Sosial, Uncategorized

Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Amal Wanita

Bersyukur atas apa yang kita punya dan Allah berikan merupakan bentuk keihlasan kita terhadap takdir Allah. Sesungguhnya apa yang kita miliki di dunia hanyalah titipan semata. Berbagi kepada yang tidak mampu tidak lantas membuat kita kekurangan.Justru akan membuka pintu rejeki kita. 

Bersama adik-adik penghuni panti di Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita, saya dan rekan blogger berkesempatan berbagi kebahagiaan. Acara bukber (buka puasa bersama) ini digagas oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan BloggerCrony yang bertajuk #bloggercare.

Founder ISB, Ani Berta dan founder BloggerCronny, Wardah Fajri

Panti Asuhan Amal Wanita berdiri sejak tahun 1964 yang didirikan pertama kali oleh Hj.Raimah Raib dan Hj.O Loekman. Sekarang ini dipimpin oleh ibu Upik yang merupakan generasi ketiga. Panti Asuhan Amal Wanita memfokuskan diri pada pengasuhan anak-anak yatim piatu mulai dari usia SD sampai perguruan tinggi. Tapi tidak menutup juga pada lansia. 

Tampak luar panti

Panti yang beralamat di Jl. RE Martadinata Gg. Dukuh no 37, Ciputat, Tangerang Selatan ini memberikan pendidikan formal dan informal kepada anak-anak asuhnya. Pendidikan formal mereka dapatkan melalui lembaga pendidikan di luar panti. Sedang pendidikan non formal, mereka dapatkan di lingkungan panti seperti menjahit, berkebun, beternak, mengetik/komputer. 

Tidak lupa juga pendidikan budi pekerti seperti kedisiplinan, organisasi, keagamaan. 
Acara bukber ini dipandu oleh kak Agatha, blogger cantik yang ramah dan murah senyum. Dimulai dengan mini workshop yang dibawakan oleh kak Asykur, seorang blogger yang jago masak, yang berprofesi sebagai food stylist

Mini workshop yang diajarkan kak Asykur ini yaitu kreasi coklat kurma. Dengan workshop ini harapannya adik-adik di panti bisa mempraktekkan dan hasilnya bisa dijual. Apalagi momen Idul Fitri biasanya banyak yang mencari bingkisan sebagai hantaran. Nah..kreasi coklat kurma ini bisa jadi peluang usaha ya. Adik-adik terlihat antusias sekali dengan mini workshop ini. 

Sesi selanjutnya yaitu dibawakan oleh kak Zatta dan Bunda Wylvera. Kak Zatta membagi ilmu tentang penulisan di blog. Kata kak Zatta, adik-adik bisa menghasilkan uang lho dari tulisan yang ada di blog. Jadi selain menyalurkan kreatifitas dan hobi tapi juga bisa menghasilkan.

Kalau kak Zatta menulis di blog, beda lagi nih dengan Bunda Wylvera yang seorang penulis buku. Bahkan Bunda menerbitkan buku berkolaborasi dengan anaknya. Kereen kan ya…? Di sesi ini kak Zatta dan Bunda Wylvera membagikan hadiah untuk adik-adik yang berani menjawab atau memberikan pertanyaan. Semoga dari adik-adik di panti ini akan lahir blogger dan penulis di kemudian hari. Aammin. 

Menjelang waktu berbuka, kak Agung Han turut berbagi ilmu tentang keIslaman. Adik-adik terlihat antusias mendengarkan tauziah dari kak Agung. Mereka juga pintar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 

Kakak-kakak pengisi acara

Alhamdulillah sekali  acara ini banyak didukung berbagai pihak. Diantaranya untuk takjil berbuka ada kurma dari kak Zatta, minuman kacang hijau dari Gula Jawa, mini bronis dari Dapur Ukhti, nasi bakar Rolas Catering,  hijab dari Tiffany Kenanga juga kak Windy dengan alat-alat tulis sekolah.

Sponsor yang mendukung acara bukber di panti

Surprised nya lagi adik-adik kedatangan kak Windy Gemari yang merupakan penyanyi jebolan Indonesian Idol 2014 yang telah menelurkan single nya. Kak Windy ikut berbagi cerita tentang perjuangannya menjadi penyanyi. 
Diceritakan bahwa kak Windy itu berangkat dari keluarga sederhana yang mau berjuang untuk menggapai cita-citanya. Cerita kak Windy diharapkan bisa menjadi pemicu semangat adik-adik untuk tetap semangat meraih cita-cita. 

Menutup perjumpaan kali itu kak Windy pun bernyanyi bersama kami semua. Bahkan ada adik panti yang mengiringi kak Windy bernyanyi dengan gitar. Itu juga salah satu bakat yang dipunya adik-adik di panti Amal Wanita. Semoga kelak mereka semua berhasil dikehidupan mereka dan menjadi manusia-manusia yang cerdas bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur dan bertakwa pada Allah SWT. Ammiin. 

