama Republik Indonesia, berdasarkan SK Mentri Agama RI Nomor 439 tahun 2001. Saat ini Dompet Dhuafa memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri, 5 cabang di luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh, 11 unit bisnis yang sebagian besar pertumbuhannya merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal.

Dalam pergerakannya ini, Dompet Dhuafa terus berupaya berkontribusi dengan melakukan pengembangan dan menguatkan potensi lokal. Pada Selasa (30/01)lalu, bertempat di Gado Gado Boplo, Menteng, Dompet Dhuafa menggelar Laporan Kinerja Dompet Dhuafa 2017, Public Expose 2018 dengan mengundang media dan blogger. Program-program Dompet Dhuafa mulai dari tahun 1989 sampai sekarang telah banyak dilakukan, yaitu mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah.Dengan visi agar terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan. Dompet Dhuafa juga menjalankan misi dan mengusung nilai-nilai lembaga berupa Islami, Universal, peduli, Inovatif, Responsif, Amanah dan Profesional.

20180130_133040942237323.jpg
Bapak Mukhlis, Bapak Fadhil, Bapak Iwan Ridwan, Bapak Imam Rulyawan, Mbak Mariana (Dok:penulis)

Acara Public Expose DD 2018 ini menghadirkan drg. Imam Rulyawan, MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Iwan Ridwan sebagain Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise, Yudha Abadi selaku Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Fadhil Setiawan selaku pendamping program DD Green Horti Mojokerto dan bapak Mukhlis sebagai Direktur PT Pachira Group yang juga pakar agro bisnis. Acara semakin menarik berkat panduan moderator mbak Mariana Suci Swastika dan MC mbak Dea dari DD.

Menariknya, yayasan Dompet Dhuafa ini menerapkan sinergi internalnya yaitu memaksimalkan konsep bisnis dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise, seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya. Bukan itu saja DD Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis social enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha. Disamping itu juga menciptakan nilai-nilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

photogrid_1518070608452-1713498484.jpg

Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa hingga tahun 2017 sebesar 1.682.895 jiwa dan layanan yang tersebar di 33 Provinsi di Indonesia. Bukan itu saja, bahkan penerima manfaatnya pun juga sampai ke luar negeri yaitu sebesar 26 negara berupa 82.882 jiwaq dan layanan. Walaupun Dompet Dhuafa berbasis syariat Islam, tapi penerima manfaat dan juga donatur-donaturnya tidak hanya dari kaum muslim dan muslimah saja tapi juga dari non muslim yang memang membutuhkan dan mempercayakan dananya untuk diwakafkan melalui Dompet Dhuafa.

Dengan penguatan potensi lokal, Dompet Dhuafa cukup berhasil mengembangkan unit-unit bisnisnya antara lain berupa pengembangan jaringan unit bisnis Dayamart, yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikan diarahkan untuk Dhuafa. Dalam bidang agro wisata juga telah terbentuk program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya di daerah Subang, Jawa Barat. Petani didampingi untuk dapat mengolah pertaniannya juga hasil tani dengan sebaik mungkin hingga hasilnya dapat dipasarkan tidak hanya berupa hasil mentah tapi juga yang telah diolah. Misalnya hasil tani buah nanas, yang juga dibuat selai atau sirup hingga tidak hanya memanfaatkan hasil tani tapi juga mengolah dan menyerap tenaga kerja didalamnya.

Program Mustahik to Muzakki menjadi salah satu program dari karya masyarakat mandiri untuk para petani, nelayan dan pengusaha UMKM dengan cara pendampingan. Dengan program MtoM ini diharapkan yang awalnya menjadi Mustahik atau penerima manfaat dapat bergerak maju menjadi pemberi manfaat pada sekelilingnya (Muzakki).

Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengembangkan social hospital network, yaitu rumah sakit yang berbasis wakaf untuk melayani dhuafa. Telah berdiri 5 rumah sakit berbasis wakaf yang ada yaitu Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu, Rumah Sakit Aka Medika Sri Bawono, lampung Timur, Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayidah, Jakarta Timur, Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, Serang dan Rumah Sakit Lancang Kuning, Riau. Bukan itu saja, Dompet Dhuafa juga menyediakan dan menyalurkan tenaga kemanusiaan tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Tenaga-tenaga relawan Dompet Dhuafa turut membantu korban-korban di daerah bencana dan menyalurkan bantuan. Bukan itu saja program Dakwah DD juga menebarkan manfaat hingga ke pelosok dengan Corps Dai Dompet Dhuafa atau Cordofa.

Setelah bidang ekonomi dan kesehatan, Dompet Dhuafa juga menjalankan program pendidikan melalui Smart Ekselensia Indonesia, yaitu sekolah menengah dengan jenjang SMP dan SMA bebas biaya dan berasrama dengan program percepatan sistem kredit semester dan pendidikan kepemimpinan. Diharapkan dengan program ini, akan menghasilkan SDM yang berkarakter dan berkompetensi global menuju Indonesia Berdaya. Adapun penerima manfaat dari program pendidikan ini yaitu sebesar 22.071 jiwa dimana presentasi kelulusan mereka pada PTN periode 2013-2017 yaitu sebesar 83,84%. Jadi untuk mereka yang mengalami kesulitan masalah biaya pendidikan, ga perlu kuatir lagi ya. Dompet Dhuafa dengan program pendidikan ini berusaha membantu anak-anak Indonesia meraih mimpi melalui jenjang pendidikan di program ini.

Indonesia sebagai salah satu negara yang tingkat kesenjangannya no 4 tertinggi didunia, yaitu dimana dengan jumlah penduduk miskin sebesar 25,68juta jiwa dan 23,92 juta jiwa belum tersentuh dan harus dibantu (sumber data: BPS 2017). Berdasarkan data tersebut Dompet Dhuafa berusaha membantu pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sampai tahun 2017 sebesar 340,78M dan berhasil menyalurkan ke 1,76 juta jiwa. Baru 6,5% dari 93,5% penduduk yang membutuhkan. Namun Dompet dhuafa yakin dengan 5 pilar Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah dapat menjadi pondasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

photogrid_1518070786394942237323.jpg
 

HQ’18

 

 

Advertisements
Sosial, Uncategorized

Membangun Rumah Impian dengan Domus Bedah Rumah

Memiliki rumah yang nyaman, layak dihuni merupakan impian semua orang. Namun terkadang apabila rumah sudah dimiliki tapi terbentur pada kondisi rumah yang jangankan untuk beristirahat dengan nyaman, untuk beraktifitas di dalam saja rasanya tidak enak. Misalkan saja lantai rumah yang belum terlapisi ubin atau keramik, dinding yang berlobang-lobang karena terbuat dari papan kayu yang sudah tua, atau bahkan atap yang bocor.

Melihat dari kondisi demikianlah yang akhirnya menginspirasi Pemerintah Propinsi DKI Jakarta untuk membuat program yang dapat membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan rumah yang layak huni dan nyaman. Menggandeng PT Tata Logam Lestari dengan program CSRnya inilah Pemprop DKI berusaha merealisasikan program tersebut. Program Bedah Rumah yang awalnya digagas oleh Gubernur DKI Jakarta terdahulu yaitu Bapak Basuki Cahaya Purnama atau Ahok.

wp-image--960698536
Program Domus Bedah Rumah Pemprop DKI Jakarta dan PT Tata Logam (Dok: grup WA Domus)

PT Tata Logam adalah perusahaan lokal yang bergerak di industri pembuatan genteng metal dan baja ringan. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1994 ini mempunyai produk Rumah Domus yaitu rumah permanen instan yang dindingnya berupa solid wall bukan prefab house (rumah semi permanen) yang menggunakan dry wall. Sistem Domus ini yaitu pembuatan rumah yang menggunakan rangka baja ringan sebagai bahan utama, yang membuat proses pembangunan menjadi cepat dan mudah.

wp-image-850519244
(Dok: twitter @tatalogam)

