Technology, Uncategorized

Realcom App : Aplikasi Belajar Mengajar Dari Indonesia Untuk Dunia

Proses belajar mengajar dalam suatu ruangan dan dalam bentuk tatap muka menjadi hal yang biasa kita temukan. Namun di era high technology sekarang ini, belajar pun sudah lagi tidak terbatas pada ruang dan waktu. Ada bermacam aplikasi yang dapat membantu kita untuk menimba ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya. Yang penting kita bijak dalam memilah informasi yang benar dan tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax.

Salah satu aplikasi buatan anak bangsa yang lahir atas jawaban kebutuhan media sosial yang berbasis pendidikan dan kegiatan belajar mengajar secara online, yaitu Realcom. Realcom adalah aplikasi yang dapat diakses dari seluruh dunia yang bertujuan mempertemukan murid dan guru dalam satu media online. Profesi pendidik seperti guru, dosen, tutor, trainer, motivator, inspirator di seluruh dunia dapat mengajar melalui aplikasi ini. Tidak hanya itu saja bahkan umum pun, siapapun kita yang ingin belajar langsung dengan ahlinya (teacher) dapat menggunakan aplikasi ini dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai murid (student).

 Pada hari Sabtu (06/01) lalu, Realcom yang berada di bawah PT Reksa Inti Edukasi Citra menggelar acara meet and greet yang mengundang Blogger dan Media. Acara sosialisasi aplikasi Realcom ini diadakan di restoran Bebek Renon di daerah Kemang, Jakarta Selatan yang menghadirkan jajaran manajemen Realcom yaitu bapak Risanda Wijaya HP selaku CEO/Founder/Owner, ibu Endang Purwati selaku Accounting and Tax Management Head, ibu Sevriani sebagai Acoount Management Head dan Kiki Handriyani selaku Event and Media Management Head.

img-20180106-wa0029-1441794353.jpg
Jajaran Management Realcom 2018: Kiki Handriyani, Risanda Wijaya, Endang Purwati, Sevriani (Dok: Kiki H)

Seringkali kita beranggapan bahwa hasil karya yang berhubungan dengan teknologi itu pasti deh dari luar negeri. Padahal sudah banyak lho hasil karya-hasil karya teknologi yang dibuat oleh anak bangsa. Gak usah jauh-jauh deh, contohnya aja pesawat terbang buatan bapak BJ Habibie. Beliau saking pinternya bahkan sampai Jerman aja gak mau ngelepasin beliau lho. Tapi salut dengan kecintaan dan dedikasi beliau terhadap bangsa Indonesia. Nah gak jauh beda dengan aplikasi Realcom ini, asli buatan anak bangsa yang bahkan mereka tidak pernah mengenyam pendidikan luar negeri, 100% pendidikan mereka hasil pendidikan dalam negeri.

Tidak berlebihan apabila Realcom mengambil motto “Dari Indonesia Untuk Dunia” karena Realcom ingin mengangkat dunia pendidikan yang berbasis digital ini menjadi lebih baik dan menjadi kebanggaan Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan Realcom yaitu kemudahan akses dimana saja, dari mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja agar menjadi salah satu alternatif kegiatan belajar mengajar. Menjadi salah satu tempat bertemunya orang-orang dari berbagai belahan dunia untuk menimba ilmu dan berbagi ilmu dan informasi yang bermanfaat.

img-20180106-wa0003-1441794353.jpg

Walaupun demikian, Realcom menjamin kerahasiaan hubungan transaksional antara murid dan guru yang bersifat langsung, murni dan hanya antara kedua belah pihak. Kerahasiaan dan keamanan data juga menjadi jaminan bagi pengguna Realcom. Hal-hal yang berbau fake news, hoax, hate speech, SARA, politik praktis sekalipun tidak akan mendapat tempat di Realcom yang tidak membawa manfaat bagi dunia pendidikan.

Sebagai aplikasi pendidikan yang berbasis Social Media Network, Realcom sangat mudah digunakan dan dapat diunduh melalui App Store dan Play Store secara gratis. Fitur Realcom sangat banyak berupa multiple cross platform yang nantinya akan menjadi one stop sollution bagi dunia pendidikan di Indonesia dan dunia. Bahkan kedepannya kantor Realcom akan mengusung konsep Realcom Station berupa coffee shop and pastry dengan fasilitas wifi yang berkecepatan tinggi 100Mbps plus dilengkapi koneksi listrik. Wah kalo fasilitas keren begitu siapa yang gak akan betah ya..

img-20180109-wa0012-1441794353.jpg
Bapak Risanda Wijaya,HP, CEO/Founder/Owner Realcom (Dok: Agung Han)

Aplikasi Realcom ini dalam proses pengerjaannya memang membutuhkan waktu yang panjang, bahkan pada saat peluncuran pertamanya pada 1 September 2016 saja banyak fitur-fitur yang belum ada. Tim Teknologi bekerja keras agar Realcom dapat terealisasi dalam versi App Store seperti sekarang ini. Untuk fitur video call saja baru ada di akhir 2016, menyusul fitur video conference pada awal 2017. Kemampuan awal yang berupa real time application semakin ditingkatkan dengan kemampuan optimasi data, dimana kedepannya akan dapat mengakomodir kebutuhan pembelian tiket kereta, pesawat, booking hotel melalui fitur Real Pay, Real TV dan Real Travel. Tidak menutup kemungkinan kedepannya akan ada kemudahan untuk murid dan guru dalam menggunakan word, excel dan power point versi Realcom.