Pemberian donasi, ki-ka : kak Agatha, kak Ani Berta, perwakilan panti, kak Wardah Fajri

Acara buka puasa bersama ini banyak sekali yang mendukung baik secara moril maupun materil. Secara materil, selain sembako yang diberikan juga terkumpul donasi sebesar IDR10.775.000,-. Alhamdulillah… 
Untuk donatur lain yang masih mau berbagi dapat langsung menyerahkan donasinya ke Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita. Karena mereka masih membutuhkan dana untuk membenahi atap dan ruangan yang sudah mulai rusak. Semoga dengan adanya acara berbagi ini akan tersebar dan mengetuk hati donatur lain untuk membantu.

Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita:

Jl. RE Martadinata Gg.Dukuh no. 37, Ciputat, Tangerang Selatan 

021-7205583

HQ’17

Advertisements
Sosial, Uncategorized

Berkah #Zakat360, Program Pemberdayaan Petani oleh Dompet Dhuafa 

Ramadan 1438H tahun ini telah berjalan hampir setengah bulan. Umat muslimpun banyak yang berlomba-lomba memanfaatkan bulan suci ini dengan lebih banyak beribadah shalat, zikir, membaca Al Quran juga berzakat. Zakat merupakan salah satu perintah Allah Subhanallahu wa Taalla bagi umat Islam.

Zakat, dalam segi istilah (menurut Wikipedia Indonesia) adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin, dhuafa, dsb).Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci, subur menurut ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Setiap umat Islam diwajibkan memberikan sedekah dari rejeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis dalam Al Quran diantaranya dalam surat Al Baqarah 2:43 yang artinya:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

 Juga di surat At Taubah 9:71 yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong sebahagiaan yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat Allah, yang sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”.

Zakat yang kita berikan memang seharusnya diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Selama ini yang kita kenal, zakat yang diberikan itu berupa uang (walaupun ada juga berupa barang) yang langsung diberikan kepada yang berhak. Namun tanpa disadari, zakat berupa uang yang kita berikan itu akan habis begitu saja bila tanpa ada usaha untuk mengelolanya hingga bisa berkelanjutan.

Disinilah Dompet Dhuafa hadir dan berperan untuk menjadi penyambung bagi si pemberi zakat dan si penerima zakat. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang bertujuan mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal baik dari perorangan, kelompok, perusahaan, maupun lembaga. 

Selama hampir 24 tahun, DD memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. Zakat yang dititipkan para pemberi zakat dikelola oleh DD agar dapat diserahkan dan digunakan oleh yang berhak,  hingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Salah satu kontribusi DD di bidang ekonomi yang telah dilakukan DD yaitu  melalui Karya Masyarakat Mandiri (KMM) yang membantu petani mengembangkan potensi lahan dan sumber daya yang ada tapi juga membuat mereka mandiri dan berdaya guna. 

Kemitraan KMM dan DD membantu petani yang tidak hanya berupa pendampingan saja, namun juga modal pertanian (input budidaya berupa : pupuk, benih unggul, pestisida organik, plastik sungkup, green house), pelatihan budidaya pasca panen serta bantuan pemasaran ke agen-agen sayur di Bogor dan sekitarnya. 

Ki-atas : mas Beni, Ki-bawah : kang Asep dan salah satu petani binaan, Kanan : mas Salman, mas Bani (Dok : penulis)

Seperti yang dijelaskan pihak Corporate Communication DD (yang diwakili oleh mas Beni, Salman, Bani) bahwa sebaik-baiknya berzakat yaitu memberikan “kail” kepada mereka yang berhak, tidak hanya berupa “ikan“nya saja. Dengan tagline #zakat360 DD juga membidik penerima zakat agar tepat sasaran dan  dapat memberikan perubahan kehidupan yang layak hingga membuka mereka dari belenggu kemiskinan. 

Bersama rekan blogger dan media pada tanggal 6 Juni 2017, DD memperkenalkan kami langsung ke lokasi KMM yaitu Paguyuban Sumber Jaya Tani di desa Sindangjaya, kecamatan Cipanas, kabupaten Cianjur. Desa dengan ketinggian 900-1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl)ini, merupakan wilayah berudara sejuk yang mempunyai dataran tanah yang cocok bagi perkembangan lahan pertanian.

Penulis di depan salah satu green house tanaman kale

Di desa Sindangjaya inilah program Green Horti (Mustahik Move to Muzaki) dari Divisi Pertanian Sehat,  Masyarakat Mandiri, DD dilakukan. Mustahik adalah orang yang menerima zakat, sedang Muzaki adalah orang yang memberikan zakat. Diharapkan dengan program ini para petani penerima zakat dapat meningkat kesejahteraannya hingga menjadi pemberi zakat dan membantu di lingkungannya. 