Pada Kamis (28/9) saya dan rekan-rekan blogger berkesempatan hadir dalam peresmian selesainya pembangunan #domusbedahrumah bedah rumah pakai Domus di lapangan Serbuk, Cilincing, Jakarta Utara. Guyuran hujan di pagi hari tidak menyurutkan langkah saya untuk berangkat menuju lokasi yang cukup jauh dari tempat saya tinggal. Menggunakan transportasi bus Trans Jakarta, saya menuju terminal Tanjung Priok dan disambung menggunakan ojek online. Ternyata guyuran hujanpun juga melanda kawasan Cilincing, tempat acara peresmian Bedah Rumah tersebut.

Sepanjang jalan menuju lokasi lapangan Serbuk, saya melihat pasukan oranye. Dari mereka juga saya dan pengemudi ojek online diarahkan ke lokasi. Acarapun dimulai beberapa menit kemudian. Kedatangan Gubernur DKI Bapak Djarot Saiful Hidayat sangat dinantikan oleh warga sekitar yang juga hadir.

Program Bedah Rumah ini ditujukan untuk warga yang kurang mampu yang memiliki rumah namun tidak layak untuk ditinggali. Adalah kelurahan Cilincing yang dipilih dalam program ini dikarenakan banyaknya hunian yang tidak layak di sana yang ditempati oleh lebih dari 2 Kepala Keluarga dalam satu rumah. Kelurahan Cilincing sebagai pilot project (proyek percontohan) berhasil menembus 67 rumah (99KK) yang dilakukan sejak 17 April 2017 dengan target Desember tapi dapat terealisasi lebih cepat yaitu bulan September 2017.

wp-image--621709404
Bapak Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta (Dok: penulis)

Dalam sambutannya Bapak Djarot mengatakan bahwa program Bedah Rumah Domus ini diperuntukkan warga yang mempunyai rumah namun tidak merasakan kenyamanan dan kelayakan huni didalamnya. Semoga dengan program #domusbedahrumah bedah rumah pakai Domus ini, warga yang berhasil diperbarui rumahnya dapat merawat rumahnya dengan sebaik-baiknya. Apabila ingin menambah bagian lain dalam rumah ya harus menggunakan dana sendiri. Satu hal lagi yang terpenting yaitu bahwa rumahnya itu harus dipakai sendiri jangan dikontrakkan apalagi dijual.

wp-image-44267548
(Dok: twitter @tatalogam)

Warga merasa bersyukur sekali dan sangat terbantu dengan adanya program Bedah Rumah Domus ini. Seperti yang dikatakan Bapak Uwik yang rumahnya mendapat program Bedah Rumah Domus ini, bahwa sebelumnya rumahnya jauh dari nyaman dan layak huni. Apalagi bila musim hujan tiba, bocor dan lantainya menjadi becek karena belum berkeramik. Tapi sekarang beliau dan keluarganya merasa senang dengan program #domusbedahrumah ini rumahnya menjadi nyaman ditinggali.

wp-image--1424247237
Bapak Djarot dan Ibu Wulan bersama keluarga Bapak Uwik yang mendapat program Bedah Rumah Domus (Dok; twitter @tatalogam)

 

wp-image--1975807379
Pasukan Oranye yang merupakan bagian dari Pasukan Pelangi (Dok: grup WA Domus)

Pembangunan proyek percontohan Bedah Rumah Domus ini dibantu oleh 169 Pasukan Pelangi petugas PPSU (Pasukan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum). Pasukan Pelangi tersebut terdiri dari pasukan Biru yaitu dari Dinas Tata Air, pasukan Oranye dari Dinas Kebersihan, pasukan Kuning dari Dinas Bina Marga, pasukan Hijau dari Dinas Pertamanan dan pasukan Merah dari Dinas Perumahan.1 unit rumah diselesaikan hanya dalam waktu 6-8 hari, sehingga 67 rumah dapat diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan. Kerja kelompok pasukan Pelangi ini tentu saja mampu meminimalkan pemborosan biaya, bahan baku dan waktu yang timbul dari salah penanganan maupun kesalahan lainnya.

