Uncategorized, Workshop

Tips Cepat Membuat Content Marketing

Membuat content untuk blog itu gampang-gampang susah ya. Gampang kalo lagi pas dapat ide bagus dan mood juga lagi oke. Tapi..jadi susah kalo ide lagi entah dimana plus pas lagi moody (itu mah saya ya..hehehe), walaupun ga berlaku tuk semua orang sih. Sebenarnya ada kok tips-tips berkaitan dengan membuat content di blog terutama content marketing supaya blog kita itu rame dan pembaca jadi ga sabar untuk menunggu “what’s next” dari blog kita itu.

Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (27/08/2017) yang merupakan kolaborasi Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan CNI Indonesia. Dibuka oleh Bapak Gusti Alenda selaku Marketing Manager CNI Indonesia yang mengatakan bahwa suatu kehormatan untuk CNI Indonesia dapat berbagi ilmu dengan rekan-rekan blogger, terutama kolaborasinya dengan ISB yang sudah kesekian kalinya itu.

CNI Indonesia adalah perusahaan asli Indonesia yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu dan sudah terdaftar di Asosiasi Pengusaha Penjualan Langsung Indonesia (APPLI). Tadinya saya kira CNI itu produk luar lho..ternyata asli Indonesia dan didirikan di Bandung, Jawa Barat.

Bpk Gusti Alenda, mas Niko Riansyah dan mbk Ani Berta

Dilanjutkan oleh sambutan mbak Ani Berta, selaku founder ISB yang berharap agar kita dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang diberikan dan menerapkannya baik oleh pihak CNI Indonesia dan juga oleh mbak Haya Aliya Zaki nanti. Oiya, khusus mengenai tips dari mbak Haya, saya tulis terpisah di artikel berikutnya.

Adalah mas Niko Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI Indonesia yang kali ini memberikan Tips Cepat dalam Membuat Content Marketing. Paparan mas Niko itu saya rangkum menjadi sebagai berikut:

  • Read alot, in order to write well

Menurut mas Niko, sebagai seorang blogger kita harus banyak banyak membaca. Karena dari membaca itulah kita mendapatkan wawasan tentang apa yang akan kita tulis, selain juga mengasah kemampuan kosakata kita. Ada banyak situs yang membuat content marketing yang bagus yang dapat kita jadikan acuan, seperti: Content Marketing International, Coppy Blogging, Hubspot, dll.

  • Identify, then understand your target audience

Usahakan dalam membuat content itu kita sudah tahu target pembaca kita. Jadi apa yang kita tulis itu memang benar-benar bermanfaat dan mengena. Setelah mendapatkan target pembaca yang kita inginkan, maka cobalah posisikan diri kita sebagai pembaca yang membutuhkan content yang mereka cari. Dengam memahami kebutuhan mereka, maka kita dapat dengan mudah membuat mereka untuk stay lebih lama di blog kita.

  • Look for relevant content, continuosly

Jadikan content blog kita itu content yang relevant, yang saling berhubungan, berkesinambungan. Sehingga pembaca akan terus menanti apa nih kelanjutan (what’s new) dari blog kita tersebut.

  • Publish free, long-term content

Buat blog kita itu mudah diakses tanpa harus registrasi terlebih dahulu. Karena kalau blog kita susah diakses bagaimana google dapat menandai content kita. Otomatis mengurangi pengunjung dan pembaca blog kita.

  • No copy paste

Wah..say Big No lah untuk copy paste. Content yang bagus itu haruslah hasil karya asli si penulis, bukan dari mengcopy paste karya orang lain. Practice makes perfect, semakin sering berlatih pasti.akan menghasilkan content terbaik daripada mengambil jalan pintas mengcopy punya orang lain.

  • Be creative and unique

Jadilah content writer yang kreatif dan unik, yang membedakan dari content-content yang lain. Sebaiknya punya ciri khas yang menjadi keunikan tersendiri.