Dari meeting point di Pejaten Village, kami berangkat ke desa Sindangjaya pukul 11.00 dengan menggunakan mobil operasional DD. Alhamdulillah perjalanan selama 2(dua) jam kami lalui dengan lancar dan selamat tiba di lokasi. Setelah beristirahat dan shalat dzuhur, kamipun bergerak menuju lokasi pertanian dengan berjalan kaki. 

Diatas lahan seluas kurang lebih 6ha, sebanyak 30 petani yang terdaftar dan bernaung di Paguyuban Sumber Jaya Tani mengelola lahan tersebut. Masing-masing petani mengelola lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan rincian 500 meter persegi untuk pertanian organik dan 1500 meter persegi untuk pertanian konvensional. 

Komoditas sayuran yang ditanam di area ini beraneka macam, diantaranya brokoli, wortel, pakcoy, buncis, kacang merah, timun jepang, kailan, bayam jepang, jagung, lobak, seledri, bit, selada, kol, kembang kol, dan daun bawang. 

Di program Green Horti ini terdapat seorang pendamping yang membantu para petani membangun dan memberdayakan pertanian mereka. Salah satunya yaitu kang Asep Hambali yang bertugas sebagai pendamping di desa Sindangjaya dan sudah berjalan setahun ini. 

Ki : Susunan pengurus di Paguyuban Ka: pak Maman, ketua Paguyuban (Dok : penulis)

Seperti yang dijelaskan kang Asep, komoditas yang ditanam petani ini memiliki daya serap tinggi di tingkat konsumen. Oleh sebab itu para petani diberikan pelatihan budidaya sayur organik, pasca panen, pengepakan juga pemasaran. 

Kendala-kendala ataupun ide-ide yang mereka temui pun dibicarakan dan dicari solusinya bersama-sama, seperti pemasaran yang masih terbatas di pasar lokal/sekitar Bogor. Untuk menembus supermarket besar mereka menemukan kendala di pembayaran. Karena modal yang kecil jadi mereka membutuhkan pembayaran tunai untuk diputar kembali sebagai modal dan kehidupan sehari-hari mereka.

Paguyuban Sumber Jaya Tani sadar bahwa persaingan sayur mayur di masyarakat luas sudah sangat mengkhawatirkan terutama produk impor. Kecenderungan masyarakat kita yang menggandrungi sayur mayur impor tak lepas dari peran serta pengelolaan pertanian dari negara misalnya packaging, pengolahan, serta kualitas penyortian sayur mayur yang melalui seleksi mutu kesehatan. 

Oleh sebab itu Paguyuban Sumber Jaya Tani mengolah pertanian menggunakan unsur-unsur yang alami atau organik. Didukung juga dengan pengemasan yang modern dengan meningkatkan kualitas kebersihan, sehingga menimbulkan daya saing ekonomi yang tinggi serta menambah sisi kualitas sayur mayur yang terbaik. 

Dengan tema gerakan #zakat360 diharapkan para petani sayur di Cipanas ini bisa meraih kemandirian ekonomi. Manfaat #zakat360 juga dapat terwujud seperti yang dialami oleh pak Maman, ketua Paguyuban Sumber Jaya Tani. Sebelum mengikuti program Green Horti ini pak Maman dan anggota Paguyuban lainnya hidup dalam kesusahan. Hasil panen banyak yang tidak bagus dan terjerat rentenir atau tengkulak. 

Setelah mengikuti program Green Horti bersama DD ini, pak Maman dan petani lainnya merasakan manfaatnya. Untuk menjamin kelangsungan paguyuban, merekapun mengadakan iuran wajib sebesar IDR500.000,- per 4(empat)bulan yang  bisa  dicicil. Juga ada iuran sukarela yang besarnya mulai dari IDR10.000 tiap bulan. Iuran itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai modal untuk membeli benih unggulan, juga bisa digunakan untuk keperluan lainnya. 

Setelah mendengar dan melihat sendiri hasil nyata program Green Horti dari petani di desa Sindangjaya, saya dan rekan-rekan blogger dan media merasa wajib untuk menyebarkan virus kebaikan ini ke masyarakat. Agar masyarakat juga mengetahui bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menaikkan derajat si penerima zakat. 

Memberi bantuan sangat dianjurkan, akan lebih bermanfaat lagi apabila bantuan berupa zakat kita itu bisa berkelanjutan apalagi kalau dapat mengentaskan kemiskinan. Karena kondisi kemiskinan memang harus dihadapi dan dientaskan secara serentak dari semua sektor. 

Dengan jargon lima lingkaran kemiskinan, miskin secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama, Dompet Dhuafa melalui #zakat360 bisa dijadikan landasan perubahan ekonomi. Mari kita berzakat dengan bijak dan tepat sasaran dengan #zakat360 buka belenggu kemiskinan. 

Dompet Dhuafa dan #zakat360 dapat diakses melalui :
Website : http://www.dompetdhuafa.org

Facebook, Instagram, Twitter : @Dompet_Dhuafa

HQ’17