Kesehatan, Uncategorized

1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Memberikan Nutrisi Terbaik

Menjadi seorang ibu, bukan sekedar mengandung, melahirkan dan mengurus segala pekerjaan rumah tangga. Dibutuhkan juga pengetahuan lebih mengenai gizi dan nutrisi agar kita dapat mempersembahkan nutrisi terbaik untuk keluarga tercinta. Namun terkadang masih banyak salah pengertian atau bahkan kurangnya informasi mengenai nutrisi yang baik untuk keluarga terutama untuk buah hati kita. Padahal nutrisi yang baik menjadi asupan utama untuk buah hati di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)nya.

Periode kehidupan seorang bayi/anak dimulai dari 9 bulan dalam kandungan dan 2 tahun pertama setelah lahir. Inilah yang sering kali disebut sebagai The Golden Years atau Masa Emas. 1000HPK sangat penting diperhatikan, karena apabila tidak dilalui dengan baik, maka akan berakibat terhadap kecerdasan yang rendah dan kesehatan yang bersifat permanen, sulit diperbaiki dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Dampak jangka panjang kesehatan yaitu antara lain stunting pada anak dan risiko tinggi menderita Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke, diabetes, jantung dan hipertensi.

1000 HPK terkait dengan perkembangan otak, karena otak yang padat pada anak menandakan bahwa anak itu mendapatkan asupan gizi yang baik dan sehat. Sedangkan otak yang kurang padat (kosong) menandakan si anak tidak bergizi baik dan tidak sehat. Perkembangan otak anak setelah lahir masih berkembang sebelum menginjak usia 3 tahun. Itulah sebabnya nutrisi ibu hamil dan menyusui amat sangat diperlukan agar dapat mentransfer nutrisi yang baik juga ke janin dan bayi.

20180220_121416-850062294.jpg
Dr.Tirta Prawitasari, Prof.Dr. Endang L.Achadi, Dr.dr. Yustina Anie Indriastuti (Dok:penulis)

Seperti yang dijelaskan oleh ibu Prof. DrEndang L Achadi, MPH., DrPH Senin (20/02) di acara Talkshow Kesehatan bersama Nutrisi Anak Bangsa di hotel Santika TMII, Jakarta Timur bahwa masih banyaknya anak-anak Indonesia yang mengalami stunting, menandakan bahwa masih minimnya informasi mengenai asupan gizi yang terbaik di 1000 HPK.  Jumlah balita stunting di Indonesia mendapat rangking ke 5 terbanyak di dunia (prevalensi tahun 2013 sebesar 37,2%). Stunting itu apa sih? Stunting adalah tubuh yang lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh.

Penyebab stunting karena kekurangan gizi kronis dan/atau berulang, juga seringnya menderita penyakit infeksi. Sebagian besar terjadi justru di 1000 HPK yang berakibat terhambatnya pertumbuhan tulang dan organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu pentingnya pemberian nutrisi yang mencukupi pada ibu hamil dan balita agar periode 1000 HPK dapat dilalui dengan baik.

Persiapan atau upaya-upaya yang dapat dilakukan agar 1000 HPK dapat terlewati dengan baik sebenarnya mudah saja kok. Bagi calon ibu hamil upayakan tidak hamil saat usia remaja, karena pertumbuhan dan perkembangan remaja puteri belum selesai, baik itu pada tinggi badan dan panggulnya. Perhatikan status gizi yang baik, tidak kekurangan energi kronis dan tidak obesitas. Selain itu calon ibu hamil tidak anemia, pencegahannya yaitu dengan mengkonsumsi TTD yang mengandung 60mg besi elemental dan 400mcg asam folat 1 tablet setiap minggu. Tidak ketinggalan pula menerapkan pola makan bergizi seimbang, agar semua zat gizi yang diperlukan janin tersdia dalam tubuh dann menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil, apa saja yang harus dilakukan agar janin terhindar dari resiko stunting dan penyakit lainnya? Perhatikan asupan makan ibu hamil dengan pola makan bergizi dan seimbang, tidak usah berpantang selama tidak ada keluhan selama kehamilan. Perhatikan juga pertambahan berat badan selama hamil dan rutin mengkonsumsi multivitamin dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Begitu pula dengan ibu menyusui, jaga pola makan dengan gizi seimbang dan pola hidup sehat. Perhatikan kebersihan dan kesehatan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih agar terhindar dari virus ketika seusai buang air besar, sebelum menyiapkan makanan bayi dan menyusui bayi.

Begitu pula dengan bayi di usia baru lahir sampai 6 bulan yang masih memerlukan ASI eksklusif agar terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan berikan imunisasi lengkap sesuai usianya. Namun lain halnya apabila anak yang berusia 6 bulan keatas yang pastinya sudah mulai diberikan MPASI. Pastikan kita memberikan nutrisi dan gizi seimbang untuk asupan tumbuh kembangnya.

20180220_104645-1774104039.jpg
Utamakan Gizi Seimbang dalam pemberian nutrisi untuk keluarga tercinta (Dok:penulis)

Ibu Dr.Tirta Prawitasari, MSc., SpGK memaparkan bahwa Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah gizi kurang dan gizi lebih (dikutip dari Kemenkes RI,2014). 

Kalau dahulu kita mengenal jargon 4 Sehat 5 Sempurna yang hanya menekankan pada jenis makanan yang kita konsumsi ditambah susu sebagai penyempurna. Berbeda dengan sekarang dengan penerapan gizi seimbang, yaitu penekanan pada keanekaragaman makanan dalam jumlah dan proporsi tertentu serta upaya menjaga status gizi normal, ditambah dengan asupan air dan aktifitas fisik.

4 pilar utama dalam gizi seimbang yaitu karbohidrat, sayur dan buah-buahan, protein hewani dan protein nabati. Dengan panduan gizi seimbang ini diharapkan kita dapat memberikan asupan nutrisi dan gizi sesuai dengan proporsinya. Pemberian MPASI pada balita diatas 6 bulan dapat berpedoman pada gizi seimbang ini, walaupun ASI tetap diberikan. Namun terlebih lagi dalam proses pemberian MP-ASI pada balita disarankan lebih memperhatikan kebersihan, agar makanan yang disiapkan tidak terkontaminasi. Seperti tips yang diberikan oleh DR.Dr.Yustina Anie Indriastuti, M.Sc., Sp.GK yaitu:

  • Upayakan peralatan dapur dan peralatan masak terpisah dengan orang dewasa
  • Menggunakan stainless steel dan jangan menggunakan kayu, melamine, sterofom, plastik yang tidak aman.
  • Menggunakan lap sendiri, serta dicuci setiap hari.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memasak atau memberikan MP-ASI.
  • Bila memotong gunakan sarung tangan.
  • Juru masak yang diare atau tifus tidak boleh memasak masakan MP-ASI sampai dinyatakan sembuh.

20180220_100957-1403567625.jpg

Acara Health and Nutrition Discussion ini juga dihadiri oleh bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia. Beliau berharap dengan adanya diskusi ini dapat mengcounter informasi-informasi yang tidak benar seputar nutrisi anak untuk menjamin 1000 HPK yang lebih baik.

img-20180220-wa0005-850062294.jpg

 HQ’18

 

Advertisements