  • Use social media to inform, distribute and converse

Jadikan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan content-content yang ada di blog kita. Melalui sosial media juga tulisan-tulisan kita jadi terbaca oleh target pembaca kita yang memang membutuhkan content yang tepat dengan mereka. 

  • Outsource as needed.

Sebagai media penyebaran atau pengenalan produk, sosial media juga diperlukan. Tenaga buzzer pun sekarang juga banyak diperlukan sebagai salah satu outsourcing penyebaran atau pengenalan produk.

  • Measure, quantify, adjust

    Lakukan tolok ukur sudah sesuai targetkah content yang kita buat itu kena ke pembaca. Tolok ukurnya bisa kita lihat dari pengunjung yang datang dan membaca content kita.

    Semoga dengan tips cepat membuat content marketing ala mas Niko dari CNI ini dapat membuat saya dan teman-teman jadi lebih mengerti bagaimana membuat content yang menarik tapi juga mempunyai keunikan tersendiri.

    Terima kasih CNI Indonesia untuk ilmu bloggingnya yang bermanfaat ini. Yang mau kepoin akun media sosial CNI Indonesia, yuk cekidot disini.

    http://www.cniindonesia.com

    Facebook : CNI Indonesia

    Twitter : @cni_id

    Instagram : CNI Indonesia

    Advertisements
    Uncategorized, Workshop

    Tips Haya Aliya Zaki Menang Lomba Blog

    “Yaah dia lagi, dia lagi yang menang. Dia deket sih ma juri dan panitianya tuh, saya mah apa sih cuma blogger baru”. Pernah donk ya kita dengar ucapan begitu saat mendengar pengumuman suatu lomba blog atau kita sendiri yang pernah ngucapinnya? Itu yang negatifnya, jangan lah ya.. Justru sebaiknya kita harus berpikiran positif dan semakin termotivasi . Kalo kata mbak Haya kejar tuh, yang menang lomba blog itu tulisannya seperti apa. Siapa tau kita malah jadi dapat ilmu dari tulisannya itu.

    Untuk dapat memenangkan suatu lomba blog ternyata ada kiat-kiatnya lho. Kali ini bersama CNI Indonesia dan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), saya berkesempatan mengikuti workshop dengan tema “How to Win Blogging Contest” pada 27 Agustus 2017 lalu. 

    Seringkali saya merasa pesimis kalo mau ikut lomba blog, entah karena penyelenggaranya ataupun karena pesertanya yang sudah senior. Duuh, padahal setiap blogger pantas mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba blog ya. Selain mengasah kemampuan menulis juga mendapatkan pengalaman dari lomba itu sendiri juga pastinya tergiur hadiahnya ya.

    Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berkolaborasi antara CNI Indonesia dan ISB, menghadirkan mbak Haya Aliya Zaki sebagai narasumbernya. Seorang momblogger, content writer juga pemenang berbagai lomba blog dan juri di berbagai lomba penulisan. Jam terbangnya udah tinggi banget deh.

    Haya Aliya Zaki,momblogger, content writer.

    Mbak Haya pertama kali ikut lomba blog itu karena ajakan mbak Ani Berta, founder ISB. Beliau pikir masa’ sih lomba blog aja hadiahnya kece-kece banget, ada gadget, uang berjut-jut, jalan-jalan yang rasanya ga mungkin. Mbak Haya pun mulai lah ikut lomba blog. Jatuh bangun saat ikut lomba blog pun pernah mbah Haya rasakan.

    Pada suatu lomba pernah ada peserta yang tulisannya itu copy paste dari tulisan mbak Haya dan dia menang. Duuhh..kayak apa ya kecewanya, sayangnya waktu itu mbak Haya ga berani ngomong apa-apa hingga beberapa lama ke penyelenggara. Namun akhirnya mbak Haya ngomong ke penyelenggara bahwa si pemenang sudah meng-copy paste dari tulisannya berikut bukti-buktinya. Kejadian itu menjadi pelajaran tersendiri untuk mbak Haya.