img-20180106-wa0040-1441794353.jpg
Media dan Blogger bersama jajaran management Realcom (Dok: Kiki H)

Penggunaan aplikasi Realcom sangat mudah kok..selain fitur yang beraneka ragam, kita juga mudah mengaksesnya dengan mendaftar terlebih dahulu sebagai guru atau murid. Pilihan materipun tidak terbatas hanya pada pelajaran bahasa Inggris melalui LIA saja tapi juga materi lain seperti yang saya lihat yaitu dari Majelis Az Zikra, BPNB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Training Center, Padiciti, Wikan Osho, juga Real Community. Disana kita dapat melakukan appointment atau melihat jadwal. Nah tunggu apalagi, yuuk kita unduh Realcom dan temukan ilmu-ilmu yang bermanfaat disana.

 

HQ’18

 

Advertisements
Technology, Uncategorized

Kampung Terang Hemat Energi, Solusi Tenaga Surya Philips LED

Pernah gak membayangkan kalo di kehidupan keseharian kita tidak ada penerangan sama sekali dan hanya mengandalkan penerangan dari sinar matahari? Pastinya gak enak ya..aktifitas sehari-hari jadi terganggu. Kalau terjadi setiap hari sudah pasti aktifitas akan terhenti setelah sore datang dan  menjelang malam. Kalaupun ada hanya mengandalkan penerangan dari lampu minyak tanah atau lilin yang tentunya beresiko sekali akan terjadinya kebakaran.

Keadaan dimana minimnya penerangan di malam hari ternyata masih dapat kita jumpai di daerah-daerah di Indonesia. Data tahun 2016 menunjukkan bahwa di Indonesia, sekitar 12.000 desa (yang mencakup lebih dari 30 juta jiwa) belum memiliki akses listrik. Desa-desa ini hanya mengandalkan sumber penerangan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan dan lingkungan.

Oleh sebab itu mengacu pada data tersebut, Philips Lighting sebagai pemimpin global untuk produk, sistem dan layanan pencahayaan bersama  CSR nya membawa program “Kampung Terang Hemat Energi” ke desa-desa tersebar di Indonesia yang belum mendapatkan sarana listrik. Dengan niat membantu pemerintah pulalah, Philips Lighting menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan.

Pada 2 Agustus 2017 lalu, saya mendapat kehormatan untuk menghadiri peresmian “Kampung Terang Hemat Energi” di kurang lebih 25 desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Acara yang berlangsung di XXI Ballroom, Jakarta Theater ini dihadiri oleh Bapak Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia, yang dibuka oleh Ibu Lea Kartika Indra selaku Integrated Communication Manager Philips Lighting Indonesia. Selain itu juga hadir Lee Cy Ly sebagai Product Marketing Philips Lighting dan Tomohiro Hamakawa, Chief Strategic Officer of Kopernik Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai mitra yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk di desa terpencil.

Program Kampung Terang Hemat Energi Philips Lighting ini telah dimulai sejak 2015 di 9 (sembilan) desa yang tersebar di 3 (tiga) kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan. Berlanjut di tahun 2017 Philips memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru  yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari sebelumnya di wilayah Sulawesi Selatan. 

Dengan adanya pencahayaan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya yg dapat dikerjakan di malam hari.

Philips Lighting dengan program Kampung Terang Hemat Energi ini memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas: Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, Philips Life Light yang 10x lebih terang dari lampu minyak tanah, dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. 

Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, maka fokus Philips Lighting untuk menyediakan sistem pencahayaan di dalam dan diluar ruangan dengan mengandalkan energi terbaru alami seperti sinar matahari sangat terbantukan. Dan Indonesia sebagai negera tropis, tentu saja berpeluang besar untuk memanfaatkan sumber daya alam ini sebagai sumber pencahayaan.

Dengan menggandeng Kopernik Indonesia, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang dipimpin oleh Tomohiro Hamakawa ini, Philips Lighting mendapat support yang bagus. Seperti yang dijelaskan oleh Tomohiro bahwa paket pencahayaan tenaga surya ini didesain  agar dapat digunakan di tempat yang belum teraliri listrik.

Menurut Rami Hajjar, sistem pencahayaan ini menyimpan tenaga surya di siang hari. Pada malam hari, secara efisien mengeluarkan tenaga listrik untuk menyalakan bohlam LED berdaya rendah, baik untuk penggunaan di dalam ruangan maupun diluar. Program Kampung Terang Hemat Energi merupakan bukti komitmen Philips dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekedar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan dan memberdayakan penduduk desa terpencil untuk mendapatkan kesejahteraan hidup mereka. Lebih dari 300 titik lampu baru bagi sekitar 11.800 masyarakat di Sulawesi Selatan. 

Pada acara tersebut Philips Lighting menampilkan lampu LED yang kami nyalakan bersama-sama. Lampu LED tersebutlah yang dipergunakan di desa-desa yang berada dalam program Kampung Terang Hemat Energi.

Semoga program ini dapat terus berlanjut ke pelosok desa lain yang masih belum terjangkaunya aliran listrik dari pemerintah. Berkat dukungan Kopernik pula Philips Lighting dapat memberikan pencahayaan yang diperlukan masyarakat, yang juga mendukung ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB (UN’s International Year of Light – IYOL).

Website : http://www.philips.com

Facebook : Philips Lighting

Twitter : @PhilipsLampu_ID

Instagram : @philipsberbagiterang

HQ’17