wp-image--1397779820
Bapak Djarot didampingi oleh Ibu Wulan dari PT Tata Logam menuju lokasi rumah yang telah dibedah (Dok:penulis)

Program Bedah Rumah ini merupakan salah satu program Pemprop DKI yang nantinya akan menyebar ke wilayah di DKI Jakarta.Warga yang mendapatkan program Bedah Rumah Domus ini juga mendapatkan bantuan subsidi untuk pengurusan IMB, Kartu Jakarta Pintar untuk putra-putrinya, juga Kartu Jakarta Sehat untuk berobat. Namun semua itu tetap harus melalui seleksi melalui survey terlebih dahulu, apakah benar-benar layak untuk mendapatkan program ini atau tidak.

Program ini ke depannya menggandeng mitra-mitra dari instansi terkait yang lebih banyak lagi hingga akan banyak lagi warga yang membutuhkan akan terbantu. Seperti yang telah dilakukan PT Tata Logam baru-baru ini dan untuk informasi mengenai Domus dan Tata Logam dapat diakses melalui web dan akun media sosialnya.

http://www.tatalogam.com

Twitter : @tatalogam

Instagram : @simantap

 

 

HQ’17

Sosial, Uncategorized

Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Amal Wanita

Bersyukur atas apa yang kita punya dan Allah berikan merupakan bentuk keihlasan kita terhadap takdir Allah. Sesungguhnya apa yang kita miliki di dunia hanyalah titipan semata. Berbagi kepada yang tidak mampu tidak lantas membuat kita kekurangan.Justru akan membuka pintu rejeki kita. 

Bersama adik-adik penghuni panti di Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita, saya dan rekan blogger berkesempatan berbagi kebahagiaan. Acara bukber (buka puasa bersama) ini digagas oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan BloggerCrony yang bertajuk #bloggercare.

Founder ISB, Ani Berta dan founder BloggerCronny, Wardah Fajri

Panti Asuhan Amal Wanita berdiri sejak tahun 1964 yang didirikan pertama kali oleh Hj.Raimah Raib dan Hj.O Loekman. Sekarang ini dipimpin oleh ibu Upik yang merupakan generasi ketiga. Panti Asuhan Amal Wanita memfokuskan diri pada pengasuhan anak-anak yatim piatu mulai dari usia SD sampai perguruan tinggi. Tapi tidak menutup juga pada lansia. 

Tampak luar panti

Panti yang beralamat di Jl. RE Martadinata Gg. Dukuh no 37, Ciputat, Tangerang Selatan ini memberikan pendidikan formal dan informal kepada anak-anak asuhnya. Pendidikan formal mereka dapatkan melalui lembaga pendidikan di luar panti. Sedang pendidikan non formal, mereka dapatkan di lingkungan panti seperti menjahit, berkebun, beternak, mengetik/komputer. 

Tidak lupa juga pendidikan budi pekerti seperti kedisiplinan, organisasi, keagamaan. 
Acara bukber ini dipandu oleh kak Agatha, blogger cantik yang ramah dan murah senyum. Dimulai dengan mini workshop yang dibawakan oleh kak Asykur, seorang blogger yang jago masak, yang berprofesi sebagai food stylist

Mini workshop yang diajarkan kak Asykur ini yaitu kreasi coklat kurma. Dengan workshop ini harapannya adik-adik di panti bisa mempraktekkan dan hasilnya bisa dijual. Apalagi momen Idul Fitri biasanya banyak yang mencari bingkisan sebagai hantaran. Nah..kreasi coklat kurma ini bisa jadi peluang usaha ya. Adik-adik terlihat antusias sekali dengan mini workshop ini. 

Sesi selanjutnya yaitu dibawakan oleh kak Zatta dan Bunda Wylvera. Kak Zatta membagi ilmu tentang penulisan di blog. Kata kak Zatta, adik-adik bisa menghasilkan uang lho dari tulisan yang ada di blog. Jadi selain menyalurkan kreatifitas dan hobi tapi juga bisa menghasilkan.