    Namun dari itu semua sudah banyak pencapaian yang mbak Haya dapatkan. Salah satunya yaitu memenangkan lomba blog yang hadiahnya berupa jalan-jalan ke Singapura. Semoga dengan sharing tips ini menjadi motivasi dan penyemangat saya juga teman-teman untuk mengikuti ajang lomba blog dan membuat konten artikel yang menarik.

    Nah..untuk itulah mbak Haya berbagi ilmu bagaimana sih cara kita memenangkan suatu lomba blog dengan jujur dan berkualitas, bukan hasil copy paste karya orang lain. Poin-poin tips dari mbak Haya, saya rangkum sebagai berikut:

    • Passion, kenapa passion? Sama lah kalo kita mau makan,pakai baju, pasti kita pilih makanan/baju yang kita suka. Begitu juga dengan mengikuti lomba blog, pilih yang kita suka, dan yang kita mengerti.
    • Nama blog, what is a name? Tentulah penting. Gak mau donk tiba-tiba ada nama blog yang misalkan saja bernama upilkudotcom sedangkan dia bermaksud untuk mengikuti lomba blog yang brandnya brand kuliner. Itu sama aja menjatuhkan diri sendiri ya. Pilihlah nama blog yang sesuai dengan brand diri, tidak harus dotcom (TLD)kok, yang penting contentnya bagus dan menarik.
    • Tampilan blog juga harus bersih, pakai aja warna putih warna yang ramah untuk mata. Jangan terlalu banyak widget, iklan pop up yang malah mengganggu pembaca untuk membaca artikel kita. Buat seminimalis mungkin dan gunakan font yang jelas, gak usahlah pake font yang berukir-ukir yang malah bikin pusing liatnya.
    • Tema, perhatikan baik-baik tema yang dilombakan, apakah berhubungan dengan brand atau tidak.
    • Penyelenggara lomba. Seperti yang kita ketahui, lomba blog diadakan salah satunya untuk menambah citra positif brand penyelenggara. Maka pastikan brand tersebut bersih dan tidak sedang dalam suatu kasus atau tersangkut kasus.
    • Jurinya siapa? Penting lho kita tahu juri suatu lomba blog itu, karena kita bisa melihat dari selera mereka, misalkan ada yang suka storry telling.
    • Cermati peraturan lomba, perhatikan panjang kata yang kita gunakan, banner brand yang harus kita tempelkan di blog, backlink juga keyword. Perhatikan baik-baik keyword yang sering ditampilkan brand penyelenggara lomba di akun sosial media mereka. Oleh sebab itu kita harus follow akun sosmed mereka untuk mendapatkan informasi itu.
    • Riset, lakukan riset sederhana supaya kita dapatkan informasi yang faktual. Googling itu termasuk riset juga lho, jadi gak harus wawancara narasumber. Riset yang kita lakukan agar konten yang kita buat itu kita kuasai permasalahannya. Konten bisa berupa tulisan, foto-foto, infografis dan video. Cari konten yang paling kita kuasai. Referensi dari buku, jurnal, link web resmi dan institusi juga bisa kita lakukan untuk mendukung riset tersebut. Untuk referensi wikipedia, mbak Haya tidak merekomendasikan karena wikipedia bisa diedit infonya oleh siapa saja. Jadi dikuatirkan infonya kurang valid.
    • Blogwalking, mbak Haya menyarankan blogwalking ke sesama peserta lomba dimaksudkan bukan untuk mencuri ide, tapi untuk melihat apa yang sudah disentuh oleh si pemilik blog. Jadi kita bisa mengira-ngira oohh ternyata dia mengupas dari segi kualitasnya, misalkan, maka kita dapat menyentuh sisi lainnya.
    • Softselling. Walaupun sedang mengikuti lomba, sebaiknya gunakan kalimat pembuka yang menarik. Pembaca membutuhkan informasi dari konten yang menarik, yang membantu pembaca memecahkan masalah atau mencari solusi yang persuasif, natural dan personal. Jangan terlalu fokus pada menjual yang berlebihan. Lebih bagus lagi kalau kita bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, atau bisa juga pengalaman orang lain sebagai user experience. Hindari penyebutan nama brand yang berulang-ulang hampir di tiap paragraf. Jangan lupa juga tidak boleh menyebutkan nama kompetitor apalagi sampai membandingkan. Jatuhnya jadi seperti black campaign.
    • Rumus 5W+1H berlaku juga kok dalam blogging. Rumus tersebut membantu kita menyusun step by stepnya.
    • Editing, penting lho editing ini. Terkadang karena diburu deadline kita tidak begitu memperhatikan proses editing. Perhatikan tanda baca, karena salah tanda baca bisa berarti lain. Gunakan kalimat pendek, maksimal 14 kata 2 baris dan gunakan kalimat aktif. Selain itu juga hindari penggunaan jargon-jargon, singkatan yang tidak berhubungan dan juga typo.
    • Deadline. Perhatikan deadline, jangan sekali-kali melakukan posting artikel yang masih mentah hanya karena supaya linknya keluar sesuai deadline. Mbak Haya menegaskan sekali karena itu termasuk curang, dimana artikel yang masih mentah sudah dipublish, lalu baru diedit sedemikian rupa hingga akhirnya menjadi artikel yang mulus.
    • Share ke sosial media dan jangan lupa mention si penyelenggara. Jangan lupa tetaplah berinteraksi walau artikel sudah dipublish. Ajak pembaca untuk berinteraksi dengan menjawab komen-komen mereka.

