Sosial, Uncategorized

25 Tahun Dompet Dhuafa, Kuatkan Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat

25 tahun tentu bukanlah kurun waktu yang tidak sedikit, apalagi untuk suatu yayasan yang bergerak dibidang kemanusiaan. Dompet Dhuafa mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).

Yayasan Dompet Dhuafa resmi berdiri dengan akta Nomor 41 tanggal 14 September 1994, pada tanggal 10 Oktober 2001 resmi dikukuhkan Lembaga Zakat Nasional (Lembaga Amil ZAKAt) oleh Departemen Agama Republik Indonesia, berdasarkan SK Mentri Agama RI Nomor 439 tahun 2001. Saat ini Dompet Dhuafa memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri, 5 cabang di luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh, 11 unit bisnis yang sebagian besar pertumbuhannya merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal.

Dalam pergerakannya ini, Dompet Dhuafa terus berupaya berkontribusi dengan melakukan pengembangan dan menguatkan potensi lokal. Pada Selasa (30/01)lalu, bertempat di Gado Gado Boplo, Menteng, Dompet Dhuafa menggelar Laporan Kinerja Dompet Dhuafa 2017, Public Expose 2018 dengan mengundang media dan blogger. Program-program Dompet Dhuafa mulai dari tahun 1989 sampai sekarang telah banyak dilakukan, yaitu mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah.Dengan visi agar terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan. Dompet Dhuafa juga menjalankan misi dan mengusung nilai-nilai lembaga berupa Islami, Universal, peduli, Inovatif, Responsif, Amanah dan Profesional.

20180130_133040942237323.jpg
Bapak Mukhlis, Bapak Fadhil, Bapak Iwan Ridwan, Bapak Imam Rulyawan, Mbak Mariana (Dok:penulis)

Acara Public Expose DD 2018 ini menghadirkan drg. Imam Rulyawan, MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Iwan Ridwan sebagain Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise, Yudha Abadi selaku Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Fadhil Setiawan selaku pendamping program DD Green Horti Mojokerto dan bapak Mukhlis sebagai Direktur PT Pachira Group yang juga pakar agro bisnis. Acara semakin menarik berkat panduan moderator mbak Mariana Suci Swastika dan MC mbak Dea dari DD.

Menariknya, yayasan Dompet Dhuafa ini menerapkan sinergi internalnya yaitu memaksimalkan konsep bisnis dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise, seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya. Bukan itu saja DD Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis social enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha. Disamping itu juga menciptakan nilai-nilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

photogrid_1518070608452-1713498484.jpg

Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa hingga tahun 2017 sebesar 1.682.895 jiwa dan layanan yang tersebar di 33 Provinsi di Indonesia. Bukan itu saja, bahkan penerima manfaatnya pun juga sampai ke luar negeri yaitu sebesar 26 negara berupa 82.882 jiwaq dan layanan. Walaupun Dompet Dhuafa berbasis syariat Islam, tapi penerima manfaat dan juga donatur-donaturnya tidak hanya dari kaum muslim dan muslimah saja tapi juga dari non muslim yang memang membutuhkan dan mempercayakan dananya untuk diwakafkan melalui Dompet Dhuafa.

Dengan penguatan potensi lokal, Dompet Dhuafa cukup berhasil mengembangkan unit-unit bisnisnya antara lain berupa pengembangan jaringan unit bisnis Dayamart, yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikan diarahkan untuk Dhuafa. Dalam bidang agro wisata juga telah terbentuk program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya di daerah Subang, Jawa Barat. Petani didampingi untuk dapat mengolah pertaniannya juga hasil tani dengan sebaik mungkin hingga hasilnya dapat dipasarkan tidak hanya berupa hasil mentah tapi juga yang telah diolah. Misalnya hasil tani buah nanas, yang juga dibuat selai atau sirup hingga tidak hanya memanfaatkan hasil tani tapi juga mengolah dan menyerap tenaga kerja didalamnya.

Program Mustahik to Muzakki menjadi salah satu program dari karya masyarakat mandiri untuk para petani, nelayan dan pengusaha UMKM dengan cara pendampingan. Dengan program MtoM ini diharapkan yang awalnya menjadi Mustahik atau penerima manfaat dapat bergerak maju menjadi pemberi manfaat pada sekelilingnya (Muzakki).

Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengembangkan social hospital network, yaitu rumah sakit yang berbasis wakaf untuk melayani dhuafa. Telah berdiri 5 rumah sakit berbasis wakaf yang ada yaitu Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu, Rumah Sakit Aka Medika Sri Bawono, lampung Timur, Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayidah, Jakarta Timur, Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, Serang dan Rumah Sakit Lancang Kuning, Riau. Bukan itu saja, Dompet Dhuafa juga menyediakan dan menyalurkan tenaga kemanusiaan tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Tenaga-tenaga relawan Dompet Dhuafa turut membantu korban-korban di daerah bencana dan menyalurkan bantuan. Bukan itu saja program Dakwah DD juga menebarkan manfaat hingga ke pelosok dengan Corps Dai Dompet Dhuafa atau Cordofa.

Setelah bidang ekonomi dan kesehatan, Dompet Dhuafa juga menjalankan program pendidikan melalui Smart Ekselensia Indonesia, yaitu sekolah menengah dengan jenjang SMP dan SMA bebas biaya dan berasrama dengan program percepatan sistem kredit semester dan pendidikan kepemimpinan. Diharapkan dengan program ini, akan menghasilkan SDM yang berkarakter dan berkompetensi global menuju Indonesia Berdaya. Adapun penerima manfaat dari program pendidikan ini yaitu sebesar 22.071 jiwa dimana presentasi kelulusan mereka pada PTN periode 2013-2017 yaitu sebesar 83,84%. Jadi untuk mereka yang mengalami kesulitan masalah biaya pendidikan, ga perlu kuatir lagi ya. Dompet Dhuafa dengan program pendidikan ini berusaha membantu anak-anak Indonesia meraih mimpi melalui jenjang pendidikan di program ini.

Indonesia sebagai salah satu negara yang tingkat kesenjangannya no 4 tertinggi didunia, yaitu dimana dengan jumlah penduduk miskin sebesar 25,68juta jiwa dan 23,92 juta jiwa belum tersentuh dan harus dibantu (sumber data: BPS 2017). Berdasarkan data tersebut Dompet Dhuafa berusaha membantu pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sampai tahun 2017 sebesar 340,78M dan berhasil menyalurkan ke 1,76 juta jiwa. Baru 6,5% dari 93,5% penduduk yang membutuhkan. Namun Dompet dhuafa yakin dengan 5 pilar Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah dapat menjadi pondasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

photogrid_1518070786394942237323.jpg
 

HQ’18

 

 

Advertisements