Kalau kak Zatta menulis di blog, beda lagi nih dengan Bunda Wylvera yang seorang penulis buku. Bahkan Bunda menerbitkan buku berkolaborasi dengan anaknya. Kereen kan ya…? Di sesi ini kak Zatta dan Bunda Wylvera membagikan hadiah untuk adik-adik yang berani menjawab atau memberikan pertanyaan. Semoga dari adik-adik di panti ini akan lahir blogger dan penulis di kemudian hari. Aammin. 

Menjelang waktu berbuka, kak Agung Han turut berbagi ilmu tentang keIslaman. Adik-adik terlihat antusias mendengarkan tauziah dari kak Agung. Mereka juga pintar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 

Kakak-kakak pengisi acara

Alhamdulillah sekali  acara ini banyak didukung berbagai pihak. Diantaranya untuk takjil berbuka ada kurma dari kak Zatta, minuman kacang hijau dari Gula Jawa, mini bronis dari Dapur Ukhti, nasi bakar Rolas Catering,  hijab dari Tiffany Kenanga juga kak Windy dengan alat-alat tulis sekolah.

Sponsor yang mendukung acara bukber di panti

Surprised nya lagi adik-adik kedatangan kak Windy Gemari yang merupakan penyanyi jebolan Indonesian Idol 2014 yang telah menelurkan single nya. Kak Windy ikut berbagi cerita tentang perjuangannya menjadi penyanyi. 
Diceritakan bahwa kak Windy itu berangkat dari keluarga sederhana yang mau berjuang untuk menggapai cita-citanya. Cerita kak Windy diharapkan bisa menjadi pemicu semangat adik-adik untuk tetap semangat meraih cita-cita. 

Menutup perjumpaan kali itu kak Windy pun bernyanyi bersama kami semua. Bahkan ada adik panti yang mengiringi kak Windy bernyanyi dengan gitar. Itu juga salah satu bakat yang dipunya adik-adik di panti Amal Wanita. Semoga kelak mereka semua berhasil dikehidupan mereka dan menjadi manusia-manusia yang cerdas bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur dan bertakwa pada Allah SWT. Ammiin. 

Pemberian donasi, ki-ka : kak Agatha, kak Ani Berta, perwakilan panti, kak Wardah Fajri

Acara buka puasa bersama ini banyak sekali yang mendukung baik secara moril maupun materil. Secara materil, selain sembako yang diberikan juga terkumpul donasi sebesar IDR10.775.000,-. Alhamdulillah… 
Untuk donatur lain yang masih mau berbagi dapat langsung menyerahkan donasinya ke Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita. Karena mereka masih membutuhkan dana untuk membenahi atap dan ruangan yang sudah mulai rusak. Semoga dengan adanya acara berbagi ini akan tersebar dan mengetuk hati donatur lain untuk membantu.

Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita:

Jl. RE Martadinata Gg.Dukuh no. 37, Ciputat, Tangerang Selatan 

021-7205583

HQ’17

Sosial, Uncategorized

Berkah #Zakat360, Program Pemberdayaan Petani oleh Dompet Dhuafa 

Ramadan 1438H tahun ini telah berjalan hampir setengah bulan. Umat muslimpun banyak yang berlomba-lomba memanfaatkan bulan suci ini dengan lebih banyak beribadah shalat, zikir, membaca Al Quran juga berzakat. Zakat merupakan salah satu perintah Allah Subhanallahu wa Taalla bagi umat Islam.

Zakat, dalam segi istilah (menurut Wikipedia Indonesia) adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin, dhuafa, dsb).Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci, subur menurut ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Setiap umat Islam diwajibkan memberikan sedekah dari rejeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis dalam Al Quran diantaranya dalam surat Al Baqarah 2:43 yang artinya:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

 Juga di surat At Taubah 9:71 yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong sebahagiaan yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat Allah, yang sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”.