      Last but not least, dari paparan tips yang mbak Haya sampaikan, kita harus banyak membaca. Baca baca dan baca, karena dengan membaca tulisan kita menjadi berwarna. Menang atau kalah adalah suatu keputusan, tapi jangan jadikan kemenangan sebagai patokan, tapi keinginan dan proses yang kita jalani itulah yang terpenting. Yang mau intip blognya mbak Haya, yuuk cekidot di http://www.hayaaliyazaki.com dan http://www.ceritamelalak.com

      Winning isnt everything, but wanting to win is.    – Vince Lombardi

      Penulis dan mbak Haya Aliya Zaki, Terima kasih ilmunya mbak.

      HQ’17

      Uncategorized, Workshop

      Blogging, Hobby Yang Menjadi Profesi 

      Dunia tulis-menulis bukanlah hal yang baru untuk saya. Pertama kali mengenal tulis menulis dan mulai menyukainya, awalnya karena pengen mencurahkan perasaan dan cerita tentang kejadian-kejadian di sekolah sewaktu di sekolah dasar dulu. 

      Pertama kali saya menulis itu sewaktu di SD kelas 5 di buku harian (diary) kecil yang saya beli dari uang saku sekolah. Tulisan saya dulu memang banyak tentang curhatan hati, karena saya termasuk orang yang introvert (tertutup). Dengan menulis saya merasa apa yang apa yang menjadi unek-unek saya bisa terlampiaskan.

      Sekarangpun  tulis-menulis masih saya lakukan dalam bentuk blog, walaupun untuk tulisan curhatan tidak saya publish untuk umum. Menulis di buku harian sudah lama tidak saya lakukan sejak saya mengenal blog. 

      Blog itu apa sih ya? Blog itu merupakan suatu sarana berupa tulisan ungkapan pribadi pemiliknya yang ada dalam bentuk . Bisa berupa fiksi, non fiksi atau pengalaman pribadi terhadap suatu kejadian atau benda. Blog pertama kali diperkenalkan oleh Justin Hall, pada tahun 1994 seorang mahasiswa Amerika. Mulai popular di Indonesia pada tahun 2004.

      Blogging menurut saya itu mengasyikkan lho. Selain dapat menciptakan sejarah kita yang berupa pengalaman kita sendiri, dengan blogging kita juga dapat menambah wawasan pengetahuan kita. Bahkan dengan blogging juga dapat menjadi sarana kita untuk mengembangkan hobi tulis menulis di buku harian. 

