Uncategorized

Pemberdayaan Umat di Zona Madina Bersama Dompet Dhuafa

Keberadaan mini market di berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya sudah sering kita temui. Tidak jarang jarak mereka terlihat berdekatan antara satu brand franchise dengan brand yang lainnya. Dan diantara mereka juga sering terdapat warung dan toko tradisional yang juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Saya sendiripun beberapa kali berbelanja di mini market tersebut yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk saya berbelanja di warung dan toko tetangga di sekitar tempat saya tinggal.

Kehadiran mini market memang tidak bisa dipungkiri lagi. Keberadaan mereka tentu membantu dalam hal penyediaan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar juga peluang kerja. Nah.. Dompet Dhuafa pun juga ternyata mempunyai program bisnis yang memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan membuka salah satu mini market yang berada di area Zona Madina yang terletak di desa Jampang, Parung, Bogor, Jawa Barat yang diberi nama DayaMart. Zona Madina merupakan salah satu kawasan pemberdayaan umat yang berkonsep kawasan tumbuh terpadu berdasarkan tata nilai Islam yang tujuannya untuk memberdayakan masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal. Salah satu bentuk nyatanya yaitu dengan hadirnya DayaMart.

DayaMart Dompet Dhuafa di desa Jampang ini merupakan DayaMart yang ke 7, dimana 6 sebelumnya sudah terlebih dulu ada di Sumatera Barat. Dengan dibukanya DayaMart di desa Jampang, Parung ini, diharapkan dapat membantu warga sekitar dalam memajukan usaha dengan konsep sosial bisnis. Karena di mini market DayaMart ini masyarakat dapat menitipkan hasil karyanya untuk dijual disana. Seperti yang sudah dilakukan oleh salah satu penerima kartu member DayaMart yang produk UMKMnya sudah tersedia di DayaMart. DayaMart menjadi wadah bagi peserta UMKM dalam memasarkan produk-produk mereka. Jadi selain berbelanja kita juga berbagi dan beramal.


Unit bisnis Dompet Dhuafa DayaMart ini berbeda dengan unit bisnis lainnya. Walaupun menjual aneka kebutuhan sehari-hari seperti yang kita temui di mini market- mini market lainnya, di DayaMart kita tidak akan menemui produk-produk rokok, minuman beralkohol juga alat kontrasepsi kondom. Karena DayaMart selain berbisnis juga mengusung konsep sosial yang mengedukasi masyarakat akan hidup sehat.
DayaMart pertama di pulau Jawa ini, pada Jumat (09/02) resmi dibuka oleh Bapak Iwan Ridwan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise dan dihadiri oleh tokoh masyarakat desa Jampang, Parung, Bogor. Seperti pesan Bapak Iwan, bahwa keberadaan DayaMart ini diharapkan dapat membantu kaum miskin dalam memberdayakan usaha mereka dalam wadah yang mereka juga ikut merasakan kepemilikannya. Berbeda dengan ritel-ritel lainnya, di DayaMart masyarakat dibina dan hingga akhirnya mereka dapat mandiri, dan keuntungan dari usaha ini dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

Di Zona Madina Dompet Dhuafa ini juga selain sebagai salah satu tempat pemberdayaan masyarakat, juga terdapat unit sekolah unggulan, area pusat bisnis UMKM, mesjid, rumah susun sederhana, sarana olah raga, dan lain sebagainya. Bahkan di area ini juga akan dibangun tempat peristirahatan guest house bagi wisatawan yang berkunjung ke area wisata outbound dan area wisata lainnya.

Salah satu tempat wisata yang saya dan teman-teman Blogger kunjungi yaitu tempat pembudidayaan ikan hias yang bernama Situ Lengkong Barang. Namun sebelumnya kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Kampung Inggris atau Jampang English Village (JEV). JEV ini merupakan perkampungan biasa, bedanya di JEV ini masyarakat dapat belajar bahasa Inggris, bukan saja untuk anak-anak tapi juga untuk seluruh masyarakat. Disini kita diajak untuk belajar bahasa Inggris dengan cara yang fun tapi edukatif dan itu gratis lho. Walaupun begitu mereka mengadakan kursus yang berbayar juga untuk yang ingin lebih mendalami bahasa Inggris atau lebih meningkatkan level berbahasanya.

 

Jampang English Village dikelola oleh relawan-relawan yang bukan saja berasal dari penduduk sekitar tapi juga dari daerah lain seperti Makasar. Sewaktu kami berkunjung kesana, kebetulan sekali kami sempat melihat mereka sedang mempraktekkan bahasa Inggris dalam bentuk lagu. Sangat interaktif ya, jadi tidak membosankan belajarnya. Berhubung hari menjelang sore dan kami masih harus menuju ke lokasi pembudidayaan ikan, maka kunjungan ke JEV berakhir hari itu dan kamipun bergegas menuju lokasi situ Lengkong Barang.

Lokasi pemberdayaan ikan yang akan kami kunjungi tidak begitu jauh dari JEV. Beraneka ikan hias seperti ikan mas koki, cupang, koi, dan masih banyak lagi, juga ikan yang dapat dikonsumsi ada di tempat pembudidayaan ikan air tawar ini. Dikelola oleh peternak dan warga sekitar yang didampingi dan dibina oleh Dompet Dhuafa, tempat pembudidayaan ikan ini menjadi berkembang dan mulai banyak dikenal. Hasil produksi mereka bukan saja dijual ke daerah-daerah disekitar JaBoDeTaBek melainkan juga ke luar pulau Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, harapannya sih mereka ingin hasil usaha ini bisa sampai dieksport ke luar negeri.

Mereka membudidayakan ikan-ikan tersebut dalam tambak-tambak yang bersekat dengan jaring-jaring di danau seluas kurang lebih 14 hektar. Dalam pengerjaan ini, mereka membentuk kelompok-kelompok yang didampingi oleh pendamping ahli dari Dompet Dhuafa. Dari jumlah sekitar 97 kepala keluarga yang tergabung dalam program pendampingan pembudidayaan ikan ini, mereka sudah dapat menikmati hasil usahanya sekitar 4-5 juta tiap 3 bulannya.

Dari area pembudidayaan ikan ini, ternyata juga menjadi daya tarik wisata atau destinasi Agrowisata bagi masyarakat dan juga instansi, bahkan murid-murid sekolah. Dengan adanya destinasi agrowisata pembudidayaan ikan ini, para pengunjung juga dapat menikmati sensasi menangkap ikan langsung dari tambak. Tentunya ini menjadi pengalaman yang tidak dapat mereka jumpai di tempat wisata lainnya ya. Sayangnya sewaktu saya dan teman-teman berkunjung kesana, cuaca sedang tidak mendukung alias hujan turun. Suatu saat nanti kami pasti akan kembali lagi untuk bersama-sama menikmati sensasi menangkap ikan di sana hehehehe.

img-20180209-wa0014550934589.jpg

Terima kasih untuk Dompet Dhuafa yang telah membawa kami para bloggers mengenal tentang Zona Madina. Next time kayaknya kami harus kesini lagi ya. Tuk yang mau info lebih detil lagi tentang Zona Madina bisa klik ke sini dan akun instagramnya di @zonamadina_dompetdhuafa.

img-20180209-wa0007550934589.jpg
Bersama Bapak Iwan Ridwan dan pengurus di pemberdayaan ikan hias

 

HQ’18

 

 

Advertisements