Zakat yang kita berikan memang seharusnya diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Selama ini yang kita kenal, zakat yang diberikan itu berupa uang (walaupun ada juga berupa barang) yang langsung diberikan kepada yang berhak. Namun tanpa disadari, zakat berupa uang yang kita berikan itu akan habis begitu saja bila tanpa ada usaha untuk mengelolanya hingga bisa berkelanjutan.

Disinilah Dompet Dhuafa hadir dan berperan untuk menjadi penyambung bagi si pemberi zakat dan si penerima zakat. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang bertujuan mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal baik dari perorangan, kelompok, perusahaan, maupun lembaga. 

Selama hampir 24 tahun, DD memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. Zakat yang dititipkan para pemberi zakat dikelola oleh DD agar dapat diserahkan dan digunakan oleh yang berhak,  hingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Salah satu kontribusi DD di bidang ekonomi yang telah dilakukan DD yaitu  melalui Karya Masyarakat Mandiri (KMM) yang membantu petani mengembangkan potensi lahan dan sumber daya yang ada tapi juga membuat mereka mandiri dan berdaya guna. 

Kemitraan KMM dan DD membantu petani yang tidak hanya berupa pendampingan saja, namun juga modal pertanian (input budidaya berupa : pupuk, benih unggul, pestisida organik, plastik sungkup, green house), pelatihan budidaya pasca panen serta bantuan pemasaran ke agen-agen sayur di Bogor dan sekitarnya. 

Ki-atas : mas Beni, Ki-bawah : kang Asep dan salah satu petani binaan, Kanan : mas Salman, mas Bani (Dok : penulis)

Seperti yang dijelaskan pihak Corporate Communication DD (yang diwakili oleh mas Beni, Salman, Bani) bahwa sebaik-baiknya berzakat yaitu memberikan “kail” kepada mereka yang berhak, tidak hanya berupa “ikan“nya saja. Dengan tagline #zakat360 DD juga membidik penerima zakat agar tepat sasaran dan  dapat memberikan perubahan kehidupan yang layak hingga membuka mereka dari belenggu kemiskinan. 

Bersama rekan blogger dan media pada tanggal 6 Juni 2017, DD memperkenalkan kami langsung ke lokasi KMM yaitu Paguyuban Sumber Jaya Tani di desa Sindangjaya, kecamatan Cipanas, kabupaten Cianjur. Desa dengan ketinggian 900-1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl)ini, merupakan wilayah berudara sejuk yang mempunyai dataran tanah yang cocok bagi perkembangan lahan pertanian.

Penulis di depan salah satu green house tanaman kale

Di desa Sindangjaya inilah program Green Horti (Mustahik Move to Muzaki) dari Divisi Pertanian Sehat,  Masyarakat Mandiri, DD dilakukan. Mustahik adalah orang yang menerima zakat, sedang Muzaki adalah orang yang memberikan zakat. Diharapkan dengan program ini para petani penerima zakat dapat meningkat kesejahteraannya hingga menjadi pemberi zakat dan membantu di lingkungannya. 

Dari meeting point di Pejaten Village, kami berangkat ke desa Sindangjaya pukul 11.00 dengan menggunakan mobil operasional DD. Alhamdulillah perjalanan selama 2(dua) jam kami lalui dengan lancar dan selamat tiba di lokasi. Setelah beristirahat dan shalat dzuhur, kamipun bergerak menuju lokasi pertanian dengan berjalan kaki. 

Diatas lahan seluas kurang lebih 6ha, sebanyak 30 petani yang terdaftar dan bernaung di Paguyuban Sumber Jaya Tani mengelola lahan tersebut. Masing-masing petani mengelola lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan rincian 500 meter persegi untuk pertanian organik dan 1500 meter persegi untuk pertanian konvensional. 

Komoditas sayuran yang ditanam di area ini beraneka macam, diantaranya brokoli, wortel, pakcoy, buncis, kacang merah, timun jepang, kailan, bayam jepang, jagung, lobak, seledri, bit, selada, kol, kembang kol, dan daun bawang. 