      Dari curhatan-curhatan yang kita tulis tidak menutup kemungkinan dapat menjadi sebuah buku yang layak untuk dipublikasikan. Banyak lho penulis-penulis sekarang yang awalnya dari ngeblog yang tulisannya menceritakan curhatan-curhatan perasaannya. Salah satunya penulis favorit saya yaitu Dee Lestari, salah seorang personil trio penyanyi yang gemar menulis dan akhirnya dapat membukukan tulisannya dan menjadi best seller seperti Supernova, Filosofi Kopi, Madre dan masih banyak lagi. 

      Dengan dibukukannya tulisan kita dan akhirnya dicetak dan disebarluaskan tentu saja mendatangkan pundi-pundi rupiah. Banyak penulis yang akhirnya bisa menjadikan profesi penulis itu menjadi mata pencahariannya. 

      Tidak sedikit juga yang dari tulisan kita tersebut akhirnya dilirik oleh suatu brand atau merk dagang untuk mempromosikan perusahaann mereka. Tidak hanya didunia bisnis, tulisanpun bisa merambah ke dunia politik, sebagai salah satu cara untuk mengkampanyekan seseorang atau partai atau golongannya dalam suatu pemilihan. 

      Sah-sah aja sih selama kampanye yang ada di tulisan kita tentang salah satu partai politik yang kita dukung itu mengacu pada sumber yang benar dan terpercaya. Opini yang kita punya pun dapat tersalurkan dengan baik.

      Membahas tentang blogging dan tips-tipsnya memang menarik minat saya, apalagi kalo ada workshopnya yang narasumbernya pakar di dunia blogging. Seperti workshop yang baru-baru ini saya ikuti bertema “Blogging: Hobby dan Profesi”. 

      Ani Berta, Founder Indonesian Social Blogpreneur (ISB)

      Workshop itu menghadirkan nara sumber mbak Ani Berta, founder dari komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Beliau telah lama malang melintang di dunia perbloggingan. 

      Bermula dari hobi menulis di diary yang berlanjut dan berkembang menjadi volunteer untuk media social di Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAI). Dari tulisannya itu yang akhirnya membuahkan hasil bukan hanya dari segi materi tapi juga pengalaman menjelajah berbagai tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia juga luar negri.

      Workshop blogging kali ini diselenggarakan oleh Repzone yaitu forum silahturahmi para netizen yang digawangi oleh media Republika. Repzone berdiri baru setahun ini, tepatnya tahun 2016. Seperti yang dituturkan oleh bapak Irfan Junaedi, Pemimpin Redaksi Republika bahwa Repzone didirikan seiring dengan tumbuh pesatnya media sosial sekarang ini. 

      Irfan Junaedi, Pemimpin Redaksi Republika

      Walaupun Republika sebuah perusahaan media berita, tapi tidak menafikan kehadiran media social yang berkembang pesat dan menjamur di era milenial ini. Workshop blogging merupakan salah satu bentuk peduli Repzone terhadap keberadaan netizen agar dapat menambah dan berbagi ilmu.


      Kembali membahas tentang blogging, ada beberapa kegiatan yang kita lakukan yaitu:

      • Menulis artikel tentang opini, reportase, fiksi dan non fiksi
      • Blogwalking ke blog-blog orang lain, dengan kita blogwalking juga menimba ilmu dari blog yang kit abaca dan jangan lupa tinggalkan komentar sebagai penanda jejak blog kita
      • Mencari referensi untuk menulis, referensi dapat kita peroleh dari buku, cantumkan judul buku dan pengarangnya agar kita tidak disangka plagiat atau copy paste tulisan orang lain, juga dari nara sumber dimana kita hadir di suatu workshop/event/seminar.
      • Membuat konten blog dengan tulisan tema tertentu, video, musik, anmasi, dll yang berkaitan dengan niche blog kita.
      • Optimasi SEO (Search Engine Optimalization )

      Ada banyak tema yang dapat kita tulis di blog. Berbagai idepun biasanya kita peroleh terkadang karena kita melihat atau mengalami sesuatu. Dan semua itu dapat kita tuangkan di blog kita dengan mengembangkan dan mengimprovisasi setiap tulisan berdasarkan bahan yang kita peroleh. 

      Bahan penulisan di blog itu banyak lho dapat kita temui seperti di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, dari kejadian yang kita temui sewaktu kita ke suatu tempat, pengalaman pribadi akan sesuatu hal pun bisa juga menjadi bahan tulisan di blog kita. 

      Selain pengalaman yang kita alami, terkadang kita juga suka mendengar cerita teman, keluarga tentang hal yang mereka alami. Dari cerita pengalamannya itu bisa kita tuliskan kembali tentunya dengan  tidak menulis jelas-jelas nama yang bersangkutan. 

      Satu hal lagi yaitu melalui penelitian bahan ilmiah, apabila kita hendak menulis tentang sesuatu hal atau peristiwa tapi misalkan kita tidak begitu mengerti kita dapat melakukan observasi ke narasumbernya langsung.

      Setelah medapatkan bahan tulisan untuk blog kita, sebaiknya rawat blog dengan baik. Dalam artian, lakukan penjadwalan atau update rutin. Kalo perlu buat jadwal untuk menulis di blog dan mempostingnya selama minimal 3x seminggu, bagusnya lagi kalo setiap hari. Tidak perlu menunggu event atau review produk baru kita menulis.

      Setelah artikel ditulis dan di post di blog kita, jangan lupa untuk mensharenya ke google+ dan juga di seluruh media social yang kita ikuti. Jadi jangan disimpen sendiri, bagikan siapa tau itu memang berguna untuk orang lain. 

      Terkadang kita suka menemukan spot foto yang bagus, abadikan tapi jangan lupa untuk di save dan diberi nama untuk album foto yang kita buat. Tidak hanya foto tapi juga video dan design sebaiknya kita update, capture lalu simpanlah untuk arsip apabila disaat mood kita kembali untuk menulis sudah ada stoknya. 

      Yang terpenting, agar ilmu kita tentang bloging terupdate, rajinlah untuk mengikuti workshop, talkshow atau seminar-seminar. Syukur kalo dapat yang gratisan, kalaupun harus berbayar tapi bagus kenapa tidak? 

      Jangan lupa kita juga dituntut untuk banyak membaca, karena dengan membaca dapat membuka wawasan dan menambah kosakata dalam menulis. Yang terakhir yaitu networking, membentuk jaringan dengan cara mencari teman sebanyak-banyaknya. Karena dengan networking, berarti kita juga ikut menyebarkan tulisan kita ke orang lain. Bagaimana orang akan membaca blog kita kalo kita tidak membuka pertemanan dan meshare tulisan-tulisan kita.

      Blogging itu selain sebagai hobi, tempat pelampiasan dan mencurahkan perasaan, juga dapat berfungsi sebagai salah satu sumber mata pencahariaan. Ada banyak celah peluang sebagai blogger, yaitu sebagai book writer, copy writer dan juga content writer.

      Peserta workshop

      HQ’17

      Uncategorized, Workshop

      Optimalisasi Content Blog dan YouTube 

      Ngeblog itu aktifitas yang mengasyikkan untuk yang gemar tulis-menulis, bisa sebagai sarana menumpahkan unek-unek di blog. Untuk yang suka mendokumentasikan perjalanan, peristiwa maupun suatu acara juga sudah banyak yang menuangkannya ke blog. 
      Dalam membuat dan me-maintaince suatu blog tentu tidak terlepas dari content. Content yang bagus tentunya akan menarik pembaca sehingga dapat membuat mesin pencari Google untuk menempatkan posisi blog post kita menjadi mudah untuk ditemukan (google’s top rank).

      Ani Berta, founder Indonesian Social Blogpreneur (ISB)

      Berbicara tentang content, untuk kedua kalinya saya mendapat kesempatan emas belajar langsung dari pakarnya yang dihelat oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur  (ISB) yang digawangi mbak Ani Berta bekerja sama dengan CNI Indonesia, perusahaan Multi Level Marketing. 