Di program Green Horti ini terdapat seorang pendamping yang membantu para petani membangun dan memberdayakan pertanian mereka. Salah satunya yaitu kang Asep Hambali yang bertugas sebagai pendamping di desa Sindangjaya dan sudah berjalan setahun ini. 

Ki : Susunan pengurus di Paguyuban Ka: pak Maman, ketua Paguyuban (Dok : penulis)

Seperti yang dijelaskan kang Asep, komoditas yang ditanam petani ini memiliki daya serap tinggi di tingkat konsumen. Oleh sebab itu para petani diberikan pelatihan budidaya sayur organik, pasca panen, pengepakan juga pemasaran. 

Kendala-kendala ataupun ide-ide yang mereka temui pun dibicarakan dan dicari solusinya bersama-sama, seperti pemasaran yang masih terbatas di pasar lokal/sekitar Bogor. Untuk menembus supermarket besar mereka menemukan kendala di pembayaran. Karena modal yang kecil jadi mereka membutuhkan pembayaran tunai untuk diputar kembali sebagai modal dan kehidupan sehari-hari mereka.

Paguyuban Sumber Jaya Tani sadar bahwa persaingan sayur mayur di masyarakat luas sudah sangat mengkhawatirkan terutama produk impor. Kecenderungan masyarakat kita yang menggandrungi sayur mayur impor tak lepas dari peran serta pengelolaan pertanian dari negara misalnya packaging, pengolahan, serta kualitas penyortian sayur mayur yang melalui seleksi mutu kesehatan. 

Oleh sebab itu Paguyuban Sumber Jaya Tani mengolah pertanian menggunakan unsur-unsur yang alami atau organik. Didukung juga dengan pengemasan yang modern dengan meningkatkan kualitas kebersihan, sehingga menimbulkan daya saing ekonomi yang tinggi serta menambah sisi kualitas sayur mayur yang terbaik. 

Dengan tema gerakan #zakat360 diharapkan para petani sayur di Cipanas ini bisa meraih kemandirian ekonomi. Manfaat #zakat360 juga dapat terwujud seperti yang dialami oleh pak Maman, ketua Paguyuban Sumber Jaya Tani. Sebelum mengikuti program Green Horti ini pak Maman dan anggota Paguyuban lainnya hidup dalam kesusahan. Hasil panen banyak yang tidak bagus dan terjerat rentenir atau tengkulak. 

Setelah mengikuti program Green Horti bersama DD ini, pak Maman dan petani lainnya merasakan manfaatnya. Untuk menjamin kelangsungan paguyuban, merekapun mengadakan iuran wajib sebesar IDR500.000,- per 4(empat)bulan yang  bisa  dicicil. Juga ada iuran sukarela yang besarnya mulai dari IDR10.000 tiap bulan. Iuran itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai modal untuk membeli benih unggulan, juga bisa digunakan untuk keperluan lainnya. 

Setelah mendengar dan melihat sendiri hasil nyata program Green Horti dari petani di desa Sindangjaya, saya dan rekan-rekan blogger dan media merasa wajib untuk menyebarkan virus kebaikan ini ke masyarakat. Agar masyarakat juga mengetahui bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menaikkan derajat si penerima zakat. 

Memberi bantuan sangat dianjurkan, akan lebih bermanfaat lagi apabila bantuan berupa zakat kita itu bisa berkelanjutan apalagi kalau dapat mengentaskan kemiskinan. Karena kondisi kemiskinan memang harus dihadapi dan dientaskan secara serentak dari semua sektor. 

Dengan jargon lima lingkaran kemiskinan, miskin secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama, Dompet Dhuafa melalui #zakat360 bisa dijadikan landasan perubahan ekonomi. Mari kita berzakat dengan bijak dan tepat sasaran dengan #zakat360 buka belenggu kemiskinan. 

Dompet Dhuafa dan #zakat360 dapat diakses melalui :
Website : http://www.dompetdhuafa.org

Facebook, Instagram, Twitter : @Dompet_Dhuafa

HQ’17