      Bertempat di Bebek Dower resto, Pasar Festival Kuningan, Jakarta Selatan, workshop “Search Content vs Social Content” digelar pada 28 Mei 2017. Menghadirkan mas Nico Riansyah, Digital Marketing Specialist, CNI Indonesia yang membahas tentang content blog dan madam Yonna Kairupan, YouTube creator, Make Up Artist Specialist, celeb sosmed manager, founder komunitas Indonesian Female Bloggers (IFB) dan Indonesian Female Vloggers (IFV), dan juga ibu 4(empat) anak yang super cerewet dan energik tapi ramah serta tidak pelit berbagi ilmu. 

      Gusti Alendra, Promotion and Marketing Manager CNI Indonesia

      Acara dibuka oleh mas Gusti Alendra, Promotion and Marketing Manager CNI Indonesia, mengatakan bahwa CNI Indonesia sudah beberapa kali bekerja sama dengan ISB dan mendukung acara-acara yang di gelar oleh ISB salah satunya workshop ini. 
      Seperti yang kita kenal, CNI Indonesia yang bernaung di bawah PT Citra Nusa Indah Cemerlang merupakan perusahaan MLM pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak 1986 dan tetap exist sampai sekarang. 

      Selain bergerak di industri MLM, CNI Indonesia bahkan mulai merambah di bidang property. Perusahaan yang sudah membuka cabang ke berbagai negara ini ternyata perusahaan asli Indonesia yang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Mulai dari Thailand, Brunei, Singapura, Hongkong, Qatar bahkan sampai Nigeria CNI Indonesia ada. Untuk memudahkan akses CNI ke pelanggannya, CNI memperbarui websitenya bahkan kini mengeluarkan aplikasi khusus.


      Dari website CNI kita dapat melihat bahwa content yang ditampilkan sangat bagus dan informatif. Nah..di sesi pertama workshop ini, mas Nico Riansyah mengatakan apabila kita membuat artikel di blog pastikan kita menentukan judul yang menarik. Hingga artikel kita bisa masuk top rank google. 

      Nico Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI Indonesia

      Memang sih..menulis itu suka-suka kita, tapi kita harus sadar apakah tulisan kita sudah cukup terbaca di mesin pencari Google atau tidak. Seringkali artikel kita tidak masuk top rank karena kesalahan strategi. Dengan menyematkan SEO (Search Engine Optimization) kita dapat mengetahui apakah artikel kita masuk top rank atau tidak. 

      Usahakan content yang kita buat itu ada nilai jualnya, mudah dicari. Agar blog kita menarik, content kita itu sebaiknya:

      1. Navigational, mengarahkan/memmudahkan orang untuk masuk dan menemukan artikel yang mereka cari, paling lama 5(lima) detik. Karena apabila lebih dari itu orang akan beralih ke web lain dan tidak mau berlama-lama menunggu. 
      2. Informational, buat content yang mengandung informasi yang dibutuhkan. 
      3. Transactional, sajikan content dengan jelas, detail dan menyeluruh. 

      Jadi Search content itu content yang dibutuhkan orang, misalkan mencari tutorial hijab, bikin prakarya, tips music, dan sebagainya. 

      Beda dengan Social content dimana kita menawarkan informasi yang bagus bermanfaat dan enak dibaca, hingga orang secara sukarela melike atau bahkan menshare content kita, seperti di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube atau blog. Manjakan pembaca blog kita hingga mereka betah berlama-lama di blog kita. 

      Yonna Kairupan, YouTube creator, founder IFB, Make up artist specialist, SocMed manager

      Sesi selanjutnya yaitu tentang optimasi YouTube bersama emak centil, energik yang punya segambreng aktifitas ini walaupun sudah beranak 4(empat). Menurut Madam Yonna aka Mayo, bikin video untuk di post di YouTube itu gampang kok. 

      Pasti sudah banyak donk yang sering menonton atau mencari referensi di YouTube. Kalo nontonnya sih..ya saya juga suka. Nah..untuk bikin videonya itu lho yang masih maju mundur cantik..hehe. Karena saya masih berfikir belum terbiasa dan belum perlu, juga belum punya tujuan untuk apa bikin video kalo untuk tampil dan dadah dadah aja. 

      Ada beberapa alasan yang membuat orang (saya salah satunya,hehe) males untuk bikin video, walaupun kansnya besar lho. 

      • Ada yang bilang sudah banyak yang bikin dan post di YouTube, padahal kita bisa bikin yang sudah ada tapi dengan style kita. 
      • Ada yang karena gak punya uang, menurut Mayo kalo video kita bagus dan viewersnya banyak malah mendatangkan uang. 
      • Gak punya waktu, kayaknya gak seharian juga deh bikinnya. Paling hanya 1-2jam dalam seminggu dari waktu luang yang kita punya. 
      • Koneksi, yah gak sampe ngabisin quota juga kali ya..
      • Ide yang ada sudah dipakai orang, justru kita bisa bikin dari ide yang sama dengan gaya kita sendiri.

      Jadi gak ada deh alasan, kalau kita mau gak usah nunggu-nunggu lagi. Yang penting kalo Mayo aja bisa, kita juga pasti bisa. 

      Kalau sudah mantap nih tuk bikin video, sebaiknya juga memperhatikan step-step berikut yang Mayo beberkan.

      1. Know yourself, cari tahu apa yang kita mau, tujuan kita bikin video untuk apa. Supaya dikenalkah seperti selebgram-selebgram? 
      2. Focus/clarity. Sama seperti blog, kita juga harus menentukan niche video kita. Kalo niche kita tentang beauty, kecantikan..yah konsenlah di bidang itu. Walaupun misalkan nantinya kita mereview tentang kamera, tapi tetap dengan jalur niche kita yaitu bahwa kamera merk X ini sangat bagus dan jernih menampilkan shading di bagian hidung dengan jelas. Untuk itu kita harus membuat clear branding, clear messaging dan clear content. Jangan lupa juga tentukan target audience kita, buat mereka tetap dan terus menonton video kita, dan yang penting “be yourself” dengan membuat video yang beda dari yang lain. Kesalahan terbesar dalam membuat video yaitu sebagian besar karena too general dan unclear
      3. Value, harus ada nilai lebih. Jangan asal buat video. Berikan penonton kita video yang bagus hingga mereka tidak percuma menghabiskan quota internet mereka untuk menonton video kita. Valuenya itu bisa yang menginformasi, inspirasi, edukasi, motivasi  atau bahkan bersifat hiburan. 
      4. Start. Mulailah sendiri, jangan menunggu. Perhatikan apa yang sedang happening di sekitar kita dan lakukan. 
      5. YouTube search. Buat video yang menarik, jadikan video kita terbaca di YouTube search engine dan membuat YouTube men-suggest video kita untuk ditonton.
      6. Consistency. Lakukan dengan konsisten, jangan segan-segan. Buat pengelompokkan (batching). 
      7. Ready for haters. Siapkan diri andai video yang kita buat mendapat thumbs down atau komen negatif yang seringnya kita dapat dari teman kita sendiri. 
      8. Hustle more. Nah..kalo tujuan sudah ada, video sudah dibuat dan sudah diupload di channel YouTube kita, jangan diam aja. Lakukan promosi dan sebar link video kita ke teman, saudara melalui sosial media, email list, blogpost. Lakukan berulang-ulang. Kalau sudah disebar, ikut berinteraksi. Berikan jawaban di komen yang masuk, aktif di perkumpulan dimana ada kesamaan niche video kita. 

      Dari step-step tersebut, lakukan secara berkelanjutan, dan terus belajar. Buat video yang viewersnya betah dan menunggu apa yang selanjutnya akan kita buat. Tapi yang utama Hook-nya yaitu buat di 2(dua) menit pertama video kita sesuatu yang membuat viewers betah menonton sampai habis. 

      Jadi..nggak ada alasan lagi ya untuk menunda buat video sama seperti kita buat blog. Yang penting do it and be yourself.

      HQ’17